Kak Adit langsung turun kebawah dan kekantin membeli minuman dan roti untuk Khesya. Setelah dari kantin, kak Adit langsung kelapangan dan dia melihat Khesya yang mulai jalan tak beraturan,tubuhnya memucat,keringat yang terus mengalir dengan deras.
"Cukup!berhenti!jangan dilanjutin lagi!" teriak kak Adit sambil berlari kearah Khesya
Khesya hanya meliriknya dan mengabaikan teriakan kak Adit. Kak Adit langsung menarik Khesya dan dia mulai terjatuh.
Bruggg...
"Key..key..sadar key.." ujar kak Adit yang sangat panik
"Ak..aku baru 36 pu..putaran ka..ak..aku belum lak..laksanain se..semuanya" jawab Khesya sambil mengatur Napasnya
"Udah,lupain aja hukuman itu. Sekarang lo minum dulu dan makan nih roti" jawab kak Adit yang masih merasa panik
"Aku gak kenapa-kenapa kok,aku masih kuat" jawab Khesya sambil tersenyum
"Lo kuat apanya hah!badan lo mulai dingin,mulai pucat" jawab kak Adit yang tak bisa mengontrol kecemasannya
"Tapi kak.."
"Lo jangan banyak ngomong!sekarang minum terus makan roti" jawab kak Adit yang mulai tak sabar
"Aku gak mau kak" jawab Khesya yang mulai mengepalkan kedua tangannya
"Key,nanti lo bisa sakit. Jangan buat gua jadi lebih merasa bersalah deh" jawab kak Adit sambil memelas
"Kaka gak salah kok" jawab Khesya sambil tersenyum manis
"Ya ampun Key,jangan keras kepala" jawab kak Adit yang mulai geregetan
"Aku gak..."
"Jangan keras kepala!" Perintah kak Adit yang membuat Khesya menjadi kesal dan memajukan bibirnya beberapa centi
Khesya langsung minum dan makan roti yang telah diberikan oleh kak Adit.
"Udah tuh,puas?" tanya Khesya dengan kesal
"Sangat puas" jawab kak Adit dengan santai
"Ih nyebelin" jawab Khesya sambil mendesis kesal
"Gak tau terima kasih ya lo,masih untung gua tolongin kalau nggak lo udah jatuh ditengah lapangan" jawab kak Adit dengan kesal
"Biarin aja kan itu juga disuruh sama kak Adit" jawab Khesya sedikit sinis
"Lo itu emang nyebelin banget ya" jawab kak Adit yang mulai gemas
"Nyebelin aja,kalau nyebelin banget itu mah kak Adit" cletuk Khesya dengan santai
"Terserah lo!emosi gua" jawab kak Adit sedikit nada tinggi
"Jangan emosi nanti cepat tua loh" jawab Khesya sambil tertawa kecil
Kak adit langsung bangun dan menguluran tangannya kepada Khesya.
"Ayo bangun,gak enak kalau kelamaan disini" ujar kak Adit dengan datar
"Kenapa?" tanya Khesya sambil menerima uluran tangan kak Adit
"Gua tadi izinnya mau angkat telpon,tapi gua liat kondisi lo kayak gitu ya..." jawab kak Adit dengan jujur
"Yaudah,ayo" jawab Khesya sambil menarik tangan kak Adit dengan erat
Mereka berjalan menaiki tangga dan tanpa mereka sadari bahwa mereka sejak tadi bergandengan tangan.
Mereka telah sampai di ruang Osis,seluruh mata tertuju kepada kak Adit dan juga Khesya. Tak hanya kepada mereka tapi juga tertuju dengan tangan mereka yang saling menggenggam erat.
"A..ada apa?" tanya kak Adit yang mulai dibuat bingung
"Ehem...bedain kali dimana di ruang Osis sama diluar" jawab kak Rey
"Maksud lo?" tanya kak Adit yang semakin bingung
Kak Aulia memberikan bahasa isyarat kepada kak Adit yaitu menunjuk tangan kak Adit dan menggenggam tangan kak Aulia yang berarti bahwa tangan kak Adit dan Khesya saling menggenggam erat, kak Adit dan Khesya saling menatap lalu melihat tangan mereka dan mereka langsung melepas genggaman mereka.
"Gimana telponannya tadi?"tanya kak Rey sambil menyindir
"Biasa aja" jawab kak Adit dengan singkat
"Beneran telponan gak tadi?" tanya kak Andy
"Iyalah" jawab kak Adit dengan datar
"Kok balik kesini bawa cewe" jawab kak Andy dengan ketus
"Menurut lo?" tanya kak Adit dengan tajam
"Udah lah..gak enak dilihat sama anak kelas 10" ujar kak Aulia dengan pelan
"Jangan salah paham dulu ya semuanya,saya tadi memang lagi telponan namun saya liat Khesya masih berlari dia sudah hampir pingsan,saya langsung menghampirinya untuk menolongnya jadi saya mohon jangan ada yang berpikiran negative ya" penjelasan kak Adit kepada semuanya
"Ya kan itu salah lo sendiri,kenapa lo ngasih hukuman yang berat hah?mendidik?itu bukan mendidik tapi menyiksa" jawab kak Marchel dengan tajam
"Lo gak usah jadi provokator!" Jawab kak Adit tak kalah sengit
"Maaf ya kak,saya bukannya mau membela tapi yang dibilang kak Adit itu benar" jawab Khesya dengan jujur
"Yaudah sih gak usah diperpanjang lagi,gak malu?" jawab kak Aulia yang ingin melerai
Kak Adit dan Khesya kembali duduk dan keadaan menjadi tenang kembali.
"Kok gua masih merasa bersalah sih sama dia" gumam kak Adit
"Dit,udah lah lo itu gak salah"
"Tapi kasihan gua sama dia"
"Apa tindakan gua salah?"
"Apa sih?!kok gua jadi gak jelas gini sih"
_________________________________________
PENASARAN DENGAN CERITA SELANJUTNYA?COMMENT YA...
YUK BACA TERUS DAN JANGAN LUPA VOTE " DETIK "
DAN JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM AKU YA...
@DESISYFTRI
TERIMA KASIH
SALAM
DESI SYAFITRI
KAMU SEDANG MEMBACA
Detik
Fiksi RemajaBEBERAPA PART TELAH SAYA PRIVATE, JADI SILAHKAN FOLLOW AKUN SAYA TERLEBIH DAHULU. Mendapatkan seorang senior? Itu bukanlah hal yang mustahil, hanya saja sulit. Seorang junior yang lugu mencintai seorang senior yang keras, dingin, dan juga arogan. Ha...
