seventeen

6.3K 749 82
                                        

Ceklek!

"Berbaliklah" perintah seorang pria tampan pada seorang wanita yang sedang meringkuk diatas kasur membenamkan seluruh tubuhnya didalam balutan selimut dan membelakanginya.

"Aku bilang berbaliklah baekhyun".

Wanita yang bernama baekhyun itu pun mau tak mau membalikkan tubuhnya karena pria itu telah menaikkan nada suaranya.
Pria itu terkekeh melihat baekhyun yang membalikkan tubuhnya menghadap padanya. Namun hanya puncak kepala serta mata sabit gadis itu yang dapat ia lihat.
karena baekhyun masih tetap berbaring didalam balutan selimut yang hampir menutupi seluruh tubuhnya.

"Kenapa kau begitu menggemaskan baek?" Ucap pria itu sambil berjalan mendekati baekhyun lalu duduk ditepi ranjang.

Baekhyun langsung mendudukkan dirinya ketika tangan pria itu berusaha menyentuh puncak kepalanya.

"T-tao oppa" panggil baekhyun yang terdengar gugup dan lirih.

"Hhmm"

"Sampai kapan aku disini?"

Pria yang bernama tao itu menatap lekat mata baekhyun yang menatapnya takut.
Tao tersenyum penuh arti tanpa menjawab pertanyaan gadisnya.

"Persiapkan dirimu untuk waktu yang tidak dapat aku pastikan kau akan keluar dari sini" jawabnya dengan nada dingin.

Baekhyun menatap mata itu.
Mata pria yang mampu menghipnotis dirinya.
Mata pria yang baekhyun rindukan tatapan hangatnya.
Baekhyun mengerjapkan matanya yang mulai mengabur karena air mata yang telah menggenang dipelupuk matanya.

"Untuk apa oppa kemari?" Tanya baekhyun mengalihkan arah pembicaraan.

Bukan jawaban yang baekhyun terima.
Namun senyum mengerikan yang mampu membuat bulu kuduknya berdiri. Baekhyun beringsut mundur ketika tao perlahan naik ke ranjang dan semakin mendekati dirinya.
Baekhyun menyingkap selimutnya dan mencoba bangkit dari ranjang.
Namun belum sampai kakinya menyentuh lantai, tangan kekar tao telah mendekap tubuhnya dari belakang dan langsung membaringkan tubuhnya dengan cukup kasar.
Baekhyun semakin ketakutan saat posisinya kini berada dibawah tao.

"Kau ingin menghindar dariku?" Tanya tao dengan wajah datar.

Baekhyun menelan ludahnya dengan susah payah.
"Ti-tidak oppa"

"Kau milikku baek...jangan coba coba menghindar dariku karena aku tidak akan pernah bisa kau hindari"

Baekhyun merasakan debaran yang begitu kencang dijantungnya.
Matanya terasa memanas dan pandangannya mulai mengabur.
Ia tidak pernah merasa setakut ini pada tao.
Tao yang ia kenal sangatlah lembut.
Tidak kasar dan sedingin ini padanya.

Tao tersenyum miring melihat ekspresi baekhyun.
Baekhyun menutup matanya saat dilihatnya tao mendekatkan wajahnya kewajah baekhyun dan dilumat bibir mungil baekhyun dengan lembut.

"Bukankah kau bilang akan melakukan apapun untukku?" Tanya tao lirih tepat ditelinga baekhyun.

Tao mengangkat wajahnya dan ditatapnya dengan lekat wajah cantik baekhyun yang masih memejamkan matanya.

Cup

"Buka matamu" pinta tao setelah mengecup kedua mata baekhyun yang telah mengeluarkan air mata.
Baekhyun membuka matanya perlahan.
Baekhyun tersenyum tipis menatap mata seorang pria yang sangat ia rindukan.
Sudah lama baekhyun tidak menatap mata itu dengan jarak sedekat ini.
Ia tidak bisa menyembunyikan rasa rindunya terhadap pria yang telah menyakitinya itu.

"Kenapa kau menangis? Begitu takutnya kau padaku?" Tanya tao sambil mengusap lembut air mata dipipi baekhyun.

Baekhyun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Tangannya yang gemetar bergerak pelan untuk menangkup pipi pria yang kini menindihnya.
"Aku merindukanmu" jawab baekhyun dengan lirih serta isakan kecilnya.

What Did I do Wrong? (Chansoo GS) ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang