twenty-one

8.7K 842 163
                                        

7 bulan kemudian

Kyungsoo pov

Disini aku berdiri, Menatap sang mentari pagi yang baru menampakkan sinarnya dengan indah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Disini aku berdiri, Menatap sang mentari pagi yang baru menampakkan sinarnya dengan indah.
Menatap gedung gedung pencakar langit yang menjulang tinggi.
Aku memejamkan mataku merasakan hembusan angin pagi yang begitu menenangkan.
menundukkan kepalaku beralih menatap perutku yang telah membulat sempurna, mengusapnya lembut dengan senyuman hangatku.
Aku kembali mengangkat kepalaku menatap langit pagi.

Waktu begitu cepat berlalu!
7 bulan sudah aku berada disini di rumah mewah dari keluarga yang selama ini menolongku.
Aku benar benar tidak menyangka mereka begitu baik padaku bahkan menganggapku seperti keluarganya sendiri.

Dan yang lebih tidak ku sangka adalah suami dari wanita cantik bak malaikat yang telah menolongku itu ternyata orang yang kukenal.
Oh sehun.
Iya! Oh sehun adalah orang yang telah menolongku malam itu dan ternyata dia telah memiliki seorang istri serta anak yang kini telah berusia 3 tahun.
Aku benar benar dibuat terkejut saat mengetahuinya.
Mereka begitu baik terutama istrinya
Oh irene.

Ia sama sekali tidak menaruh curiga dan cemburu padaku sejak awal.
Padahal jika dipikirkan aku ini hanya orang asing yang tak sengaja kenal dan bertemu suaminya.

Aku sangat kagum dengan keharmonisan keluarga ini, hampir setiap harinya mereka lewati tanpa adanya masalah dan pertengkaran.
Kalaupun ada masalah, mereka akan menyelesaikannya dengan baik.
Berbeda denganku, sampai sekarang aku masih berstatus istri.
Namun apa arti sebuah status jika kehidupan yang aku jalani jauh dari tugas, tanggung jawab dan kehidupan yang aku impikan.
Aku ingin seperti mereka!
Memiliki keluarga yang harmonis
Saling mencintai dan saling menyayangi.
Aku ingin seperti mereka!
Hidup tenang dan bahagia
Saling melindungi satu sama lain.
Tapi rasanya aku seperti orang yang memang ditakdirkan untuk tidak merasakan semua itu.
Aku hanya ditakdirkan untuk sendiri dalam menghadapi kehampaan dan kejamnya hidup.
Aku hanya ditakdirkan untuk merasakan penderitaan dan kepedihan.

Tes!
Air mataku kembali jatuh mengingat bagaimana hidup yang aku jalani selama ini.
Jauh! Sangat jauh dari kata bahagia.
Aku bukan mereka yang beruntung terlahir dari kedua orang tua yang begitu menyayanginya.
Aku bukan mereka yang bisa menikmati bebasnya hidup didunia.
Aku bukan mereka yang bisa tersenyum lebar penuh kebahagiaan.

"Maafkan eomma sayang! Maafkan eomma jika kita tidak bisa hidup seperti mereka nantinya...tapi eomma janji akan selalu menyayangimu dan tidak akan membiarkanmu merasakan hidup seperti eomma! Biarkan appamu bahagia tanpa kehadiran kita ne...eomma janji akan membuatmu selalu tersenyum bahagia bersama eomma!
Hanya kita berdua" ucapku terisak pelan pada bayi kecilku yang masih bersembunyi didalam perutku.
Aku menutup mataku menahan sesak didadaku.
Aku semakin terisak membayangkan bagaimana hidupku dan anakku tanpa sosok chanyeol.
Bagaimana kehidupan anakku tanpa sosok seorang ayah dihidupnya nanti?
Dan bagaimana jika suatu saat dia menanyakan dimana ayahnya?
"Chanyeol...tidak bisakah kau membuka hatimu sedikit saja? Apa yang harus aku lakukan jika dia menanyakan keberadaanmu? Apa yang harus aku lakukan?" Gumamku lirih dengan air mata yang terus mengalir diwajahku.

What Did I do Wrong? (Chansoo GS) ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang