5. Assistant

369 40 18
                                    

"Jangan sentuh aku."

Kayreen menepis kasar tangan Justin yang hendak meraih tangannya. Justin menghela napas lelah, namun tak urung ia menuruti perkataan Kayreen. "Baiklah," lirihnya kemudian.

Kayreen berjalan mendahului Justin, membuat Justin menahan senyum gelinya saat Kayreen berjalan ke arah yang salah.

Justin meraih tangan Kayreen. "Kay--ouh!" ringis Justin ketika Kayreen menepis tangan Justin dan tanpa sengaja memukul dengan keras bagian di antara paha Justin.

"Oh my God! Maafkan aku, aku tak bermaksud untuk--ya, maksudku itu," kata Kayreen salah tingkah mendapati wajah Justin yang sedikit memerah menahan sakit dengan kedua tangan berada di celana bagian depannya. "Apakah ... sakit?" tanya Kayreen dengan menurunkan volume suaranya dan sesekali melirik tangan Justin.

Dengan berat hati Justin memerbaiki ekspresi wajahnya dan melepas tangannya. "Ya, maksudku ... sedikit." Justin menggaruk tengkuknya salah tingkah. "Mm, kurasa kita salah jalan, Kay. Di sana pintu keluar dari kapal." Justin mngacungkan jarinya pada sebuah lorong.

"B-baiklah. Kau yang memimpin," ucap Kayreen.

"Kau tahu, kita bisa berjalan beriringan."

🔫🔫🔫

Kayreen menempelkan pipinya pada kaca mobil, sambil sesekali meniup poninya. Ini sudah satu jam pelajaran, dan selama itu juga Kayreen tak melakukan apapun selain terdiam dan mengamati jalanan yang terlihat lengang.

Sebenarnya sejak tadi perutnya sedikit lapar, namun egonya lebih tinggi meski sekadar untuk membuat Justin memberhentikan mobilnya di restoran cepat saji.

"As long as you love me ...

We're under pressure,
Seven billion people in the world trying to fit in
Keep it together,
Smile on your face even though your heart is frowning
But hey now, you know, girl
We both know it's a cruel world
But I will take my chances

As long as you love me
We could be starving, we could be homeless, we could be broke
As long as you love me
I'll be your platinum, I'll be your silver, I'll be your gold

As long as you love me, yeah ...,
As long as you love me...."

"Kau masih mencintaiku, bukan?" tanya Justin tiba-tiba setelah keheningan yang tercipta akibat Justin menghentikan nyanyiannya.

Justin tersenyum sekilas tatkala mendapati Kayreen yang malah mengalihkan pandangannya. Tangannya meraih sebuah kantung kertas di kursi belakang mobil.

"Makanlah. Aku yang membuatnya sendiri. Aku tahu kau lapar," kata Justin seraya menyerahkan bungkusan itu kepada Kayreen. Semula Kayreen tak menghiraukannya, namun pada akhirnya tangan Kayreen bergerak menerima kantung berwarna cokelat itu.

"Apakah ini roti ini berisi selai strawberry?" tanya Kayreen dengan tangan mengangkat sebuah roti yang baru saja diambilnya dari kantung.

"Aku tahu kau benci pada yang satu itu, Kay." Justin menyahut
dengan pandangan tetap pada jalanan di depannya.

Kayreen tak membalas ucapan Justin. Bukannya memakan roti itu, Kayreen malah kembali memasukkannya kembali ke dalam kantung. Justin pun tak berceloteh atas tindakan Kayreen.

Beberapa menit kemudian, mobil Justin telah terparkir sempurna di depan rumah Kayreen.

"Mulai besuk Bryan akan menjemputmu," ucap Justin saat Kayreen bergerak meraih knop pintu mobil.

CHANGEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang