haruskah aku hidup seperti ini? sampai kapan aku harus bertahan dengan semua penderitaan ini tuhan?
adakah sedikit kebahagiaan untukku?
siapa diriku?
siapa orang tuaku?
aku bahkan belum pernah melihat mereka, atau aku bahkan tidak akan pernah melih...
Chanyeol menatap sendu seorang gadis cantik yang kini tengah tertidur disampingnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, namun tak sedikitpun chanyeol beranjak dari tempat tidurnya. Ia terus menatap istrinya kyungsoo yang masih setia memejamkan matanya. Kyungsoo nampak tidur dengan tenang namun dari wajahnya terlihat seperti ia sedang menahan sesuatu. Chanyeol mengernyit ketika melihat kyungsoo mulai tak nyaman dengan tidurnya. Chanyeol bangkit mendudukkan dirinya. Kyungsoo semakin terlihat tak nyaman, ia semakin gelisah dan menggeliat kecil dengan mata yang masih tertutup.
"Kyungsoo...gwenchana?" Tanya chanyeol sambil mengguncang pelan tubuh kyungsoo dengan tangannya.
"Dinginnn" gumam kyungsoo dengan nada bergetar tanpa membuka matanya.
"ASTAGA!" pekik chanyeol dengan keras setelah meletakkan telapak tangannya dikening kyungsoo.
"Kenapa panasnya semakin tinggi? Apa yang harus aku lakukan?" Tanya chanyeol seorang diri dengan panik.
Chanyeol menaikkan selimut hingga menutupi tubuh kyungsoo sebatas leher. Chanyeol bergerak mendekatkan tubuhnya ketubuh kyungsoo lalu memeluknya erat berharap kyungsoo tidak lagi merasa kedinginan, dibenamkannya kepala kyungsoo di dada bidangnya.
"Sstt tenanglah"
♡♡♡
"Huffttt akhirnya selesai juga...awas saja jika chanyeol oppa tidak benar benar menjaga kyungsoo. Aku sudah lelah menyelesaikan semua pekerjaannya dan dia dengan santainya berada dirumah" celoteh baekhyun panjang lebar.
Baekhyun bersandar pada kursinya lalu memejamkan mata untuk melepaskan rasa lelahnya sejenak. Baekhyun beranjak lalu mengambil tasnya. Saat hendak melangkah, baekhyun teringat akan kotak yang ia terima tadi siang. Kotak itu masih utuh disudut meja kerjanya. Belum sama sekali ia sentuh dan lihat apa isinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Baekhyun menggerakkan tangannya untuk mengambil kotak itu. Ia menatap sejenak kotak yang ada ditangannya saat ini.
"AARRGGHH" teriak baekhyun dengan keras setelah membuka kotak itu dan ia lempar ke meja.
"Ada apa nona?" Teriakan baekhyun sukses membuat sekretarisnya terkejut dan menghampirinya di ruang kerjanya.
"Ti-tidak...aku tidak apa apa! Tadi a-ada ada kecoa...iya ada kecoa" Jawab baekhyun dengan nada bergetar dan nafasnya yang memburu.
"Benarkah nona? Biar saya bantu untuk menangkapnya"
"Tidak tidak....tidak perlu! Dia sudah pergi...kau kembali saja saya juga sudah mau pulang" tolak baekhyun.
"Baik nona...kalau begitu saya permisi" ucap sekretarisnya lalu membungkuk dan pergi meninggalkan baekhyun.
Baekhyun menghirup udara lalu membuangnya secara perlahan untuk mengontrol dirinya. Dengan cepat ia mengambil smartphonenya ditas lalu menekannya untuk menghubungi seseorang.