27

7K 830 82
                                        

Iqbaal dan aldi berada dimedan lebih tepatnya dihotel.

"ya kali gua balikan sama doi, disenggol aja dia kaya angry bird" tutur Iqbaal.

"jangan gitu, dia juga yang bikin lu gagal move on mulu"

"dia pacaran sama sahabat gua"

"bukan gua Baal sumpah" Aldi menganggakat kedua jari telunjuknya dan tengah menunjukan piece ✌.

"kalo sama lu, gua ga ikhlas" Iqbaal mengelus-elus lehernya.

"gimana pacaran sama bule?" tanya aldi

"siap-siap vc malem-malem" ujar Iqbaal memainkan iphonenya.

"hp selalu stay ye? Omen menambahkan

"makanya tidurnya siang yang lama ya? Malemnya memulai aksi" Aldi terkekeh melihat Iqbaal yang menunjukan wajah baby facenya.

"baale mah masih suka sam (namakamu), kaya lu aja move onnya lama" Omen menunjuk Aldi.

"si (namakamu) gua pepet ga le?" canda Aldi membuat Iqbaal diam ditempat.

"jangan macem-macem lu" Iqbaal memang rada sentimen sekarang.

"ya elah baale, Aldi udah sana si Kezia ya ga nak?" Omen melempar tawa kepada Aldi.

"lagian cewe lu udah ada doi" celetuk aldi membuat Iqbaal mengingat bahwa (namakamu) adalah mantan kekasihnya.

"gua baru keinget" kekeh Iqbaal.

"sudah yang sabar, Tuhan lagi pingin lu sama doi lu" ujar Aldi.

"bener-bener" Iqbaal memeluk Aldi.

***


"kenapa si harus ke medan? Cuma sehari doang lagi" kesal (namakamu)

Ya (namakamu), Devan, Shenna, Karel dan Hanif. Kenapa Hanif ikut?

Kebetulan ia memiliki acara di medan bersama teman-temannya.

Beda dengan Karel ia menemani (namakamu) yang memang tak mau pergi.

Jika Devan dan Shenna ia akan mengikuti acara.

"gua ga habis pikir, emak gua kenapa fans banget sama cowo kek begitu bentukanye" devan memainkan handsetnya.

"ka, Devan bawel banget asli" Shenna mulai buka suara"

"kamu pulang sama siapa?" tanya (namakamu) kepada Hanif.

"aku bisa naik mobil, danu udah medan bawa mobil dia" jawab Hanif.

"kamu berapa hari disana?"

"kayaknya cuma bentaran, ga nyampe sehari. Cuma ketemuan aja" Hanif memperbaiki jambulnya.

"pipi kamu gendutan ya" (namakamu) menusuk pipi Hanif dengan jempol dan jari telunjuknya.

"kayaknya jarang olahraga" jawab singkat Hanif.

Mereka keluar dari mobil menuju hotel yang sudah di booking oleh Ibunda ya.

"aku beda hotel sama kamu, besok aku kesini" pamit Hanif kepada kekasihnya.

(namakamu) menatap Hanif dengan anggukan dan senyum manisnya.

Ketika Hanif akan melangkah, langkahnya terhenti karena kekasihnya memanggilnya.

BUKTITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang