"Kalau Emma mau sama si Arya, gue rela lepasin dia. Gue juga nggak punya hak apa-apa untuk melarang dia suka sama siapa."
Nicko menghela napas panjang, "Gue tahu lo pasti cemburu karena Arya tadi bawa Emma ke atas panggung, iya 'kan?" Ia meminum soda yang ia beli. "Kenapa sekarang lo nggak sama Emma? Ajak lah dia keliling."
"Dia tuh aneh, Nick. Dia kelihatan senang kalau di dekat gue, tapi kenapa dia kelihatan lebih senang kalau sama Arya," gumam Anta. "Gue jadi bingung kalau sekarang mau deketin Emma.. takutnya dia malah jadi keganggu gara-gara gue."
"Terus lo mau ngapain? Tanya langsung ke si Emma?"
Anta terdiam. Benar juga, bila ia menanyakan perihal ini pada Emma, ia bisa mendapatkan kejelasan dari gadis itu. Apakah sekarang saat yang tepat untuk bertanya padanya? Malam ini? Kapanpun itu, Anta harus siap sakit hati bila Emma tidak memilihnya dan juga siap menghela napas lega bila Emma memilihnya.
Mungkin nanti bila acara sudah akan selesai, Anta akan bertanya pada Emma. Ia tidak memberi tahu Nicko atau yang lainnya, ini adalah rencananya sendiri dan ia juga tidak ingin dibantu.
"Gue pergi dulu bentar kesana, mau beli sesuatu." Anta menunjuk ke arah orang-orang yang sedang berjualan, entah itu makanan atau sekedar pernak-pernik. Siswa-siswa banyak yang berjualan, karena memang pihak sekolah mengadakan kegiatan itu untuk mereka. Kebanyakan siswa hanya menjual makanan dan bunga atau cokelat, siapa tahu ada yang mau menyatakan cinta saat acara itu dan tidak membawa persiapan.
Anta kembali berpikir, apakah ia harus bertanya dan memojokan Emma pada dua pilihan yang belum tentu akan dipilihnya? Anta sebenarnya tidak tega bila harus memaksa Emma untuk menjawab pertanyaan yang akan ia lontarkan.
Dia atau Arya.
Ada juga kemungkinan dimana Emma nantinya tidak akan memilih mereka berdua, mungkin agar adil? Tahu sendiri sikap Emma, belum diajak bicara saja sudah gugup. Anta menggelengkan kepalanya, pusing memikirkan permasalahan ini.
Ia berjalan ke murid-murid yang berkeliling menjual bunga mawar dan cokelat. Dilihatnya Raka ikut berjualan dengan teman-teman sekelasnya, menawarkan bunga yang dia pegang. "Lo jualan?" tanya Anta yang berjalan mendekati Raka.
Raka menghela napas dengan malas, "Iya nih... gara-gara cewek kelas gue pada jualan beginian, yang cowok suruh bantuin sampai laku semua."
"Lo juga mau. Itu satunya berapa?" Anta kembali bertanya sambil menunjuk ke bunga-bunga mawar yang dibawa Raka. "Gue ambil deh satu." Ia merogoh sakunya untuk mengeluarkan dompetnya.
"Akhirnya ada yang beli juga!" Raka menjawab dengan senang, "Lima ribu aja, bos. Mau dikasih ke siapa nih? Pasti si Emma ya~" Ia terkekeh.
Anta hanya tersenyum dan memberikan selembaran uang lima ribu rupiah ke Raka. Temannya itu pun memberikan satu tangkai bunga mawar yang sudah dihias dengan pita dan plastic pembungkus tangkainya. Bunga mawar yang dipilih oleh Anta berwarna putih, mengingat warna kesukaan Emma adalah putih.
"Oh iya, ngomong-ngomong soal Emma, tadi gue lihat dia lagi jalan-jalan sama si Arya. Kayaknya mereka lagi mau cari makanan deh, barusan aja sebelum lo dateng mereka lewat sini."
Oh, wow, Rak. Gue baru aja beli bunga dari lo yang niatnya mau gue kasih ke Emma dan lo sekarang bilang gitu ke gue? Ah, sialan lo.
Anta tertawa kecil dengan canggung, "Gitu? Ya udah, coba nanti gue susul. Gue duluan ya, mau beli makanan dulu."
"Oke!"
Suasana hati Anta jadi terpenuhi dengan awan mendung lagi. Ia berjalan menuju ke bagian penjual makanan dan membeli beberapa makanan untuk dirinya sendiri. Anta membeli es krim dan juga roti bakar. Karena Nicko sudah tidak ada di tempat pertama kali mereka nongkrong, Anta pun berjalan sendiri ke dalam sekolah untuk melihat-lihat karya apapun itu dari program ekstrakulikuler sekolah mereka. Setiap kelas ekstrakulikuler mengadakan pameran kecil-kecilan agar adik kelas dapat memilih ekstra yang mereka suka untuk bergabung.

KAMU SEDANG MEMBACA
So, Which One? [COMPLETED]
Teen FictionSaudara laki-laki kembar yang mendapatkan gelar "Pangeran Sekolah" bernama Anta dan Arya, dipertemukan dengan adik kelas mereka yang bernama Emma. Apakah kedatangan Emma akan merusak tali persaudaraan mereka yang terjaga erat? Dan siapakah yang aka...