Kenya menggigit bibir bawahnya,ia tidak tau harus berkata apa. Sebenarnya terdapat sedikit celah bahwa ia merasa bahagia bila berada dekat dengan Alex namun celah lainnya lebih didominasi dengan rasa takut terhadap Alex.
Takut karena Kenya merasa bahwa ini semua salah,sangat salah. Namun,di sisi lain ia tidak berani menentang perkataan Alex karena ia kini tau jika ia menentangnya sama saja ia menceburkan dirinya ke dalam kolam buaya. Maka diam adalah keputusan yang tepat untuk saat ini.
"Ada apa?" Tanya Alex yang melihat Kenya hanya diam saja.
Kenya menggeleng,"tidak apa-apa."
"Kau ingin ke pantai?" Tanya Alex yang memperhatikan sejak tadi gadisnya itu terus saja melihat ke arah pantai.
Dengan ragu Kenya menjawab,"apa boleh?"
Alex tersenyum dan menjawil pipi Kenya,"tentu saja boleh."
Kenya tersenyum lebar dan mengangguk dengan antusias. Alex yang melihat itu hanya terkekeh geli.
"Ayo." Alex menggenggam tangan Kenya dan menariknya agar gadis itu melangkah mengikutinya.
Pasir pantai terasa halus ketika menyentuh telapak kaki Kenya. Gadis itu sudah melepaskan sandalnya begitu mereka tiba di belakang resort yang langsung berhubungan dengan pantai.
Alex ikut tersenyum ketika melihat Kenya tersenyum dan binar bahagia sangat terpancar jelas di matanya.
"Pelan-pelan,jangan berlari nanti kau jatuh." Ujar Alex memperingati ketika melihat Kenya sudah berlari mengejar ombak.
Dan benar saja,baru saja Alex mengingatkannya tiba-tiba Kenya terjatuh. Ia langsung berlari menghampiri Kenya dan mulai membersihkan pasir yang mengotori kaki gadis itu."kan sudah ku bilang jangan berlari."
Bukannya mendengarkan,malah terbesit pikiran jahil di kepalanya. Ia tersenyum miring,dan...
"What the...." Alex menatapnya tak percaya. Pipinya sudah dipenuhi pasir akibat ulah Kenya.
Dan lagi,bukannya merasa bersalah Kenya malah tertawa terbahak-bahak melihat wajah Alex yang kini tampak konyol.
Mengerti bahwa gadis itu menjahilinya,Alex pun tak mau kalah,ia membalas Kenya dengan kembali melemparkan pasir ke arahnya. Dan terjadilah perang pasir di antara mereka hingga tak terasa langit berubah menjadi jingga. Dan sisanya mereka nikmati dengan melihat sunset. Mereka duduk di tepian pantai dengan posisi Kenya yang berada dalam pelukan Alex.
Alex merasa bahwa ia kali ini tidak salah pilih,gadis itu memang sudah ditakdirkan untuk menjadi miliknya dan sampai kapanpun Alex akan terus berjuang mendapatkannya.
•
Kenya menghela nafas,ia merasa jengah dengan kelakuan Alex. Bagaimana tidak,bukannya tidur di kamarnya sendiri kini Alex malah bergelung di sampingnya terlebih ia memeluk Kenya dari belakang bahkan pelukannya membuat Kenya sulit bernafas.
Ketika disuruh pindah ke kamarnya,Alex malah menjawab kalau kasur di kamar Kenya lebih nyaman. Alasan kuno.
"Lex,kau bisa membuatku mati jika begini terus." Kenya berusaha menyingkirkan tangan kokoh Alex yang melingkar di perutnya.
"Aku tidak akan melakukan itu sayang." Ujar Alex manja sambil mengecup leher Kenya.
Percuma saja jika ditentang,Alex tidak akan menarik keinginannya.
Namun Kenya tidak menyerah begitu saja,ia akan mencari alasan lain untuk terhindar dari jeratan maut Alex.
"Aduh Lex,perutku sakit! aku harus ke kamar mandi." Rintih Kenya memegang perutnya.
Namun bukannya membiarkan Kenya ke kamar mandi,Alex malah membalikkan tubuh Kenya agar menghadapnya.
Alex menyipitkan matanya,"aku tau itu hanya alasanmu agar terhidar dariku kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Stepsister Is Mine
RomantizmHighest rank : #1 in stepsister #120 in romance Ketika dua keluarga disatukan dan mengharuskan Kenya menjadi adik tiri dari Alexander Phaul Bateman, serta membuatnya terjebak dalam situasi yang mengharuskannya mengikuti segala kemauan Alex.
