"Eomma"
Teriak seorang anak kecil begitu memasuki rumah dengan berlari.
"Jangan berlari seperti itu chansoo" teriak seorang pria tampan yang berada dibelakangnya mencoba memperingati anak tersebut.
Park chanyeol!
Chanyeol berlari mengejar anaknya yang tidak menghiraukan teriakannya.
Takut takut jika anaknya itu terjatuh karena belum begitu lincah untuk berlari.
"Eomma eomma ti mana appa?" Tanya chansoo setelah berhenti berlari ketika sudah berada didapur dan tak menemukan seseorang yang dicarinya.
Ia berbalik menghadap ayahnya yang sedang terengah engah karena mengejarnya.
"Appa tenapa?" Tanyanya sambil memiringkan kepalanya untuk melihat lebih jelas wajah appanya yang sedang membungkuk menumpu tubuhnya dengan kedua tangan yang ia letakkan dilututnya.
"Kau berlari terlalu cepat sayang...appa takut kau terjatuh" jawab chanyeol berjalan mendekati anaknya lalu dibawanya dalam gendongannya.
"Tatto au beltemu eomma appa" ucap chansoo yang terdengar tak begitu jelas sambil memonyongkan bibir mungilnya.
Chanyeol terkekeh melihat tingkah menggemaskan anaknya ini.
Ia mencubit pelan pipi gembilnya lalu diusakkan hidungnya dipipi gembil itu.
"Coba bicara yang jelas" Pinta chanyeol menggoda anaknya.
"Tatto au beltemu eomma appa" ucap chansoo dengan mata yang menatap tajam appanya dan bibirnya tetap ia monyongkan.
Astaga! Bahkan tatapannya itu menurun dari sang ayah park chanyeol.
"Chansoo! Namamu chansoo bukan tatto, mau bukan au dan bertemu bukan beltemu" ucap chanyeol membetulkan kalimat berantakan dari anaknya.
Chansoo semakin cemberut lalu dipukulnya wajah chanyeol dengan tangan mungilnya.
Chanyeol memekik seolah kesakitan walaupun pukulan anaknya itu tidak memberikan dampak rasa sakit sedikitpun.
"Baiklah baiklah...kau ingin bertemu eomma? Hanya bertemu kan tidak berniat memeluknya? Meminta digendong olehnya?"
Tanya chanyeol setelah berhenti menertawai tingkah anaknya.
"No no no appa...tatto au ti entong n ti eluk eomma" jawab chansoo.
"Tapi tadii"
"Appa!" Pekik chansoo memotong ucapan chanyeol.
Chanyeol kembali tertawa karena berhasil membuat anaknya kesal karena dirinya.
"Baiklah baiklah eomma pasti ada dikamar kajja tunjukkan mainan yang kita beli pada eomma"
Ucap chanyeol lalu menurunkan chansoo yang langsung berlari membawa mainannya menuju kamar chanyeol.
Chanyeol pov
Aku tersenyum lebar melihat tingkah menggemaskan hasil dari buah cintaku dan wanita-ku.
Aku tidak menyangka aku bisa memiliki kehidupan seperti sekarang ini.
Bahkan aku masih merasa ini seperti mimpi indahku!
Terlalu indah untukku!
Aku berjalan tanpa berniat melunturkan senyumanku.
Aku memasuki kamar baruku dan juga wanita-ku.
Sejak chansoo sudah dapat berjalan dan sangat aktif berlarian, aku memutuskan untuk berpindah dikamar yang dulu pernah ditiduri kyungsoo seorang diri
Agar chansoo tidak kesulitan jika ingin menghampiriku maupun kyungsoo dikamar.
Sebenarnya aku sedikit keberatan jika harus menempati kamar itu, tapi keinginannya yang besar membuatku tak mampu meneruskan egoku.
Bukan tanpa alasan aku sempat menolak! Hanya saja aku tidak ingin membuatnya teringat akan kesedihan yang pernah ia tumpahkan didalam kamar ini seorang diri.
Tapi rupanya wanitaku ini sudah terlanjur mencintai kamarnya ini.
Aku menyandarkan diriku diambang pintu memandang kedua malaikatku yang tengah sibuk dengan dunia mereka.
Chansoo yang memamerkan mainan barunya dan kyungsoo yang seolah tertarik dengan terus bertanya bagaimana cara untuk memainkannya.
Aku tersenyum miris memandang wajahnya yang terlihat begitu bahagia.
Tak ada lagi senyuman yang ia paksakan untuk menutupi kepedihannya!
Tak ada lagi air mata kepedihannya!
Dan tak ada lagi ketakutan diwajahnya karena diriku!
Betapa bodohnya diriku yang melewatkan indah wajahnya seperti saat ini.
Aku terus merutuki diriku sendiri mengingag betapa brengseknya aku dimasa lampau!
KAMU SEDANG MEMBACA
What Did I do Wrong? (Chansoo GS) END
Romanceharuskah aku hidup seperti ini? sampai kapan aku harus bertahan dengan semua penderitaan ini tuhan? adakah sedikit kebahagiaan untukku? siapa diriku? siapa orang tuaku? aku bahkan belum pernah melihat mereka, atau aku bahkan tidak akan pernah melih...
