MUNGKIN seperti inilah rasanya putus asa itu. Rudfolph benarbenar frustasi karena Janette tidak bicara sejak kejadian dimana seharusnya mereka bercinta. Dia bahkan tidak ingin melihat Rudolph dan memilih meringkuk di sudut bila Rudolph memasuki kamarnya. Sebenarnya, mengunci pintu hanya ancaman yang akhirnya terpaksa Rudolph lakukan dengan serius karena melihat ekspresi Janette yang kelihatannya sangat tidak mencintainya, tidak mengharapkan sentuhannya.
Rudolph putus asa karena waktunya semakin banyak terbuang dan ia tidak mendapatkan Janette juga. Beberapa hari belakangan ini, sebenarnya Rudolph tidak lagi mengunci pintu dan benar-benar siaga jika suatu saat nanti Janette keluar dari sana untuk melarikan diri. Tapi, gadis itu mendekati pintupun tidak. Mengingat saat-saat manis ketika dirinya dan Janette tidur dalam satu ranjang dan berpelukan hingga pagi membuat Rudolph tak urung di landa kesedihan. Hanya malam itu dan Rudolph sudah kehilangannya. Apakah ia menyerah saja?
Menyerah berarti kehilangan Janette untuk selamanya, bukan?
Tapi Rudolph tidak bisa terus tersiksa seperti ini, ia juga tidak bisa melihat Janette tersiksa. Janette bahkan tidak ingin berada di ranjang dan lebih memilih untuk tidur di lantai yang dingin.Ia juga menolak pakaian yang Rudolph berikan karena Janette lebih suka mengambil kain pelapis tempat tidur dan mengubahnya menjadi pakaian seperti Alice in Wonderland. Tapi Janette sama sekali tidak menolak makan, setidaknya itulah yang meyakinkan Rudolph bahwa Janette tidak berharap untuk mati. Ia masih ingin bertahan hidup, hanya saja tidak ingin bersama Rudolph dan melakukan segala aksi menyebalkannya itu untuk menunjukkannya.
Pada akhirnya Rudolph tidak bisa menahan semuanya lagi. Hari ini dirinya benar-benar meledak dan menyakiti siapa saja yang berada di rumah itu. Rudolph mencaci maki Diva entah untuk alasan apa dan saat ini ia tengah menyesal karena memberikan sebuah memar untuk putranya sendiri. Rudolph tau bahwa ryan tidak akan pernah mempermasalahkan pukulan itu, tapi dirinya menjadi sangat merasa bersalah dan memilih berdiam diri di halaman belakang sambil memandangi aliran sungai Manachil. Setidaknya, melihat keindahan alam membuat Rudolph bisa merasakan meredanya rasa frustasi yang menggerogotinya.
“Kopi?”
Rudolph menoleh ke suara yang berada di belakangnya dan meninggalkan pemandangan sungai Manachil di hadapannya. Gadis bernama Diva itu memberikan senyum terbaiknya untuk Rudolph sambil menyodorkan secangkir kopi untuknya. Rudolph menghela nafas berat lalu menerima pemberian yang menenangkan itu. Sore ini Rudolph memang sangat membutuhkan sesuatu yang dapat menghangatkan hatinya. Ia harap, kopi bisa memberikan kehangatan itu. “Terimakasih!”
Diva masih tersenyum dan berusaha mensejajarkan diri dengan Rudolph. Ia memandangi Rudolph sejenak. Laki-laki itu kembali memandangi sungai Manachil sambil menyeruput kopi buatannya.
Tidak bisa di pungkiri bahwa Diva sangat tertarik dengan Rudolph sejak melihatnya pertama kali. Sangat tampan dan dewasa. Ia ingin selalu mendekat tapi Rudolph selalu memberi batasan dan cendrung menyarankan Diva untuk mendekati Ryan. Ryan memang menarik, sangat menarik. Tapi Diva lebih tertarik kepada Rudolph dan kedewasaannya di bandingkan Ryan yang baru delapan belas tahun dan sangat kekanak-kanakan. Tapi Diva tidak bisa menolak jika Ryan ternyata lebih memanfaatkannya bila di bandingkan dengan ayahnya. Ia di bayar selama tinggal disini. Hari ini Rudolph benarbenar membuatnya takut. Ini pertama kali Diva melihat Rudolph mengamuk dan hal itu sama sekali tidak bisa memudarkan ketampanannya. Meskipun tidak sedang marah, tatapan Rudolph tetap terlihat sama. Hanya kepada gadis itu, Rudolph memiliki tatapan yang hangat. Sejak pertama kali bertemu dengan Janette, ia sudah merasa bahwa gadis itu sangat spesial meskipun dirinya sama sekali tidak mau menanyakan apa posisi gadis itu d rumah ini Ryan juga tidak pernah bercerita meskipun Diva sangat menunggununggu cerita apapun tentang siapa gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Diary Lolicious
RomanceJanette adalah putri dari bujangan Gallion Melville yang belum pernah sama sekali menikah. Jane jugalah orang yang mengubah hati Norma agar menikahi ayahnya- Gallion Melville. Janette dikelilingi bajingan-bajingan hidung belang selama kepergian oran...
