Kak Adit yang berada di belakan Nayla yang tak jauh 3 langkah merasa kaget karena sahabat lama adiknya yang sudah lama tidak bertemu ternyata itu adalah Khesya.
*****
"Lo?!" teriak kak Adit yang spontan kaget
"Kok kamu sama dia..." ujar Khesya yang merasa bingung
"Ehm..jadi udah pada kenal nih?sorry Key gua gak pernah ngasih tau ke lo tentang dia karena dia itu nyebelin banget. Dia ini kaka gua, kak Adit" jawab Nayla sambil tersenyum
"Kamu gak mau gitu punya kaka kayak dia?" tanya Khesya sambil berbisik dan wajah yang polos
"Eh maksud lo apa-apaan nih?!" jawab kak Adit sambil mengkerutkan keningnya
"Kan aku nanya doang, pepatah berkata malu bertanya sesat dijalan" jawab Khesya sambil tertawa kecil
"Bodo amat!gua gak kenal sama si pepatah!gua kenalnya kang Asep tukang kebun ruma gua" jawab kak Adit acuh tak acuh
"Sayangnya aku gak nanya kaka kenal sama si pepatah atau nggak" jawab Khesya yang membuat kak Adit menjadi jengkel
"Udah udah ah!kalau ribut terus kapan duduknya?dari tadi gua berdiri terus nih jadi penonton setia kisah cinta kak Adit sama lo sampe kaki gua pegel nih..lo gak kasihan sama gua" cletuk Nayla yang mulai mendengus kesal
"Kak Adit duluan tuh yang nyari ribut" jawab Khesya sambil memajukan bibir bawahnya beberapa centi
"Eh krongkongan semut!sejak kapan gua nyari ribut sama lo?dari zaman Jahiliyah sampe zaman generasi micin juga gua gak pernah ngajak lo ribut ya!" jawab kak Adit sambil mengangkat jari telunjuknya
"Eits..berarti kaka udah tua dong?berarti seharusnya kaka udah berabad-abad umurnya"
"Kenapa sih lo ngajakin gua ribut terus hah?!" tanya kak Adit mulai dongkol
"Aku?ngajak ribut?denger ya kak..dari aku masih berbentuk sperma sampe sekarang aku gak pernah ngajak kaka ribut, mending ngajak nikah dari pada ngajak ribut" ceplos Khesya dengan nada cepat
"Nikah?idih ogah gua nikah sama cewe nyebelin kayak lo"
"Aku juga gak mau ya nikah sama cowo sok famous kayak kak Adit"
"Udah selesai belum?terus aja gua dijadiin penonton setia kalian, gak malu diliatin banyak orang" cletuk Nayla yang kesal
Khesya dan kak Adit melirik seluruh cafe dan benar, banyak pasang mata yang terus memperhatikan mereka
"Buat malu gua aja lo" bisik kak Adit kepada Khesya
"Eh..hahaha makan yuk pesan aja nanti dibayarin kak Adit" cletuk Khesya tanpa dosa
"Eh!apa-apaan lo?!" jawab kak Adit yang spontan kaget
"Sssttt....diem jangan bawel" jawab Khesya sambil menaruh jari telunjuknya di bibir kak Adit
Kak Adit mendadak membeku, berkeringat dingin, badannya mulai gemetar, salah tingkah seperti habis melihat setan karena Khesya telah menyentuh bibirnya, biasanya jika dia disentuh oleh siapapun dia tidak pernah membeku seperti ini tapi jika Khesya menyentuhnya kak Adit langsung membeku dan salah tingkah tanpa alasan.
Mereka duduk mulai memesan makanan dan minuman.
Drrrtt...drrrttt...drrrtt...
David calling..
"Gua terima telpon bentar ya" ujar Nayla sambil bergegas keluar dan meninggalkan Khesya dan juga kak Adit
Khesya dan kak Adit saling bertatapan, Khesya menatap kak Adit dengan tatapan kosong sedangkan kak Adit menatap Khesya dengan sorotan tajam.
"Apa lo liat-liat" ujar kak Adit yang membuat Khesya menjadi kaget
"Ih PD banget sih" jawab Khesya yang sedikit kesal
"Halah!lo dari tadi liatin gua terus kan?ngaku lo!gua tau,kalo gua ini ganteng melebihi kaka lo" jawab kak Adit dengan penuh percaya diri
"Kalo mimpi jangan ketinggian, nanti kalo jatoh sakit loh" jawab Khesya sambil tersenyum miris
Kak Adit bangun dan berpindah tempat duduk tepat disebelah Khesya, Khesya mulai gugup karena baru kali ini kak Adit duduk disebelahnya dengan dekat, benar-benar sangat dekat!
Kak Adit mengangkat tangannya lalu mengarahkannya ke kening Khesya dan membuat mata Khesya membulat sempurna karena merasa kaget dengan aksi kak Adit. Kak Adit mulai menggelengkan kepalanya lalu menurunkan tangannya.
"Kasihan" ujar kak Adit dengan miris
"A..ada apa?" jawab Khesya dengan bingung
"Lo panas, pantesan aja gak waras. Kasihan gua sama lo saking panasnya kepala lo, lo malah jadi gak waras kayak gini" jawab kak Adit dengan miris sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Hello!yang ada tuh kak Adit yang gak waras ya..udah tau jelek eh malah ngaku-ngaku ganteng,paling itu mukanya polesan bedak 7 meter terus pakai lipstik 3 meter sama pensil alisnya 5 meter makanya mereka semua mengira kalau kak Adit itu ganteng!aku tau kok mereka yang bilang kak Adit ganteng itu pasti khilaf semua,pasti mata mereka tertutup sama dosa-dosa mereka sampai-sampai gak bisa bedain mana yang beneran ganteng dan mana yang (sok) ganteng" jawab Khesya dengan jutek
"Lo itu emang sama ya kayak Nayla!Sama-sama gila, Sama-sama gak waras, sama-sama suka nyari ribut, emang jodoh ya lo berdua" ceplos kak Adit
"Ya namanya juga sahabat,pasti punya kesamaan lah! Kak Adit juga punya kesamaan kan sama geng kak Adit yang (sok) populer itu!sama-sama sering masuk ruang BK, sama-sama bikin onar di sekolah,sama-sama (sok) famous and (sok) kegantengan, dan sebagainya" balas Khesya dengan cepat yang tak ingin kalah debat
"Banyak bacot lo!masih gua liatin,belom aja gua sleding kelapa lo!" jawab kak Adit dengan kesal
"Kepala kak bukannya kelapa" jawab Khesya dengan cuek
"Terserah gua lah,kan gua senior lo" jawab kak Adit dengan santai
"Ya terus kalau kak Adit senior aku kenapa?" tanya Khesya sambil mengkerutkan keningnya
"Ingat! pasal 1 senior selalu benar, pasal 2 jika senior salah maka kembali ke pasal 1" jawab kak Adit sambil menahan tawanya
"Iyain biar cepat" jawab Khesya yang tak ingin memperpanjang perdebadan
"Lo itu emang unik ya, lo berbeda dengan seluruh perempuan yang lainnya, lo emang perfect" gumam kak Adit sambil tersenyum
"Walaupun kita ini berbeda, tapi dari perbedaan itulah kita bisa melengkapi perbedaan diantara kita"
_________________________________________
PENASARAN DENGAN CERITA SELANJUTNYA?COMMENT YA...
YUK BACA TERUS DAN JANGAN LUPA VOTE " DETIK "
DAN JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM AKU YA...
@DESISYFTRI
TERIMA KASIH
SALAM
DESI SYAFITRI
KAMU SEDANG MEMBACA
Detik
Teen FictionBEBERAPA PART TELAH SAYA PRIVATE, JADI SILAHKAN FOLLOW AKUN SAYA TERLEBIH DAHULU. Mendapatkan seorang senior? Itu bukanlah hal yang mustahil, hanya saja sulit. Seorang junior yang lugu mencintai seorang senior yang keras, dingin, dan juga arogan. Ha...
