Queen Pov
nasib jadi anak cewek satu2nya, yang pasti hidupnya selalu di recoki kakak dan adik2 yang rempong dan kepo.
termasuk masalah hati, gak kak davin gak devon dan devan, mommy dan papi pun ikut2 rempong dan kepo.
parahnya lagi bukannya menikahkan kak davin yang udah tua itu, eh malah nyuruh aku nikah, disaat aku masih berumur 23 tahun, diusia masih segar2nya mommy dan papi menjodohkan aku dengan anak temannya yang bekerja sebagai dosen, dosen di kampus terkenal dengan sifat killernya.
ya dosenku pas kuliah dulu, kata papi meski dosen, dia juga menjalankan perusahaan milik kakeknya.
"mom dan papi ini apa2an, bukannya menikahkan kak davin dulu, bukannya udah ada mbak renata, kenapa malah maksa aku nikah dulu sih, dengan dosenku pula, apa kata dunia mom, pi"
"seorang queen sagara menikah muda dengan dosen killer pula, habis deh aku di olok2 pas reunian tahun depan" cerocosku gak henti
"ziyan baik kok, anaknya papi kenal, tidak pemarah apalagi killer seperti yang kamu bilang tadi." bela papi.
"papi sih gak tau, dulu pas aku masih kuliah, cuma berani ambil kelas bapak itu 1 kali, itupun dapat nilai E."
"padahal papi dan mommy tau, aku gak pernah dapat nilai itu dari semua dosen"
"gara2 dosen itu aku gak bisa jadi lulusan terbaik"kataku kesal.
"hahahahhaha mungkin kamu nakal pas dia ngajar, papi kan tau sifat kamu, suka pecicilan dan suka iseng kalo lagi di kampus" ujar papi lagi
"pokoknya aku belum mau nikah pi, aku masih ingin bebas, masih ingin kerja, masih ingin seneng2 bukannya jadi ibu rumah tangga yang hanya mengurua rumah dan anak" kataku melirik mommy
"ketemuan dulu, siapa tau kamu berubah setelah melihat dia sekarang, kalian kan sudah gak ketemu 4 tahun karena dia ngelanjutin kuliah ke america."
"ya ya ya, papi mohon" bujuk papi dengan wajah lugu.
sebagai anak yang sayang papi dan mommy terpaksa deh mengiyakan.
"hufttt nasib nasib jadi anak cewek tunggal, mommy sih punya anak cewek satu aja, kenapa dulu gak bikin lagi sih mi, kalo ada saudara cewek pasti gak serempong ini" cerocosku kesal ke arah papi.
"jgn salahkan papi donk, noh mommy mu, capek katanya ngelahirin" lalu ku lihat papi mengerlingkan matanya kearah mommy.
" ya sudah papi siapkan pertemuan kami" kataku kesal dan masuk ke kamarku.
Ziyan Pov
jadi anak tunggal emang enak, semua harta sepeninggal orang tuaku yang meninggal karena kecelakaan jatuh ke tangan, ditambah perusahaan kakek, bisa di bilang 7 turunan gak akan habis walau aku hambur2kan.
ya, aku punya 2 kehidupan, dari pagi sampai sore aku menjadi dosen di kampus, sore sampai pagi aku akan bersenang2 di club menghamburkan uang.
tapi jangan salah, aku hanya menghamburkan uang hasil kerja sebagai dosen, sedangkan uang warisan dan uang perusahaan kakek, secuilpun tidak pernah aku pake untuk bersenang2 karena aku tau orang tua ku bersusah payah mengumpulkan uang tersebut, hingga mereka menemui ajal karena pesawatnya jatuh ketika menuju ke pulau kalimantan.
sebagai anak tunggal bukan hanya warisan yang ditinggalkan orang tua ku, tetapi calon istri juga.
entah perjanjian apa antara orang tua ku dengan orang tua wanita itu hingga mereka melakukan perjodohan ini.
Queen Sagara namanya, aku tidak terlalu tau mengenai wanita itu, tapi sepertinya aku pernah menjadi dosennya.
wanita manja yang hanya tau shopping, shopping dan shopping, sehingga ketika dia menjadi mahasiswaku aku memberinya nilai E.
setelah memgambil kuliah itu aku tidak pernah lagi bertemu dengan wanita itu karena aku melanjutkan kuliah ke amerika.
"ziyan kenal dengan gadis itu kek, dia hanya wanita manja yang suka mnghamburkan duit tapi otak kosong" kataku ketika kakek memberitahu bahwa aku akan dijodohkan dengan queen.
"dia pintar dan cantik loh yan, papi nya cerita kalo gak karena nilai mata kuliah kamu, dipastikan dia akan menjadi lulusan terbaik di kampus kalian" bela kakekku.
"menurut aku sepintar dan secantuk apapun wanita, tapi kalo manja, aku malas kek"
"pasti wanita manja itu gak bisa apa2, pasti taunya hanya shopping dan shopping" jawabku lagi
"kalian ketemuan aja dulu, ya sapa tau cocok, kakek pengen kamu cepet nikah, biar gak kelayapan tiap malam"
"gak capek apa pagi jadi dosen, malam jadi liar" cerocos kakekku tanpa henti.
"aduh kek, itu having fun meregangkan otot2 setelah capek ngajar" kataku menjawab omelan kakek.
"pokoknya kamu ketemuan dulu dengan dia" kata kakekku dengan nada paksaan.
"iya tapi aku yang akan menentukan tempat ketemuannya, beri aku nomir hpnya kek biar mudah berkomunikasi" ucapku lagi dengan seringai aneh.
aku akan membuat dia malu dan membatalkan perjodohan ini.
tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
2. Queen Story's
RomanceQueen Sagara : "Mommy dan papi apa2an sih, umurku baru 23 tahun, masa dipaksa nikah sih, dengan cowok gak jelas pula" Ziyan Wijaya : "menikah dengan gadis manja ini???? mama dan papa gak salah kan? cewek manja tapi cantik, aku harus memenangkan taru...
