"KYUNGSOO"
Kyungsoo yang mendengar teriakan chanyeol yang memanggil namanya dari kamar, langsung mengangkat kepalanya yang sedari tadi ia benamkan dikedua telapak tangannya.
Kyungsoo segera menghapus air matanya dan beranjak menghampiri chanyeol.
"KYUNGSOO".
Lagi!
suara teriakan chanyeol sangat keras dan mungkin akan terdengar sampai diluar rumah. Dengan langkah cepat, kyungsoo menaiki 1 persatu anak tangga rumah chanyeol.
Jongdae yang sedari tadi menemani kyungsoo untuk sekedar menenangkannya usai kejadian yang baru saja terjadi 30 menit lalu, mengikuti kyungsoo dari belakang.
Ceklek!
Kyungsoo membuka pintu kamarnya dan ia melihat chanyeol berdiri membelakangi jendela kamar.
"Bukankah aku hanya memanggil kyungsoo?" Tanya chanyeol dengan sinis ketika melihat jongdae berada dibelakang kyungsoo.
Kyungsoo yang tidak menyadari bahwa jongdae mengikutinya langsung saja berbalik dan meminta jongdae untuk meninggalkannya.
Dengan langkah ragu, jongdae meninggalkan kyungsoo.
"Tutup pintunya" perintah chanyeol.
Kyungsoo menutup pintu dengan perlahan dan sesekali melirik chanyeol yang masih menatapnya dengan tajam.
Kyungsoo pov
Setelah aku menutup pintu kamar sesuai perintahnya, aku masih terdiam ditempat aku berpijak.
Aku menundukkan kepalaku tak berani hanya untuk sekedar menatap mata tajamnya.
Sesuai perkataanku tadi saat ia baru pulang kerja.
Aku siap
Sangat siap menerima apapun yang akan ia lakukan padaku.
Toh aku sudah biasa menerima segala kekasaran dan kekerasan yang ia berikan kepadaku.
"Apa kau seorang jalang yang sangat handal?"
Aku menatapnya tak percaya dengan pertanyaannya.
Pertanyaan macam apa itu?
Apakah dirinya tidak sadar ketika ia memperkosaku dengan kasar?
Dialah yang mengambil harta berhargaku dan dialah yang mengambil ciuman pertamaku.
Bisa bisanya dirinya masih menganggapku jalang?
Sesak rasanya!
"Aku bukan jalang" ucapku lirih berusaha untuk menahan air mataku yang sudah menggenang dipelupuk mataku.
Aku memejamkan mataku ketika mendengar suara tawanya yang cukup kencang dan saat itu pula air mataku jatuh dipipiku.
Apa yang lucu dari ucapanku?
Aku memang bukan jalang.
Bukan!
"Benarkah? Lalu mengapa jongdae selalu berusaha untuk melindungimu? Apa kau memberikannya imbalan tubuhmu agar melindungimu dariku? Tapi sayangnya jongdae tak memiliki kuasa lebih untuk itu" ucapnya dengan nada dingin dan senyuman iblisnya.
Aku hanya menggelengkan kepalaku! Entah mengapa untuk sekedar melawan perkataannya saja membuat lidahku keluh.
Sangat sulit untuk mengeluarkan kata kata perlawanan.
Aku hanya mampu menangis dan menangis mendengar perkataannya yang begitu menyakitkan.
Lebih baik aku disiksa olehnya dari pada aku harus mendengar kata kata hinanya.
Aku berjalan mundur ketika aku mendengar suara langkah kakinya berjalan mendekatiku.
Aku mendongakkan kepalaku untuk melihatnya.
Wajah yang seperti biasa ku lihat.
Wajah tegasnya, rahangnya yang mengeras, tatapan mata yang seakan membunuh serta kepalan tangannya.
Aku yakin setelah ini pasti ia akan memukulku, menyiksaku.
Aku terus melangkah mundur hingga aku tidak dapat lagi melangkah.
Punggungku sudah menatap pintu kamar dan chanyeol sudah berada tepat dihadapanku.
Aku membuka kedua mataku yang kupejamkan untuk menatap matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
What Did I do Wrong? (Chansoo GS) END
Romanceharuskah aku hidup seperti ini? sampai kapan aku harus bertahan dengan semua penderitaan ini tuhan? adakah sedikit kebahagiaan untukku? siapa diriku? siapa orang tuaku? aku bahkan belum pernah melihat mereka, atau aku bahkan tidak akan pernah melih...
