Delapan Belas

11.2K 434 16
                                        

Keduanya sudah berada di dalam mobil. Mereka hampir tiba di mansion. Memang Alex langsung membawa Kenya pulang begitu mereka sudah kembali berlabuh setelah meninggalkan pulau pribadi miliknya. Sebelumnya ia memang tidak memberitahu pada Kenya bahwa mereka akan segera pulang hari ini.

Klaire terlebih dulu menyambut kedatangan mereka di mansion. Klaire memeluk puteri nya erat.

"Dimana Alex?" Tanya Klaire yang tidak mendapati Alex bersama Kenya.

"Dia masih di luar. Sedang menelepon seseorang." Alex memang memerintahkan Kenya untuk masuk terlebih dahulu karena dia akan menelepon seseorang. Mungkin rekan bisnisnya.

"Yahh padahal daddy sudah tidak sabar untuk memarahinya karena telah seenak jidatnya membawamu bersamanya." Ujar Fernand yang sedang berjalan menuruni tangga.

Kenya segera memeluk Fernand,begitu Fernand menghampirinya. "Alex tidak nakal padamu kan?" Tanya nya seraya mengelus kepala Kenya dan melepaskan pelukannya. Kenya menahan tawa ketika mendengar kata nakal lah yang Fernand ucapkan untuk Alex. Seperti Alex anak kecil saja.

Dia selalu 'nakal' padaku,dad.
"Tidak" Itulah yang keluar dari mulutnya.

"Woaahh mengapa tidak ada yang menyambut kedatanganku?" Seru Alex yang sedang berjalan menghampiri mereka dengan satu tangan yang dimasukan ke dalam saku celana.

"Kau ini! Mengapa kau seenaknya membawa Kenya bersamamu? Dia kan perlu kuliah,lagi pula kau kan seharusnya di Rio hanya satu hari saja untuk meeting." Fernand mengetahui itu semua dari sekretarisnya Alex ketika dua hari yang lalu ia mengunjungi perusahaan milik Alex untuk menanyai kabar maupun status perusahaan itu saat ini. Namun begitu ia menanyakan tentang perjalanan bisnis Alex yang selama tiga hari itu,sekretaria Alex langsung mengernyit bingung dan memberitahu Fernand jika sebenarnya meeting-nya hanya untuk satu hari saja.

"Aku hanya ingin liburan dengan adik ku,dad. Lagi pula aku sudah lama tidak berlibur." Jawabnya santai.

Kenya membelalakan matanya. "Jadi kau berbohong padaku?"

Alex menaikan satu alisnya,"tidak. Aku tidak berbohong padamu. Aku memang meeting di sana,dan kau tidak bertanya padaku tentang kegiatan kita setelahnya. Jadi itu tidak termasuk dalam kategori berbohong."

"Memangnya apa saja yang kalian lakukan di sana?" Tanya Fernand.

Alex tampak berpikir,"hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan."

Fernand memicingkan matanya,melemparkan tatapan mengancam pada putera nya. "Kau tidak melakukan yang aneh-aneh kan pada Kenya?"

Pertanyaan itu spontan membuat Kenya semakin terbelalak kaget. Kenya melirik Alex,yang kini juga sedang melihat dirinya. Ia merapalkan doa-doa semoga Alex tidak mengatakan apapun yang telah terjadi di antara mereka berdua.

"Tidak. Aku bahkan belum melakukan apapun dengannya." Ujar Alex masih menatap Kenya dan mengerlingkan matanya.

"Ish kau ini. Kenapa suka sekali menggoda adikmu." Sahut Klaire yang merasa bahwa Alex hanya ingin menggoda adiknya saja. Karena memang Alex selalu seperti itu jika bersama Kenya.

"Baiklah,Alex ke atas dulu." Alex berjalan melewati mereka bertiga karena ia harus mengistirahatkan tubuhnya setelah 1 hari 14 jam berada di perjalanan. Satu hari untuk mengarungi laut dengan yacht miliknya dan menghabiskan 14 jam agar bisa sampai ke LA dengan jet pribadi miliknya.

Karena ini sudah larut malam,Kenya pun menuju kamarnya. Untung besok hari minggu jadi ia bisa bersantai di rumah. Ia merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.

My Stepsister Is MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang