AKHIRNYA, Janette benar-benar menjadi miliknya belakangan ini. Gadis kecil itu tidak lagi menolak Rudolph untuk menemaninya bersenang-senang sedangkan hubungan di antara mereka semakin manis saja. Mereka sudah seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta sebagaimana pasangan muda pada umumnya. Tentu saja Rudolph sadar kalau dirinya sudah tidak begitu muda lagi—tiga puluh enam tahun—untuk tergila-gila kepada seorang wanita. Tapi ia mendapatkan kembali keremajaannya yang sudah lama sirna. Hiasan tentang bagaimana bercinta dengan Janette di kecapnya setiap hari, setiap ada kesempatan dan mereka selalu mencuri waktu. Janette benar-benar sumber gairah besar yang membuat Rudolph cidera otot ringan beberapa kali dan ia juga berhasil membuat gadis itu tidak bisa bangun dari tempat tidurnya karena sangat kelelahan.
Untungnya saat itu Janette sudah menyelesaikan ujian.
Acara berkumpul dengan keluarga—yang ada—seperti saat sarapan hari ini adalah momen termanis dimana Rudolph dan Janette saling mencuri pandang. Beberapa kali Rudolph menyeringai dan mengedipkan mata kepada gadis itu yang untungnya tidak ada satu anggota keluargapun yang menyadarinya. Tidak, Violet sempat curiga dan Rudolph segera mengganti pandangan mesranya dengan delikkan menyeramkan saat Violet memergokinya memandangi Janette. Ia hampir mati karena harus bersandiwara seperti itu.
Tentu saja hal seperti itu tidak akan betah untuk di lakukannya jika Janette tidak selalu memberikan senyum khas-nya kepada Rudolph. Gadis itu membuat Rudolph menjadi sangat ceria dan semua anak muda yang berada di rumah itu merasa heran karena Rudolph kelihatan lebih muda—menurut mereka. Janette juga lebih cantik. Well, seks yang berkualitas tentu saja bisa membuat perempuan menjadi cantik. Tapi tidak semua laki-laki bisa memberikan seks berkualitas seperti yang Rudolph lakukan, bukan?
“…Dan pagi ini kita bermain kriket saja di halaman. Bagaimana?” Joses memberi usul tentang rencana mereka pada hari minggu ini.
Mendengar itu, Rudolph sangat ingin berteriak, mengusir anak-anak itu untuk pergi keluar rumah agar dirinya dan Janette bisa berduaan lagi. Ia menyesal mengikuti sarapan di meja makan seperti biasanya hari ini. Seharusnya Janette mengantar sarapan lagi ke kamarnya dan mereka memulai pagi dengan bermesraan. Tapi sepertinya, pollard bersaudara termasuk sepupu Violet mereka berencana untuk tinggal di rumah hari ini.
“Kau akan ikut, Jane?” Jammie memandangi Janette dan menoleh kepada Rudolph karena merasa Janette memandangi pria itu. Tapi Janette mengalihkan pandangannya dengan cepat sehingga kecurigaan Jammie memudar.
“Aku ingin di kamar saja. Beristirahat, sepertinya aku masih sangat lelah.” Janette lalu melirik Rudolph lagi dan melemparkan senyum samar.
Tentu saja Janette tidak akan pernah mengatakan hal seperti itu jika saja dia tidak benar-benar lelah. Semalam Rudolph menyelinap masuk ke kamarnya dan lagi-lagi Janette tidak bisa menolak. Mereka bercinta hingga menjelang pagi dan tidur sangat sebentar. Sudah seminggu kejadian seperti ini selalu merebak di antara mereka dan Janette benar-benar menikmatinya. Tapi sebagai akibatnya, ia harus mendapati lingkaran hitam pada matanya karena kurang tidur.
Janette menyadari kalau hal ini sudah keterlaluan, ia nyaris berpakaian hanya saat menginjakkan kaki di sekolah karena begitu kembali dari sekolah, Janette harus memilih kamar Rudolph atau kamarnya untuk dijadikan tempat bercinta. Ia hanya akan keluar dari kamar pada saat makan malam karena pada saat makan siang, tidak ada satupun dari ke empat manusia itu berada di rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Diary Lolicious
RomanceJanette adalah putri dari bujangan Gallion Melville yang belum pernah sama sekali menikah. Jane jugalah orang yang mengubah hati Norma agar menikahi ayahnya- Gallion Melville. Janette dikelilingi bajingan-bajingan hidung belang selama kepergian oran...
