Telah diumumkan bahwa kelas 12 SMA 28 telah selesai melekasanakan UNBK.
Seperti 3 gadis yang tengah berpelukan. Terharu sudah dari smp mereka bertiga berteman.
"Ga nyangka aja gue, kita bentar lagi bakal pisah." ucap Aish.
"Iya ih sedih gue." Dean terharu menghapus air matanya.
"Iya ya, ga kerasa. Perasaan baru kemarin kita MOS, sekarang udah coret-coret baju." kata (namakamu).
"Uh, gue juga bakal ke stan minggu depan. Buat tes kesehatan lari sama matep." kata Aish dengan kekehanya.
"Gue belum ambil formulir UI sumpah." kata Dean
"Gue udah daftar UGM, UI sama ITB. Sebelum fix pindah. Iseng-iseng aja si." ucap (namakamu)
"Maruk."
"Bodo"
Tiba-tiba Dean dan Aish saling melempar tatapan, membuat (namakamu) bingung.
"Kalian ken-"
"(Namakamu)"
Ucapan (namakamu) terpotong dengan suara khas yang tak asing baginya, suara itu berada dibelakangnya.
(Namakamu) membalikan tubuhnya menghadap pemilik suara itu.
Dan?
Ternyata benar. Cowo dihadapanya memberikan senyuman manisnya. Dengan sweater dan celana jeans hitam dan sepatu cats melekat dikakinya, tak lupa topi dikepalanya.
Cowo itu lantas menarik kekasihnya kedalam dekapanya, Ya Iqbaal sudah pulang dari Amerika.
(Namakamu) sama sekali tak membalas dekapan Iqbaal. Kedua tanganya masih menggantung disisi kanan dan kiri. Sedangkan dagu (Namakamu) berada dibahu Iqbaal.
"I miss you bae." bisik Iqbaal dengan mengeratkan dekapannya.
Iqbaal merasa aneh dengan (namakamu) yang tak memiliki respon apapun. Iqbaal meregangkan dekapanya.
"Kamu kenapa?" Iqbaal menangkup kedua pipi (namakamu).
(Namakamu) hanya menatap Iqbaal, tanpa berniat membalas pertanyaan Iqbaal. Membuat Iqbaal bingung.
"Aku punya salah?"
"Jawab (namakamu), jangan bikin aku bingung."
(Namakamu) melirik Aish dan Dean, yang ditatap pun mengerti. Akhirnya mereka ditinggal hanya berdua. Ditaman belakang sekolah.
"Jawab pertanyaan aku sayang." titah Iqbaal dengan memenggengam kedua telapak tangan (namakamu).
"Sepenting itu dia buat kamu?" kata itu yang mampu yang dikeluarkan (namakamu).
Iqbaal masih dibuat bingung oleh kekasihnya. Membuat Iqbaal frustasi. Ingin berkata kasar namun, asudahlah.
"Siapa si sayang?" tanya Iqbaal hati-hati.
"Hhh, perlu aku perjelas?" jawabnya
"Bilang sama aku, dia siapa?" tanya Iqbaal lagi.
"aku tau satu hal yang terpenting dalam hidup kamu." ungkap (namakamu) melepas kedua genggaman Iqbaal.
"Kamu." balas Iqbaal
(Namakamu) menggelengkan kepalanya, ia menarik tangan Iqbaal dan menunjuk gelang yang tengah dikenakan Iqbaal.
"Aku tau, tau semua. Bahkan tentang gelang ini pun aku tau, aku juga tau siapa yang jemput kamu tengah malem meski itu waktu ujian. Jadi, sudah diperjelas sangat jelas. Apa yang terpenting dalam hidup kamu." papar (namakamu) yang masih berusaha setengah mati tak menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
BUKTI
Teen Fiction"Kau berhasil membuat kutak bisa hidup tanpamu" - Iqbaal Ramadhan UDAH SELESAI YA
