Extra Part-2.b. I love you

332 21 14
                                        

....

Tepuk tangan seketika bergemuruh, memenuhi seluruh penjuru ballroom. Semua orang tampak terpukau dengan penampilan Justin yang amat indah. Namun tidak dengan Kayreen. Gadis itu tak lagi mendengar gemuruh tepuk tangan, juga bisikan-bisikan orang-orang di sekitarnya. Telinga gadis itu berdengung dengan nyaring, membuatnya memejamkan matanya erat, kemudian meremas tangannya sendiri dengan kuat, sampai kukunya melukai telapak tangannya. Dan sebelum Kayreen tau apa yang terjadi padanya, gadis itu terlebih dahulu tak sadarkan diri.

🔫🔫🔫

Di saat semua orang bertepuk tangan setelah penampilannya, Justin menarik senyumnya saat menyadari bahwa reaksi Kayreen tak seperti yang ia perkirakan. Tiada tatapan kagum atau semacamnya. Lalu ketika Kayreen terlihat memejamkan matanya, dengan sigap Justin berlari ke arah Kayreen. Tepat sebelum gadis itu pingsan, Justin terlebih dahulu menangkap tubuh lemas itu dan menggendongnya ke luar. Orang-orang tampak memerhatikan pasangan itu, sedang Justin tak peduli pada apapun, selain gadis yang tengah ia rengkuh.

Setelah Kayreen mendapat penanganan dari dokter di rumah sakit, Justin mengawasi Kayreen dari kaca. Dalam setiap hembusan napasnya, Justin tak sedikitpun melepaskan pandangannya dari Kayreen. Ia benar-benar khawatir dan tak ada yang bisa meredam kekhawatirannya sekarang.

Pria itu melepas dasi dan kancing teratas kemejanya, kemudian menggulung kemejanya hingga sikunya. Ia meremas rambutnya sembari menyalahkan dirinya sendiri. Seandainya saja Justin bisa menangkap kebohongan Kayreen, semua ini pasti tak akan terjadi. Kayreen sakit, dan dia tak menyadari sedikitpun. Benar-benar bodoh.

"Dokter." Justin menghentikan langkah seorang dokter yang baru saja keluar dari ruangan di mana Kayreen dirawat. "Aku suaminya. Bisa beri tahu aku bagaimana keadaan istriku?"

"Tentu. Silahkan ikuti saya."

🔫🔫🔫

Justin mengecup punggung tangan Kayreen untuk kesekian kalinya, berharap gadis itu segera terbangun. Sudah terhitung dua jam dan belum ada tanda-tanda Kayreen akan terbangun dari pingsannya, itu yang membuat Justin amat khawatir sekarang.

Hanya kelelahan dan stress, juga terlalu banyak mengonsumsi aspirin, itu yang dokter katakan. Justin bingung, apa yang sebenarnya Kayreen lakukan hingga ia bisa sampai kelelahan? Dan apa yang membebani pikiran gadis itu sehingga ia bisa sampai tertekan seperti ini?

Justin tahu, bahwa belakangan ini Kayreen nampak tertutup padanya. Justin juga beberapa kali mendapati Kayreen mengonsumsi aspirin. Gadis itu mengatakan bahwa ia hanya sedikit pusing, dan Justin tak perlu khawatir. Tapi lihat kenyataannya sekarang; Kayreen pingsan. Bila saja Justin bisa mencari tahu apa yang terjadi pada Kayreen, mungkin semua ini tak akan terjadi. Bila saja Justin tidak terlalu sibuk, mungkin Kayreen bisa mendapat teman berbagi. Bila saja. Andai saja.

Justin tersentak saat Kayreen menarik tangannya dari genggamannya.

"Hey, kau sudah bangun, Sayang?"

"Leave me alone." Kayreen memiringkan tubuhnya, kemudian menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.

Meski terkejut pada reaksi Kayreen, Justin tetap memasang senyumnya. "Kau butuh sesuatu? Minum? Apa kau lapar? Apa--"

"Just go."

Justin mengulum bibirnya, kemudian mengusap kepala Kayreen dengan lembut. "Bila kau butuh sesuatu, aku ada di luar."

Kayreen menahan napasnya dan memejamkan matanya saat Justin menurunkan tubuhnya, kemudian mengecup kepalanya lembut. Kecupan tulus itu, membuat Kayreen semakin bingung. Tak ada yang dapat membuatnya lebih baik selain tertidur dan melupakan sejenak semuanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 12, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

CHANGEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang