Setelah jam pelajaran Bahasa Inggris selesai, Anta diminta Pak Jaka untuk membantunya membawa buku-buku catatan teman sekelasnya setelah mereka selesai mengerjakan tugas yang diberikan Pak Jaka minggu lalu. Anta adalah murid yang paling fasih berbahasa Inggris dan telah menjadi murid yang paling dibanggakan oleh Pak Jaka. Anta tidak pernah mendapatkan nilai di bawah sembilan puluh.
Anta mengangkat tumpukan buku yang cukup berat itu dan berjalan keluar kelas untuk pergi ke ruang guru. Tanpa ia sadari, cowok berbadan bongsor itu telah menabrak seorang siswi yang berbadan jauh lebih kecil darinya. Cewek itu sudah terjatuh ke pantatnya. Menyadari ini, Anta langsung mengulurkan salah satu tangannya untuk membantu cewek itu, "Eh, lo nggak apa-apa, 'kan..? Maaf tadi gue nggak lihat-lihat."
Cewek itu mendongakkan kepalanya untuk menatap Anta. Mata kecoklatannya bertemu dengan mata berwarna biru langit milik Anta. "M-m-maaf, kak.." Tanpa berkata lagi, cewek itu langsung meninggalkan Anta disana dengan berlari-lari kecil entah kemana dan menghilang sebelum Anta dapat memanggilnya.
Anta menghela napas dan kembali berjalan ke arah ruang guru, "Coba nanti gue cari orangnya.." Ia menggumam pada dirinya sendiri. Ia kembali berjalan ke kelasnya setelah menaruh buku-buku itu di meja Pak Jaka. Jam pelajaran Matematika hari ini dikabarkan kosong karena Bu Wija sedang sakit. Jadi, suasana kelasnya berubah menjadi pasar malam. Shanti, ketua kelas hanya mengatur teman-temannya untuk tetap tenang sebisa kemampuannya. Walaupun terkenal galak, omelan Shanti tidak pernah mempan terhadap teman-teman sekelasnya.
"Wih, enak banget tuh.."
"Aduh, nggak kuat liatnya, mantap bro.."
"Keenakan nih, jadi pengen.."
"HEH, ITU YANG DI POJOKAN LIHAT APA YA?!" Shanti menghampiri Arya, Dhanu, dan Nicko yang sedang menggerombol di pojokan kelas, menonton sesuatu dari HP milik Arya. "SINI! KASIH GUE HP-NYA!"
Ketiga cowok itu langsung menatap Shanti, "Eh, ogah! Lagi seru ini!" Nicko melambai-lambaikan tangannya seakan mengusir Shanti, "Udah sana, lo belajar aja."
"Itu lihat dulu kalian nonton apa!" Shanti dengan paksa mengambil HP itu dari tangan Arya, berhasil membuat ketiga cowok itu merengek. "Dasar ya, kalian cowok-cowok tontonannya!" Shanti menggelengkan kepalanya sebelum melihat apa yang ditonton oleh mereka. Ia terdiam sejenak.
'TOP 10 makanan paling enak di dunia'. Itulah judul video yang mereka tonton.
"Kita nonton makanan kok," Arya mengambil kembali HP-nya dari genggaman Shanti, "Ternyata lo yang pikirannya mesum."
Shanti mengerang kesal, "Gimana nggak mesum?! Kalian mendesah-desah gitu nontonnya!"
"Enak lihat makanannya." Dhanu menambahkan, membuat cewek itu dengan sebal berjalan menjauhi mereka. Ketiga cowok itu hanya melanjutkan tontonan mereka.
Anta yang baru saja memasuki kelas heran melihat Shanti yang menggerutu kesal di mejanya. Pasti diganggu sama tiga orang itu, batinnya. Mereka sudah biasa menjahili teman-teman sekelas, apalagi Shanti karena dia ketua kelas. Anta hanya menggelengkan kepalanya dan duduk menyendiri di bangku paling depan. Ia mengambil HP-nya dan juga earphone dari saku celananya. Anta memang lebih memilih untuk menyumpal kupingnya dengan lagu-lagu kesukaannya daripada bersosialisasi. Anta adalah tipe orang yang menyendiri.
Tak lama setelah memejamkan kedua matanya, Anta merasakan tepukan di bahunya, membuatnya membuka mata untuk melihat siapa yang berada di dekatnya. Ternyata orang itu adalah Nicko. Anta pun langsung menyopot earphone-nya dari telinga.
"Lo tadi kemana aja? Batang hidung lo nggak kelihatan," Nicko terkekeh, "Gue kemarin udah tanya sama adik gue. Katanya temen-temen adik gue banyak yang masih jomblo, lu coba aja deketin satu."

KAMU SEDANG MEMBACA
So, Which One? [COMPLETED]
Teen FictionSaudara laki-laki kembar yang mendapatkan gelar "Pangeran Sekolah" bernama Anta dan Arya, dipertemukan dengan adik kelas mereka yang bernama Emma. Apakah kedatangan Emma akan merusak tali persaudaraan mereka yang terjaga erat? Dan siapakah yang aka...