2. Founded

421 50 30
                                    

Bila kalian menebak bahwa Kayreenlah yang tertembak, maka itu sebuah kesalahan besar. Sebab pada kenyataannya, laki-laki misterius itulah yang terkena tembakan tepat pada lengan kanannya.

Bahkan dengan luka tembakan itu, pria itu masih bisa menggendong Kayreen dan membawanya menuju suatu tempat.

Entah itu sebuah keberuntungan atau kesialan Kayreen, namun nyatanya gadis cantik itu tetap berada dalam dekapan pria yang sama sekali tidak Kayreen ketahui dalam keadaan tak sadarkan diri.

🔫🔫🔫

Bulu mata lentik itu bergetar secara perlahan lantas terbuka dan menampilkan iris kebiruan yang lembut bila dipandang. Matanya mengerjap beberapa kali, menyesuaikan pencahayaan yang ada. Setelah dirasa sesuai, barulah Kayreen sadar bahwa ia tengah berada di tempat yang tidak ia ketahui.

Dengan kesadaran penuh, kakinya melangkah menuju satu-satunya pintu di ruangan itu. Memutar knopnya beberapa kali, Kayreen lantas mendengus kesal ketika mengetahui bahwa pintu itu terkunci dari luar.

Sialan. Pikiran buruk menghantui Kayreen sekarang. Bagaimana bila ia berada di markas seorang penjahat? Atau pengedar narkoba? Dan atau-atau yang lain?

Tidak, tidak mungkin.

Setelahnya, kepalan tangan Kayreen menggedor-gedor pintu hingga membuat suara bising yang pastinya akan membuat seseorang mengetahui keberadaan Kayreen. Itu tujuannya memang.

Lama tak mendapat apapun dari luar sana, Kayreen akhirnya terduduk lemah di lantai yang dingin. Air matanya tiba-tiba saja meluncur bergantian dari kedua matanya. Sebenarnya ia tak mau menangis, namun sisi kewanitaannya tak mampu menyembunyikan bahwa Kayreen dilanda ketakutan sekarang.

Dan Kayreen akhirnya meredakan tangisnya saat mendengar suara langkah kaki dari luar sana. Ia bangkit, kemudian menyapukan pandangannya ke seluruh sudut ruangan, berharap menemukan sesuatu yang diinginkannya. Sebuah kemoceng.

Kemoceng? Bodoh! Hanya semut yang akan terkapar bila dihantamkan benda berbulu itu. Namun tak ada lagi pilihan, sebab pada kenyataannya orang itu sudah bergerak membuka pintu.

Dengan posisi siaga, Kayreen memegang erat kemoceng yang ia dapat. Matanya menatap lekat ke arah samping, tepat di mana pintu berada.

Buk!

"Shit!"

Suara itu terdengar berbarengan. Karyeen melemparkan kemocengnya, lantas berjalan mundur.

"Siapa kau?!" tanya Kayreen dengan langkah yang perlahan mundur, menanti seseorang di depannya mengangkat wajahnya.

"Si--"

Ucapan Kayreen terhenti saat mengetahui siapa yang ada di depannya. Penglihatannya tak salah, itu benar-benar dia.

"Kay--"

"Jangan mendekat!" seru Kayreen seraya tetap berjalan mundur perlahan.

Kenapa? Kenapa sekarang ia kembali dipertemukan dengan orang itu? Kenapa dia kembali dalam hidupnya?

"Kayreen," lirihnya lagi.

"Jangan pernah memanggil namaku! Stop! Jangan mendekat! Kumohon...."

Tubuh Kayreen terhempas di atas tempat tidur saat kaki belakangnya menabrak pinggir tempat tidur. Namun tak lama, sebab Kayreen kembali bangkit dan berjalan mundur melewati tempat tidur.

"Please," kata orang itu.

"Jangan, kumohon jangan mendekat." Lagi, permohonan itu terucap dari bibir Kayreen.

CHANGEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang