Ziyan pov
tak terasa sudah 2 bulan aku menjalin hubungan dengan queen, selama itu kontak fisik paling jauh yang pernah aku lakukan hanya ciuman bibir dan sampai saat ini aku belum juga bisa membawanya keatas ranjang.
malam itu aku bertemu tio di clubnya, aku suntuk dan bosan hanya bisa jalan, makan dll yang menurut ku sangat membosankan, aku ingin sekali bercinta dengannya.
"woy bro suntuk amat muke lo, belum dapat jatah ya?" katanya meledekku.
"brengsek lo, jangan diingetin susah emang naklukin perawan yang alim bro"
"jadi lo nyerah nih, jadi taruhan kita selesai donk ya, lo harus buka cabang baru untuk club gue dan harus di tempat yang oke"
"enak aja, gak lah ya karena susah makanya gue makin tertantang, kasih gue waktu 1 minggu lagi, akhir minggu ini gue akan melakukan rencana terakhir dan gue jamin dia akan berhasil gue jeblos"
"oke deh karena taruhan kita besar, gue kasih lo waktu ampe akhir minggu ini"
"sip... deal ya bro"
"rencana akhir itu pasti bisa membuat aku bisa mencicipi tubuhnya yang menggiurkan itu"kataku dalam hati dengan senyum licik.
esoknya ketika aku sedang jalan pulang dari kampus sehabis mengajar, tak sengaja aku melihat queen sedang berteduh disebuah halte.
aku menghentikan mobil dan berlari menghampirinya, aku melihat bajunya kebasahan karena terkena hujan.
"loh queen kenapa kamu bisa disini? kok hujan2an, mobil kamu kemana?" kataku berteriak karena hujan yang turun sangat lebat sekali.
"kok mas ada disini, aku tadi kerumah temen gak pake mobil karena lagi diservice jadi aku pake taxi kesana tadi"
"kenapa gak telepon aku, kan kasian kamu hujan2an kayak gini, baju kamu basah dan kamu kedinginan, kalo sakit bagaimana" kataku kesal setelah melihatnya basah kuyup.
"mas kan lagi ngajar aku gak enak ganggu nya, lagian cuma sebentar kok mas,"
"ya sudah kita pulang dulu kerumah mas, baju kamu basah banget nanti masuk angin"
aku membawanya masuk ke mobil.
"yah mas, kan sekarang mas yang basah, ayo buruan nanti mas masuk angin" katanya mencemaskanku.
akupun melajukan mobil menuju rumahku dan mengajaknya singgah untuk mengeringkan badannya yang basah. aku gak mau dia sakit sampai aku melaksanakan rencana terakhir.
ya, aku akan memperkosanya karena menurutku secara baik2 dia gak akan menyerahkan tubuhnya dengan ikhlas, jadi hanya itulah cara terbaik.
kamipun memasuki rumahku yang saat ini sedang kosong, karena pengurus rumahku sedang pulang kampung.
ini sebenarnya saat yang tepat karena situasi dan kondisi yang mendukungku untuk memperkosanya, apalagi setelah melihat lekuk tubuhnya yang tercetak karena terkena hujan tadi, melihat itu membuat aku berhasrat dan harus melampiaskannya kedirinya tapi sepertinya tuhan belum berpihak ke diriku, karena setibanya dirumah karena terkena hujan badanku agak gak enak dan merasa kedinginan.
"ayo queen ganti baju dulu nanti kamu sakit" kataku setelah menyerahkan baju ganti.
"makasih mas, kamu juga ganti baju ya, nanti sakit" katanya mencemaskanku.
akupun melihatnya masuk ke kamar tamu, dan karena kepalaku sakit dan kedinginan akupun memasuki kamar dan dengan cepat aku masuk kedalam selimut. aku gak kuat kedinginan dan terlelap masih dengan mengenakan baju basah tadi.
queen pov
setelah mandi dan mengganti baju yang basah tadi, aku berjalan menuju dapur dan ingin membuatkan minuman panas untuk mas ziyan karena tadi aku melihatnya kedinginan dan wajahnya sangat pucat.
aku membuat minuman jahe yang akan membantu tubuhnya menjadi hangat..
aku mengetuk pintu kamarnya, gak ada jawaban, sekali lagi aku mengetuk dan tetap gak ada jawaban. akhirnya dengan berani aku membuka pintunya dan masuk ke kamar yang menurutku sangat rapi dan wangi itu.
"mas.. mas ini aku bawakan minuman jahe, ayo diminum agar gak kedinginan lagi."
dia tetap gak bergerak dan aku menghampiri ke kasurnya dan membuka selimutnya.
"ya allah mas, kok gak ganti baju sih"
aku meletakkan baki dan berusaha membangunkannya untuk mengganti pakaiannya yang basah itu.
aku membuka kancing bajunya, ya ampun baru sekali ini aku melihat tubuh telanjang pria dan pria itu belum suami pula.
"dingin queen, dinginnnnn banget mas gak kuat" katanya setelah aku berhasil membuka kemejanya.
"sabar mas bentar lagi aku pasangkan baju yang baru jadi mas gak kan kedinginan lagi"
"dingin queen bisa kamu peluk mas, agar dingin nya hilang" katanya dengan penuh harapan aku mengabulkannya.
aku kaget dengan permintaannya, tapi aku juga kasian dia seperti ini karena aku, jadi aku juga penyebab dia menjadi sakit, dengan reflek aku memeluknya dengan kuat agar dia tidak kedinginan lagi.
aku merasakan detak jantungku dan detak jantungnya berdetak dengan cepat.
aku memeluknya selama 15 menit dan ketika akan melepaskan pelukan itu dia menahan dan melihatku dengan tatapan sendu dan dengan lembut dia mencium bibirku dan meminta aku membalas ciumannya. entah setan apa yang merasukiku, aku membalas ciumannya dan semakin lama semakin panas, aku merasakan tangannya semakin meminta lebih.
aku hanya bisa pasrah setelah dia membaringkanku diatas kasur dan dengan pelan aku bertanya sebelum dia melakukan sesuatu.
"apa mas mencintai aku? gak akan nyakiti dan gak akan ninggalin aku kan dan akan nikahin aku kan mas?"
"iya sayang, aku mencintai kamu dan aku akan tanggung jawab" jawabnya dengan pasti.
aku kembali membalas ciumannya, dan terjadilah penyatuan tubuh ku dan tubuh mas ziyan, penyatuan diluar ikatan pernikahan yang aku tau itu dosa besar.
"maafin queen mom, gak bisa menjaga kesucian sebelum pernikahan, tapi queen sangat sayang dengan mas ziyan dan dia juga mi" kataku dalam hati karena merasa bersalah.
aku gak tau perbuatan kami ini akan menghancurkan atau membahagiakanku dimasa depan, yang aku tau saat ini aku sangat mencintainya dan aku rela menyerahkan mahkota keperawananku yang ku jaga hanya untuk suamiku kelak, dan ku berharap pria itu kamu mas ziyan, makanya aku dengan ikhlas dan rela menyerahkannya, apalagi aku melihat kamu melakukannya dengan lembut dan penuh cinta.
"makasih sayang, kamu membuat aku sangat bahagia saat ini" katanya setelah kejadian itu.
"mas janji akan tanggung jawab dan akan melamar kamu secepatnya" katanya lagi.
"iya mas, aku sayang dan cinta banget sama kamu" lalu kami tertidur dengan nyenyak masih dengan badan polos tanpa sehelai benangpun.
tbc
ishhh bodoh amat ya queen, bagaimana ya selanjutnya apa benar ziyan akan tanggung jawab?
KAMU SEDANG MEMBACA
2. Queen Story's
RomanceQueen Sagara : "Mommy dan papi apa2an sih, umurku baru 23 tahun, masa dipaksa nikah sih, dengan cowok gak jelas pula" Ziyan Wijaya : "menikah dengan gadis manja ini???? mama dan papa gak salah kan? cewek manja tapi cantik, aku harus memenangkan taru...
