Lestari merapikan cardigan coklatnya setelah melepas seatbelt.
Turun dari honda jazznya dan melangkah menuju rumah bercat putih susu dihadapannya.
Menekan bell dan tak lama kemudian Bang Udin,Satpam dirumahnya Daren membuka pintu pagar.
"Eh non Lesta"
"Iya Bang,Darennya ada kan?"
"Ada Non. Non Rebeca juga ada didalam".
Lestari tersenyum masam,saat mengetahui bahwa Rebeca ada dirumah Daren.
Setelah berpamitan pada bang Udin,Lestari melangkahkan kaki jenjangnya lebar-lebar.
Masuk kedalam rumah dengan jantung yang berdebar.
Saat masuk, Lestari mendapati pemandangan yang membuat dadanya makin sesak.
Dengan Daren yang membelakanginya duduk menghadap Rebeca.
Jarak mereka kian dekat,saat Rebeca mencondongkan tubuhnya ke arah Daren,dan menyentuh bibir Daren.
Yang lebih membuat sakit Lestari lebih dalam,saat Rebeca menyadari keadaan Lestari dan menunjukan Senyuman liciknya.
Cukup sudah. Lestari tak mampu membendung lagi kekesalan dihatinya.
Mengambil benda pipih disakunya, membuka ikon yang berbentuk buku dan mengetikkan nama "Genta" dikolom pencarian dan dengan cepat menekan tombol hijau.
Setelah sambungan telpon terhubung suara berat diujung sana menyapa.
"Halo Lestari,ada apa?"
"Gen,Lo dimana?".
"Gue dirumah Lestari".
"Boleh gak kita ketemu di warung mang ujan?".
"Of course Lestari".
Setelah mematikan sambungan telpon,dengan langkah sedekit berlari Lestari meninggalkan rumah Daren.
Lestari butuh tempat bercerita, air mata turun tanpa ampun dari mata coklatnya.
Lestari sudah biasa dikecewakan.
Namun Lestari tak menyangka bahwa Daren adalah dalang yang membuatnya tersakiti.
"Kecewa mungkin hal yang biasa, namun yang menjadi luar biasa sakitnya,saat orang yang mengecewakan itu KAMU,Dar." Lestari menguman.
******
Genta mengusap rambut hitam legam disampingnya, mencoba memberikan rasa nyaman.
Sedangkan sosok disampingnya tengah memainkan sedotan dengan asal.
"Jadi apa yang harus gue lakuin Gen?". Lestari memecah keheningan diantara mereka.
Genta menatap mata coklat dihadapannya, tersenyum sebelum menjawab, "Lo tau yang harus lo lakuian Lestari. Semua yang lo lihat belum tentu itu benar.Lagian lo gak sempat nanya kan ke Daren apa yang sebenarnya terjadi?".
"Tapi Gen,jarak mereka itu terlalu dekat.Dan Daren bahkan gak menghindar". Lestari menarik nafas sebelum melanjutkan kalimatnya, "ternyata mempercayakan terus dikecewakan sesakit ini yah?".
"Tetapi mencintai dalam diam lebih sakit Lestari". Genta berucap dalam hati. Lagi-lagi nyalinya terlalu ciut untuk mengungkapan perasaannya yang sebenarnya. Genta menepis pikirannya.
Dengan lembut dia hanya kembali mengusap rambut Lestari lagi.Aroma shampoo strawberry menenangkan menguar dari rambut hitam legam disampingnya.
"Gen, kok lo diam aja sih?".
"Lo merasa sakit karena berpikiran bahwa Daren nyaman disamping Rebeca, tapi kenyataannya kan belum tentu seperti itu". Genta tersenyum meyakinkan.
Namun dibalik senyumnya ada ribuan luka yang seolah ikut menertawakannya. Merasa Genta terlalu bodoh. Ini kesempatan yang sangat tepat untuk mendapatkan Lestari kalau Genta mau. Namun Genta gak selicik itu. Merebut sesuatu yang bukan miliknya adalah tindakan yang konyol dan memalukan.
Mencintai gak boleh seceroboh itu.
Lestari hanya mengetukan jemarinya ke atas meja, dan membenarkan perkataan Genta.
"Benar Gen.Gue yang terlalu cemburu berlebihan. Gue hanya melihat sekilas tanpa tau apa yang terjadi. Btw thanks yah udah mau jadi teman cerita buat gue". Lestari tersenyum tulus dan mengenggam tangan kekar dihadapannya.
Tanpa Lestari sadari,jantung Genta berdebar dua kali lebih cepat saat tangan mungil itu mengenggam tangannya.
"Mulai sekarang lo gue anggap sebagai sahabat gue". Lestari berucap.
Deg. Genta tertampar. "Lestari hanya menganggap lo sebagai sahabat. Tau diri dong Gen".
Genta tersenyum sambil menahan rasa sesak didadanya.
Sesakit inikah?Namun cuman Lestari dan Bunda yang membuatnya bertahan hingga sekarang.
Jadi sesakit apapun Genta mencintai Lestari. Dia akan tetap berjuang.
Karena semenjak Lestari hadir, kosa kata "menyerah pada hidup" hilang begitu saja dari kamus kehidupan Genta.
******
Notes Author : huhuhuhuhaaaaaaaaaaa akhirnya kelar juga part ini😂.
Gimana? Akhir-akhir ini memang udah aku buat konfilk
Karena tinggal beberapa bab lagi, cerita ini bakal Tamat !!!!
Makasih yah udah jadi pembaca setia aku😍
Vote dan comment kalian adalah salah satu alasan mengapa aku jadi sering update😂
Pkoknya Love kalian semua yang udah ngedukung aku😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Udah dulu ya Notenya
Tunggu babang Daren dibab berikutnya
Jangan lupa Vote,comment yah guys
Love😍😍😍😍
KAMU SEDANG MEMBACA
"Bitter Love" (TAMAT)
RomanceYour silence is my wound, Your happiness is my breath ❤ -Daren Prasetya ***** Lestari seorang gadis manis yang menjadi pelengkap dalam hidup Daren Prasetya(First Love). Begitupun Lestari menganggap Daren sebagai pengganti "sosok Ayah" dalam kehidu...
