18

6.7K 828 128
                                        

Hari ini sabtu di Amerika, keluarga (namakamu) dan Karel masih dirumah teman Ibu (namakamu).

Hari ini (namakamu), Karel dan Devan beserta tante Helen dan ibu karel menemani anak Helen. Kelulusan anaknya yang bersekolah di UWC.

Anak helen sudah turun dari podium karena hanya sebentar, Helen mulai memvideo anaknya.

" Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan, indonesia." sebut pembaca acara.

Deg!

(Namakamu) mendongakan kepalanya menghadap podium yang menampakan kekasihnya memakai kemeja putih dan celana bahan berwarna hitam dengan kemeja yang dimasukan.

(Namakamu) memejamkan matanya masih mengingat postingan kekasihnya.

messy.crib

❤ 💬 ↪️❤ (namakamu)havea, sweet

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❤ 💬 ↪️
(namakamu)havea, sweet.desire and 180 likes.
messy.crib so happy with u!!
view all comment
condet watt?
zhzhzhz ulala
rshhh cantik bener ball!
gentong ibu negara kumat.

Masih teringat jelas postingan Iqbaal diingatanya. Ia memejamkan matanya melihat senyum itu.

Ini bulan puasa dan dirinya menahan perasaan emosinya, ketika ingin menangis ada sebuah tangan yang menangkup tangan (namakamu).

(Namakamu) menatap kesampingnya melihat siapa ternyata itu adalah Karel.

"Ga usah dipikirin, harusnya lu support cowo lu saat ini. Jangan bikin ulah dulu. Gua pastiin lu yang bakal menang." ucap tenang Karel membuat (namakamu) menghangat.

"Ingat, Tuhan ga akan menyatukan kalian jika hanya untuk saling menyakiti, tapi Tuhan menyatukan kalian karena Tuhan mau tau seberapa kuat kalian melalui itu." Karel masih dengan ketenanganya.

"Jadi, jangan menyudutkan Iqbaal. Lu harus tau perbedaan Indonesia sama amrik." ucap Hanif penuh penekanan.

Sebenarnya Karel yang mengetahui postingan Iqbaal memang meradang, ditambah saudaranya satu ini menangisi lelaki yang sedang bahagia dengan kebahagiaan barunya.

Tapi Karel tau jika dia meledak, (namakamu) akan menjadi sasaran para hatters Iqbaal.

"Gue mau pulang." lirih (namakamu)

"Nanti ya."

"Gue cape, pingin istirahat." kata (namakamu) dengan padangan yang terhenti melihat kekasihnya menggandeng gadis yang Iqbaal posting fotonya.

"Nanti pulang kok (namakamu), tunggu nanti ya." kata Karel.

Karel melirik Iqbaal yang tertawa bahagia dengan merangkul mantanya, tampa mempedulikan kekasihnya.

BUKTITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang