haruskah aku hidup seperti ini? sampai kapan aku harus bertahan dengan semua penderitaan ini tuhan?
adakah sedikit kebahagiaan untukku?
siapa diriku?
siapa orang tuaku?
aku bahkan belum pernah melihat mereka, atau aku bahkan tidak akan pernah melih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku diam dalam kesedihan ini Aku bisu dalam kesepian ini Aku tak dapat merasakan hangat sentuhanmu Aku tak dapat rasakan tulus cintamu Sesakit inikah aku mencintaimu Sepedih inikah takdir hidupku Aku dapat melihatmu Aku dapat menyentuhmu Aku dapat mendengar suaramu Kau selalu dapat ku jangkau Kau selalu bersamaku Ditempat yang sama Dilingkungan yang sama Namun apa arti semua itu jika cinta hanya aku yang memilikinya? Apa arti semua itu jika aku tak dapat menyentuh hatimu? Berkali kali kau menyakitiku Berkali kali juga aku memaafkanmu dalam diamku Aku lelah, aku ingin menyerah Tapi apa aku bisa? Terlalu dalam cinta yang kau tanamkan dalam hatiku Hingga aku tak sanggup menghapusnya.
Aku mencintaimu suamiku
😢😢😢
Chanyeol pov
Aku terbangun dari tidurku seperti biasa pukul 06.00 Aku mengernyit lalu mengusap wajahku ketika aku tidak mendapati kyungsoo disampingku. Aku melupakan sesuatu bahwa aku telah memintanya untuk tidur dikamar lain. Tak ingin memikirkannya, dengan segera aku bersiap siap untuk pergi ke kantor dengan segala situasi baru yang harus aku hadapi.
Tidak butuh waktu lama. Hanya 20 menit aku sudah siap dengan penampilanku. Aku melangkah keluar dari kamarku.
"Chanyeol"
Langkahku terhenti di tengah anak tangga ketika melihat kyungsoo baru saja keluar dari kamar itu dan berdiri disana dengan tatapan sendunya. Sungguh aku tidak bisa melihat wajahnya. Aku tidak ingin dendamku menguasai diriku dan membuatku kembali menyakitinya seperti dulu. Jujur! Aku tidak ingin bersikap seperti ini padanya. Tapi apa yang bisa aku lakukan untuk mengendalikan diriku sendiri. Kenapa harus kyungsoo? Kenapa harus dia yang menjadi anak dari jalang itu? Bayang bayang wajah jalang itu selalu menghantuiku setiap aku menatap wajah kyungsoo.
Aku memilih tidak menjawab panggilannya. Aku terus melangkah dengan santainya dan melewatinya begitu saja. Aku tau hatinya pasti sakit karena sikapku. Aku mendengar langkahnya dibelakangku. Sepertinya dia mengikutiku
"Mau aku buatkan susu?" Tanyanya saat aku baru saja mendudukkan diriku dimeja makan untuk menyantap sarapan pagi seperti biasa.
"Tidak!" Jawabku dengan ketus.
Aku melihat kyungsoo mengangguk sambil tersenyum. Bukan senyum bahagia, melainkan senyum yang dipaksakan untuk menutupi rasa sakitnya. Aku tau itu. Senyumannya begitu berbeda.
"Chanyeol...apa aku boleh keluar untuk berbelanja bahan makanan? Di kulkas sudah hampir kosong" izinnya.
"Terserah kau saja" jawabku dengan santai. Selama dia tinggal bersamaku, aku tidak pernah membiarkannya pergi dari rumah. Mungkin dengan mengizinkannya untuk pergi sekedar berbelanja tidak masalah bukan? Dengan seperti ini aku juga tidak perlu menghindarinya agar tidak bertatapan dengannya terus menerus.