Max menjabat tangan Alex dan memperkenalkan diri. " McMacximilliankenzie."5
Dengan tajam Alex menjawab. "Alexander Phaul Bateman."
-------
Di meja makan,berbagai hidangan sudah tersaji di atasnya. Mereka semua duduk mengelilingi meja. Alex duduk di samping Kenya. Ia terus mengapit Kenya,seolah tak rela jika gadis itu bersama Max. Max duduk di seberang meja,lurus dengan posisi duduk Kenya.
"Aku tidak suka senyum nya. Apalagi tatapan mata nya padamu. Menyebalkan." Bisik Alex.
Kenya menahan senyumannya. "Kau tau? Dia itu bahkan sering sekali datang ke kampus ku." Goda Kenya yang mengetahui bahwa Alex sedang kesal. Dan benar saja,rahang Alex terlihat mengeras.
Mereka memulai acara makan malam nya dengan Max yang tak henti-hentinya memandangi Kenya. Membuat yang dipandangi tampak kikuk. Alex yang melihatnya sebenernya sangat ingin mencolok mata Max dengan garpu di tangannya. Tapi nanti yang ada Alex malah akan dihujani peluru oleh ayahnya dan sebelum garpu itu mengenai Max,terlebih dulu Fernand akan mengatakan 'anak daddy tidak boleh nakal' yang selalu Fernand katakan sejak Alex kecil hingga sekarang, jika mengetahui Alex akan atau telah melakukan sesuatu di luar batas. Rasanya seperti ia masih kecil saja.
Pernah ketika ia berada di sekolah menengah atas,ia berkelahi dengan temannya. Dan Alex lah yang kena marah,padahal temannya lah yang mencari gara-gara dengannya. Temannya itu sengaja menendang bola ke wajah Alex karena temannya tidak suka dengan Alex yang terus di puja-puja oleh para wanita karena ketampanannya. Dan yang lebih memalukan adalah ketika Fernand mengeluarkan kalimat menyebalkan itu di hadapan guru dan teman-temannya. Yang membuat Alex diejek.
"Kenapa kalian tidak percepat saja pernikahannya? Tidak perlu lagi ada pertunangan." Ujar Klaire di sela-sela makan. Dan itu berhasil membuat Alex dan Kenya tersedak makanan.
"Kalian ini kompak sekali." Fernand tekekeh kemudian diikuti dengan yang lain,kecuali Max.
"Sepertinya jika dipercepat lebih bagus." Ucap Max yang berhasil mendapatkan pelototan dari Kenya.
"Tidak,tidak. Tidak bisa." Sanggah Kenya.
"Kenapa tidak bisa?" Tanya Reynald ayah Max.
"Begini om,aku itu sebenarnya--"
"Sebenarnya dia itu ingin melihatku menikah terlebih dahulu." Kali ini Alex yang berbicara,memotong perkataan Kenya tadi.
Kenya menoleh,menatapnya bingung. "Iya. Jadi Kenya pernah mengatakan padaku bahwa ia tidak akan menikah sebelum melihatku menikah." Ujar Alex sembari tersenyum.
"Benarkah itu,sayang?" Tanya Fernand.
Kenya bingung harus menjawab apa. "I-iya." Jawabnya tergugu.
Max yang mendengar itu hanya diam,menatap Kenya dengan ekspresi yang sulit terbaca.
Keempat orang tua itu terkekeh. "Baiklah jika itu keinginan calon menantuku. Tidak masalah. Yang terpentingkan pada akhirnya Max dan Kenya akan tetap menikah.
Kenya melemparkan senyumnya yang terlihat dipaksakan. Sebelum ia menoleh pada Alex dan memicingkan matanya untuk meminta penjelasan.
Kini waktunya untuk bersantai sambil berbincang bersama. Masih bingung apa maksud di balik Alex mengatakan itu dan dia juga tidak membiarkan Kenya mengatakan yang sebenarnya,bahwa ia menolak untuk dijodohkan. Kenya menunggu Alex di taman belakang mansion. Ia duduk di kursi taman yang terletak lumayan jauh dari mansion.
Suara langkah kaki yang semakin dekat membuat Kenya menghela nafasnya. "Akhirnya kau datang juga." Ujar Kenya tanpa menoleh.
Kenya kaget karena yang datang bukanlah Alex,melainkan Max. "Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Kenya tidak suka begitu Max sudah berada di depannya.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang kau lakukan di sini sendirian?" Max masih berdiri di hadapannya sambil menyedekapkan tangannya di dada. Kali ini aura intimidasi lah yang Kenya rasakan.
Kenya meneguk saliva-nya susah payah. Ia merasa takut dengan Max yang seperti ini apalagi hanya mereka berdua saja di sini. Kemana perginya Alex.
"Bukan urusanmu." Jawabnya acuh.
Max merunduk. Mendekatkan wajahnya dengan wajah Kenya. Ia mengangkat dagu kenya,agar gadis itu menatap matanya. "Mengapa kau ingin menunggu kakak mu menikah terlebih dahulu baru setelah itu kau akan menikah denganku?" Max memicingkan matanya. "Atau jangan-jangan kau hanya mencari alasan agar tidak segera menikah denganku?"
Dengan tekad yang kuat ia mencoba untuk tidak terlihat takut di hadapan pria kasar yang menyebalkan ini. "Bukan urusanmu. Lagi pula kita memang tidak akan menikah."
Tangan Max bukan lagi hanya sekedar memegang dagu nya,namun kini sudah mencengkramnya kuat yang berhasil membuat Kenya meringis. "Kau tidak bisa menolak perjodohan ini. Dan akan ku pastikan jika aku akan mendapatkanmu seutuhnya." Desis Max.
Kenya memukul-mukul tangan Max agar cengkramannya terlepas,namun yang terjadi adalah Max yang mencium bibirnya membabi buta bahkan diakhiri dengan bibir Kenya yang digigit Max dan ditarik dengan erotis. Pria itu tersenyum miring dan mengelus rambut Kenya,"ingatlah itu sayang." Ucapnya kemudian berlalu pergi.
Bagaimana bisa ini terjadi padanya. Bagaimana bisa ia dijodohkan dengan pria seperti itu. Apa sebenarnya yang sudah Max lakukan hingga membuat Klaire begitu mendukung perjodohan ini. Mungkin begitulah yang ada di benak Kenya saat ini. Tidak bisa terbayangkan olehnya bila nanti mereka benar-benar menikah apa yang akan terjadi dengannya. Mungkin bisa jadi ia akan dikurung selamanya di dalam kamar oleh Max. Atau bahkan mungkin ia tidak akan diperbolehkan untuk bertemu siapapun kecuali keluarga mereka. Sungguh Kenya tidak akan bahagia bila harus begitu.
Saat ia masih bergelut dengan pikiran yang entah sudah kemana. Alex sudah duduk di sampingnya. "Halo honey. Maaf membuatmu menunggu lama."
Kenya menatap Alex tanpa ekspresi. Dan setelah itu..
Kenya mencium bibir Alex dengan kasar.
Bukannya kaget,Alex malah langsung membalas ciuman itu dengan tidak terlalu kasar. "Ahhh,honey. Kau menggigit bibirku." Ucap Alex di sela-sela ciuman.
Mendengar itu Kenya tidak langsung segera melepaskan pagutannya. Barulah selang beberapa menit kemudian ia mengakhirinya. Dengan nafas yang terengah-engah.
Alex terkekeh."Sebegitu rindunya kah kau padaku,hingga membuatmu seperti ini? Kau bahkan membuat bibirku berdarah."
Kenya tidak menjawabnya. Ia masih sibuk mengumpulkan oksigen untuk paru-paru nya. Lagipula ia tidak berniat untuk menjawab. Terserah Alex mengiranya kenapa,tapi yang jelas ia merasa tidak rela jika bibirnya dicicipi oleh Max. Dan ia mencium Alex agar bekas bibir Max yang masih membekas di bibirnya hilang.
"Makanya cepatlah tamu bulananmu selesai. Bahkan kita akan melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman." Tambah Alex dengan kerlingan nakalnya.
------------
Thank you for reading. Hope you like it. Don't forget to vote.
Salam Tirex.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Stepsister Is Mine
RomanceHighest rank : #1 in stepsister #120 in romance Ketika dua keluarga disatukan dan mengharuskan Kenya menjadi adik tiri dari Alexander Phaul Bateman, serta membuatnya terjebak dalam situasi yang mengharuskannya mengikuti segala kemauan Alex.
