Queen Pov
tak terasa sudah 1 bulan aku dekat dengan mas ziyan, sampai saat ini dia masih menunjukkan sifat yang menurut aku baik, sopan dan gak neko2. dia sering datang kerumah walau hanya sekedar bertemu aku ataupun mengajak aku jalan.
mommy dan papi pun sepertinya setuju dan mendukung aku jalan dan pergi dengannya.
setiap ditanya mommy apakah kami pacaran? mmmm aku selalu hanga bisa menjawab dengan senyuman.
ya, meskipun kami dekat seperti orang pacaran tapi sampai saat ini mas ziyan tidak pernah menyatakan perasaannya. sebagai wanita ya gak mungkin kan aku yang menyatakan dulu. aku gak mau seperti mbak renata mengejar2 pria dan itu menyakiti hati sendiri.
malam hari setelah pertemuan dengan kak davin sebelum kepergiaannya ke inggris. mas ziyan mengajakku bertemu dan mengajakku kesebuah pesta ulang tahun tio teman sekaligus pemilik club mengadakan pesta ulang tahunnya.
aku mengenakan gaun yang kemarin dibelikan mas ziyan ketika aku menemaninya jalan2 di mall. sebuah gauh pendek berwarna hitam, yang menurut aku ya lumayan sexy karena punggungnya agak terbuka, tapi sekali2 gpp, untuk menghargai pemberian mas ziyan.
aku mendengar suara bel pintu di tekan, "mungkin mas ziyan sudah datang" batinku.
dengan hati riang aku bergegas turun, aku melihat hari ini dia sangatttt tampan, dia hanya memakai kemeja dan celana jeans yang menurut pendanganku sangat sangat tampan.
"maaf lama ya mas nunggu aku?"
"mmmmm gak juga, aku baru datang juga"
dia melihatku dari atas sampai bawah dan itu membuat aku agak salting, karena malu.
"wah pas banget ya gaun itu di badan kamu queen, gak salah kemarin aku milihin gaun itu"
aku hanya tersenyum simpul karena malu dan entah kenapa jantung ini berdetak dengan cepat.
"yuk kita jalan, pestana sebentar lagi dimulai" ajaknya sambil memegang tanganku.
aku gugup dan aku rasa tanganku ini dingin sekali.
"kamu cantik banget queen" katanya memujiku ketika kami sedang didalam mobilnya.
"udah donk mas, dari tadi muji mulu, aku jadi malu nih"
"tapi beneran queen aku pangling lihat kamu malam ini, biasanua kamu kan jarang dandan dan jarang pake baju kayak gini, makanya aku ngerasa kamu cantik banget malam ini"
"ishhh gombal abis nih, hahahhaa" kataku malu mendengar pujiannya.
selama diperjalanan kami banyak membicarakan hal2 mengenai pekerjaan, masa kuliah dan cita2 masa depan, sampai tak terasa kami tiba di club dan disambut oleh pemiliknya langsung.
"wah bro selamat datang di pesta gue, wah queen datang juga ternyata, ayo ayo silahkan masuk, anak2 lain sudah datang di dalam"
kami pun masuk dan berjalan menuju meja khusus untuk kawan2 dekat pemilik pesta, aku mencari zaki ya siapa tau dia membawa priska kepesta ini.
"tio, zaki gak datang?" tanyaku
"datang kok, tadi katanya dia jemput ceweknya dulu, kenapa queen kok nyarian si zaki?"
"gak, masalahnya pacarnya itu temen aku, ya kan lumayan tambah rame dan aku ada temennya juga" kataku menjelaskan
"oooo bentar lagi juga datang, lo silahkan makan dulu ya, pesen aja mau makan atau minum apa, gratisssss!!" katanya ramah.
"thank u yo, tenang aja, gue pasti akan pesen kalo lapar
akupun mengambil tempat duduk di meja itu, tapi mas ziyan kemana ya, kok gak ada. aku mencarinya diseluruh ruangan, tapi gak ada juga. "mungkin lagibke toilet" batinku pelan.
tak lama aku mendengar dentingan piano yang mengalun indah, mengalunkan nyanyian yang menurut aku suaranha sangat merdu, karena penasaran aku berdiri untuk melihat siapa penyanyinya.
kemudian aku mendengar suara dari pemain piano itu.
"lagu ini saya persembahkan untuk wanita cantik yang berdiri disana" katanya menunjuk aku, karena gelap aku gak terlalu nampak wajahnya.
"aku???" kataku menunjuk diri sendiri.
"iya buat kamu queen sagara, wanita tercantik yang pernah aku kenal, maukah mulai hari ini kamu menjadi pacar aku?"
tiba2 aku melihat lampu dinyalakan dan ternyata yang memainkan piano itu ternyata mas ziyan, ya ampun romantis banget.
"gimana queen, mau gak kamu jadi pacar aku?, walau kita baru kenal?"
aku mendengar tepukan riuh di club itu.
"ayo mbak diterima masnya"
"romantisnya"
semua itu aku dengar dari tamu2 dipesta itu.
aku bingung mau jawab apa, tapi aku terharu dan merasa tersanjung mendengar nyanyian dan pernyataan cintanya.
tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
2. Queen Story's
RomanceQueen Sagara : "Mommy dan papi apa2an sih, umurku baru 23 tahun, masa dipaksa nikah sih, dengan cowok gak jelas pula" Ziyan Wijaya : "menikah dengan gadis manja ini???? mama dan papa gak salah kan? cewek manja tapi cantik, aku harus memenangkan taru...
