XX

28K 4.9K 176
                                        

Dua hari Gena tak pergi ke kantor, bukan karena ia menghindar pada Samudra tapi karena tubuhnya sudah tak bisa diajak berkompromi. Pada akhirnya ia tumbang sampai hari ini tubuhnya masih terasa lemas sisa-sisa demam yang menyerangnya.

"Gen," Alisa duduk di samping tempat tidur Gena, "Kamu sama Samudra...,"

Alisa menganggantung suaranya, Gena bisa merasakan keraguan yang tersirat di wajah Kakaknya. Tapi Gena enggan bertanya, ia lebih memilih membiarkan kakaknya menyelesaikan ucapannya.

"Kakak nggak tau apa hubungan kamu sama Samudra apa, tapi dua hari terakhir ini dia chat kakak hanya untuk nanyain kabar kamu."

Gena menarik napas pelan, ada perasaan senang yang menyusup. Gena tak bisa menyangkal ada sedikit rasa bahagia yang menyapa saat tahu Samudra diam-diam masih peduli padanya.

"Kalian berdua pacaran?" tanya Alisa to the point, pada akhirnya pertanyaan yang keluar dari mulut Alisa seperti anak panah yang melesak tepat di hati Gena. Pacaran? bertemu saja masih sering mendebatkan hal tidak jelas, bagaimana bisa terjalin hubungan yang bernamakan pacaran di antara Samudra dan Gena ketika duanya masih sama-sama tak mau merendah.

"Nggak," jawab Gena, ia memalingkan wajahnya. Mengambil ponselnya yang memang tergeletal di dekat nakas, ia membuka whats app hanya untuk mengirim pesan pada Samudra.

Aku nggak tahu kamu sepengecut itu, sampai harus bertanya kabarku pada Kak Alisa. Kenapa tidak bertanya langsung padaku.

"Kakak masih suka Samudra?" tanya Gena, berusaha mencari tahu kebenaran atas sikap Alisa pada Samudra. Jika dulu Alisa menyukai Samudra, bukan tidak mungkin jika sampai sekarang perasaan itu masih disimpan rapi oleh Kakaknya.

Alisa terhenyak, raut wajahnya sedikit berubah. "Kamu nanya apa sih?"

Gena tahu bahwa kakaknya masih menyukai Samudra, terlihat dari gerak-geriknya yang begitu kaku. "Nggak apa-apa, mastiin aja seberapa serius Kakak sama Samudra."

Kalaupun Samudra ternyata hanya menjadikan dirinya permainan, Gena bisa apa? Karena tak ada yang tahu seperti apa hati Samudra sesungguhnya.

"Mau kakak serius bangetpun, Samudra akan tetap Samudra yang menganggap Kakak cuman teman perempuannya." Alisa menghela napas rendah, ada kata yang masih ingin ia ungkapkan. "Kamu tahu kalau Samudra udah kenal kamu sebelum kamu masuk ke kantornya?"

Gena terbatuk, ia membenarkan posisinya duduk di atas ranjang. Keningnya mengerut, Samudra mengenalnya lebih dulu? lalu kenapa Gena tak mengenal pria itu?

"K-kapan?" tanya Gena dengan terbata.

"Minggu lalu Samudra cerita sama Kakak kalau kalian ternyata satu Almamater," jelas Alisa, ia melirik Gena yang masih memasang ekspresi tak percaya. "Kamu di tahun pertama dan dia di tahun terakhir, jadi wajar kalau kamu nggak kenal dia. Yang heran adalah kenapa dia bisa kenal kamu?"

Gena menggendikan bahunya, ia tidak tahu bagaimana cara Samudra mengenalnya. Gena bukan salah satu dari mahasiswa yang populer, ia mahasiswa biasa saja tanpa ada kelebihan yang bisa membuat seluruh penghuni kampus mengenalnya.

Alisa memilih keluar dari Kamar Gena, semua tanya menguap begitu saja setelah mendapati respon Gena yang begitu pasif.

Gena melirik diam-diam pada ponselnya, ada ragu yang merayap perlahan-lahan ke dalam hatinya.

Mas Sam : Maaf belum bisa jenguk, aku kirim buah-buahan biar kamu cepet sembuh.

Belum sempat Gena membalas pesan dari Samudra, satu pesan sudah kembali masuk dari nama yang sama; Samudra.

Mas Sam :

Gena : Mksh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gena : Mksh.

Gena mengurut pelipisnya, ada banyak kata yang ingin ia keluarkan tapi nyatanya pikirannya kembali buntu menghadapi Samudra.

******

TBC

Ora's Note :

Selamat menapaki tahun baru 2018.
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun kemarin, semoga tahun ini catatan kebaikan lebih banyak dari pada catatan keburukannya. 😆

Untuk yang nunggu buku Rushing sabar yaaaa =) udah mulai dikirim, cuman mungkin karena banyak libur diekspedisi jadi belum nyampe..
Mohon bersabar 😆
Bang Reno akan datang pada waktunya, maafkeun kalau lama.

Terimakasih.
Aylafyuuuuu 😘😘

01-01-2018.

U P S I D ETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang