Waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi. Langit yang gelap telah berubah terang seiring berjalannya waktu.
Seorang pria tampan menggeliat ketika tidurnya terasa terusik oleh sinar matahari yang mengintip dibalik gorden jendela kamarnya.
"Sial" umpat chanyeol karena tidurnya terganggu.
perlahan chanyeol mendudukkan dirinya lalu bersandar pada kepala ranjangnya dengan punggung tangan yang terus mengusap usap matanya yang terasa berat untuk terbuka sempurna.
Merasa matanya sudah dapat melihat dengan jelas, chanyeol beranjak dari ranjangnya. Langkahnya berhenti ketika melihat seorang gadis yang tak lain adalah istrinya sendiri meringkuk diatas lantai tanpa alas apapun, tanpa selimut, dan tanpa bantal. Chanyeol menatap datar kyungsoo yang tidur dengan cara yang terlihat begitu menyakitkan.
Chanyeol berjalan mendekati kyungsoo lalu berjongkok tepat dihadapannya.
Entah dorongan darimana, chanyeol menggerakkan tangannya untuk menyingkirkan helaian rambut kyungsoo yang berada dipipi gembilnya.
Chanyeol tersenyum miris mengingat selama ia menikahi kyungsoo, sekalipun dirinya tidak pernah mengizinkan kyungsoo merasakan empuk dan hangatnya tidur dikasur.
Lantai yang dingin menjadi tempat tidur selama ini setelah tubuhnya mengalami kesakitan karena ulah dirinya.
Chanyeol memang kejam, tapi bukan berarti dirinya tidak memiliki perasaan bukan?
"Seandainya kau bukan anak dari jalang itu kyungsoo...kau tidak akan bernasib seperti ini" gumam chanyeol dengan tatapan yang sulit diartikan.
Chanyeol berdiri dengan tersenyum miring.
"Bangun" ucap chanyeol dengan nada datarnya.
"Bangun" ucapnya lagi dengan sedikit meninggi namun kali ini ia menggunakan kakinya untuk mengguncang tubuh kyungsoo.
"KU BILANG BANGUN! APA KAU TULI" teriak chanyeol pada akhirnya, kaki yang ia gunakan untuk mengguncang tubuh kyungsoo kini beralih menendang kaki kyungsoo hingga posisinya tergeser.
Kyungsoo mengernyitkan keningnya dengan mata yang masih tertutup.
Ia menggeliat untuk mengumpulkan kesadarannya.
Kyungsoo terbelalak ketika melihat sosok chanyeol berdiri menatapnya dengan tajam.
Sesegera mungkin kyungsoo bangkit dari tidurnya sambil merapikan piyama dan rambutnya sesekali ia mengusap bibir dan matanya.
"Kau tau ini jam berapa?" Tanya chanyeol.
"Ma-maaf" lirih kyungsoo sambil menundukkan kepalanya tak berani menatap manik mata yang menatapnya dengan tajam.
"ISTRI MACAM APA KAU HAH?" Teriak chanyeol yang membuat kyungsoo terlonjak kaget.
"Ma-maafkan aku...aku akan menyiapkan air untuk kau mandi...aku mohon maafkan aku" ucap kyungsoo dengan tubuh yang sudah bergetar karena berusaha melawan rasa takutnya.
"Keluar"
Kyungsoo mendongakkan kepalanya perlahan menatap chanyeol dengan matanya yang sudah berkaca kaca.
"AKU BILANG KELUAR"
"I-iya"
Kyungsoo kembali menundukkan kepalanya lalu berjalan menuju pintu kamar.
"Tunggu"
Kyungsoo berhenti tepat didepan pintu dan berbalik.
"Buatkan aku sarapan" pinta chanyeol dengan ekspresi datarnya.
Kyungsoo tersenyum mendengar permintaan chanyeol, pasalnya ini pertama kali chanyeol meminta sesuatu padanya.
Kyungsoo mengangguk lalu membuka pintu kamar dan keluar meninggalkan chanyeol yang masih menatapnya dari dalam kamar.
"AARGGHH...kenapa kau selalu tersenyum?" Teriak chanyeol sambil mengacak acak rambutnya.
Kyungsoo pov
KAMU SEDANG MEMBACA
What Did I do Wrong? (Chansoo GS) END
Romanceharuskah aku hidup seperti ini? sampai kapan aku harus bertahan dengan semua penderitaan ini tuhan? adakah sedikit kebahagiaan untukku? siapa diriku? siapa orang tuaku? aku bahkan belum pernah melihat mereka, atau aku bahkan tidak akan pernah melih...
