Chanyeol POV
1 bulan lalu, sejak dokter mengatakan istriku tengah mengandung.
Aku selalu berusaha untuk tetap disisinya, rasanya aku tidak tenang untuk meninggalkannya barang semenit saja.
Entahlah! aku benar-benar tidak tenang, bahkan aku sering meminta baekhyun untuk mengambil alih pekerjaanku dikantor karena sering ku telantarkan untuk mengurus istriku.
Hal yang membuatku tidak tenang untuk meninggalkannya adalah sifat kyungsoo yang berubah drastis sejak ia mengandung.
Mengidam hal-hal yang aneh, ceroboh, emosinya juga sangat tidak stabil bahkan ia semakin manja saja setiap hari.
Ok! Masalah dirinya yang semakin manja itu tidak terlalu ku pikirkan karena aku menyukai itu.
Sebenarnya bukan rencana kami untuk memberikan chansoo adik mengingat dia baru berusia 2 tahun.
Tapi rezeki tidak boleh ditolak bukan?
Apalagi seorang anak!
Darah dagingku sendiri juga istriku.
Dan aku bahagia menerimanya!
Terlebih yang membuat aku merasa sangat bahagia adalah ini kali pertamaku berada disisinya saat ia hamil muda, mengingat perilaku burukku dulu kepadanya.
Tidak mudah memang menghadapi ibu hamil muda yang sedang dalam masa mengidamnya.
Tapi aku senang!
Aku merasa menjadi suami yang berguna dan sempurna untuknya.
Walaupun sebenarnya aku jauh dari kata sempurna.
Aku ingat! ketika aku memberi tau chansoo bahwa dirinya akan memiliki adik, chansoo benar-benar senang dan ingin segera melihat adiknya. Awalnya aku kira chansoo belum mengerti dan rewel karena nantinya kasih sayang yang kami berikan akan kami bagi juga untuk adiknya.
Aku beruntung!
Benar benar beruntung memiliki anak secerdas chansoo.
"Eeuugghh"
Aku tersadar dari lamuanku begitu mendengar lenguhan khas bangun tidur dari seseorang disampingku.
Aku memposisikan diriku menghadapnya lalu menyingkirkan helaian rambut di wajahnya.
Aku tersenyum melihat mata indahnya mulai terbuka.
"Hai sayang! Kenapa hhmm?"
Tanyaku padanya.
Karena dirinya terbangun pukul 12 malam dan pasti ia menginginkan sesuatu jika sudah terbangun seperti ini.
"Eemmm"
lenguhnya lalu membenamkan wajahnya didadaku dan memelukku dengan erat.
"Menginginkan sesuatu? Katakan"
Tanyaku sembari mengusap kepalanya dengan lembut.
Gelengan kepalanya didalam pelukanku ia jadikan jawaban
Aku mendorongnya pelan untuk melepaskan pelukannya.
"Katakan apa yang kau inginkan!"
Pintaku menuntut.
Aku menatap matanya menyakinkan dirinya bahwa aku akan siap menuruti semua keinginannya apapun itu dan aku memintanya dengan serius agar ia mengatakan keinginannya tanpa adanya rasa takut.
"Aku tidak ingin terus merepotkanmu! Kau saja belum tertidur dan pasti lelah"
Aku menangkup wajah istriku dan ku dongakkan kepalanya agar ia menatapku.
"Dengar! Aku tidak pernah merasa kau repotkan. Aku senang jika aku bisa mengabulkan semua permintaanmu sesulit apapun aku untuk mengabulkannya!
Ini pertama kalinya aku berada disisimu saat kau mengandung anakku, buah cinta kita park kyungsoo. Aku tidak ingin kau ragu ataupun merasa takut untuk mengatakan apapun yang kau inginkan" ucapku memberikan penjelasan mengenai isi hatiku padanya.
Kyungsoo tersenyum manis!
Sangat manis!
Lalu menampilkan deretan gigi-gigi putihnya, menampilkan bibir berbentuk lovenya yang semakin berbentuk karena senyum lebarnya.
"Aku tidak menyangka suamiku berkata semanis ini! Uuhhh" ucapnya gemas lalu mencubit pipi dan hidungku bergantian dengan sedikit keras.
"Aaaaaa sayang ini sakit" keluhku.
"Mmmm kau akan mengabulkan apapun keinginanku?" Tanyanya memastikan.
"Nee" jawabku dengan mantap.
Semoga saja keinginannya tidak yang aneh-aneh mengingat waktu sudah hampir menunjukkan pukul 1 malam.
"Mmmm"
KAMU SEDANG MEMBACA
What Did I do Wrong? (Chansoo GS) END
Roman d'amourharuskah aku hidup seperti ini? sampai kapan aku harus bertahan dengan semua penderitaan ini tuhan? adakah sedikit kebahagiaan untukku? siapa diriku? siapa orang tuaku? aku bahkan belum pernah melihat mereka, atau aku bahkan tidak akan pernah melih...
