Chanyeol pov
Aku menyandarkan punggungku
ke dinding rumah sakit yang dingin menjatuhkan tubuhku perlahan hingga menyentuh lantai.
Aku menatap nanar kedua tanganku yang sudah berwarna merah darah itu.
Aku meremas rambutku dan menangis keras meratapi kebodohanku.
Aku membenturkan kepalaku berkali kali ke dinding tak memperdulikan rasa sakitnya.
"OPPA APA YANG KAU LAKUKAN?" Teriak baekhyun.
Aku merasakan dirinya berlari kearahku lalu berlutut dihadapanku.
Aku menatapnya dengan tatapan sayuku, bahkan aku tidak dapat melihatnya dengan jelas karena air mataku yang terus menggenang dipelupuk mataku.
Baekhyun menangkup pipiku menatapku dengan matanya yang berkaca kaca.
"Aku tau ini sangat berat oppa...aku tau betapa besar penyesalanmu dan aku tau betapa besar kau mencintainya! Tapi kau tidak boleh seperti ini...masih ada harapan didalam sana, Aku yakin kyungsoo akan bertahan! Bertahan bersama anak kalian dan membesarkannya bersama penuh canda tawa dan kebahagiaan...kau tidak boleh seperti ini! Jika kau seperti ini, itu sama saja kau mengambil kesimpulan kalau kyungsoo tidak akan bertahan"
Aku terdiam menatapnya.
Baekhyun benar!
Aku tidak boleh seperti ini, aku tidak boleh putus harapan.
Aku melepaskan tangannya yang menangkup pipiku dengan perlahan.
Aku memeluk kedua lututku dan membenamkan kepalaku terisak disana.
Aku mendongakkan kepalaku ketika ku dengar pintu ruangan yang terbuka dan ku lihat sehun keluar dari ruangan itu dengan seorang suster yang mendampinginya.
Aku langsung bangkit lalu berlari menghampirinya.
"Bagaimana keadaannya?" Tanyaku dengan tak sabaran.
"Kita harus melakukan operasi untuk mengeluarkan bayinya! kita harus segera menyelamatkan bayinya" jawabnya dengan nada lemah.
"Lalu bagaimana dengan kyungsoo? Dia baik baik saja kan?" Tanyaku lagi dengan menatap matanya meminta jawabannya segera.
"Kyungsoo mengalami pendarahan diotaknya akibat benturan yang sangat keras jadi kami akan melakukan dua operasi sekaligus...dan untuk kondisi kyungsoo setelah operasi, saya tidak dapat menjaminnya" jawab sehun penuh sesal.
"Apa maksudmu?" Tanyaku lagi dengan nada rendah, pandanganku kembali mengabur karena air mataku yang akan kembali menetes.
"Kondisi tubuh kyungsoo cukup lemah sementara kami harus melakukan dua operasi untuk menyelamatkannya dan bayinya! Yang dapat kita lakukan sekarang hanyalah berdoa semoga kyungsoo dapat bertahan selama proses operasi berjalan.
Dan kau chanyeol! Bertahanlah dengan apapun yang terjadi pada kyungsoo nantinya...anakmu masih membutuhkan kasih sayangmu" ucapnya lalu melangkah pergi bersama suster yang mendampinginya.
Aku terdiam menatap kosong pintu yang menjulang dihadapanku.
Ingin rasanya aku membuka pintu itu lalu berlari memeluknya disana.
Aku membalikkan tubuhku!
menatap satu persatu orang orang dibelakangku yang juga tengah bersedih.
Baekhyun yang terisak dipelukan tao yang entah sejak kapan berada disana, xiumin yang memeluk eomma byun dengan jongdae yang berdiri disampingnya serta istri sehun yang juga menangis terduduk disana.
Tapi adakah diantara mereka yang melebihi kesedihanku?
Jawabannya adalah tidak.
Aku melangkahkan kakiku yang terasa berat.
"Chanyeol"
Aku mendengar eomma byun memanggilku dengan lirih.
Namun aku terus berjalan menatap kosong lantai yang ku pijak.
"JALANG MUNAFIK KAU...HAPUS AIR MATA BUAYAMU ITU JANGAN BERPURA PURA TAKUT PADAKU"
"Ku mohon hiks lepaskan aku hiks jangan sakiti aku ku mohon hiks"
"Jangan hiks aku mohon jangan lakukan itu hiks"
"Lakukan apa yang kau lakukan selama ini jalang!"
KAMU SEDANG MEMBACA
What Did I do Wrong? (Chansoo GS) END
Dragosteharuskah aku hidup seperti ini? sampai kapan aku harus bertahan dengan semua penderitaan ini tuhan? adakah sedikit kebahagiaan untukku? siapa diriku? siapa orang tuaku? aku bahkan belum pernah melihat mereka, atau aku bahkan tidak akan pernah melih...
