SUDAH TERBIT CETAK DAN EBOOK DI PLAYSTORE. PART DIHAPUS DAN TERSISA PART 1-30.
Alexandra Johnson adalah seorang wanita yang membangun karir ceremerlangnya sebagai designer lampu terkenal di Louisiana terutama di New Orleans mau pun di luar negeri...
"Saya akan membuka kembali kasus pembunuhan Calista Johnson 19 tahun lalu," Kepala Divisi Kriminal Cheston Stone berada di ruangan Kepala Kepolisian New Orleans yang didampingi dua orang Komisaris Polisi. Cheston membawa berkas kasus Old Baton Rouge atas pembunuhan Calista Johnson 19 tahun lalu bersamaan dengan kasus pembunuhan Direktur Bank Asing Shreveport sebulan yang lalu. Dia meletakkan dua berkas itu di atas meja Donald Luther, Kepala Kepolisian New Orleans.
Donald menatap kedua berkas itu dengan wajah datar. Tangannya hanya membuka lembar pertama dari berkas Old Baton Rouge itu dengan malas dan kembali menatap Cheston.
"Kurasa kasus itu sudah ditutup setelah kedua detektif senior, Detektif Wood dan Detektif Harold tidak mendapatkan pembunuhnya. Lagipula tidak ada saksi. Suami Calista Johnson kabur dan tak pernah ditemukan."
"Anda tahu bahwa ada saksi seorang anak kecil yang ditemukan di dalam lemari pakaian ketika penusukan Calista Johnson terjadi!" bantah Cheston.
Rahang Donald tampak mengeras. Salah satu Komisaris Polisi yang duduk di sebelah Donald meraih berkas Calista Johnson dan melembarinya. Wajahnya tampak berubah warna ketika kini perhatiannya jatuh pada berkas Bank Asing Shreveport.
Cheston melihat reaksi itu dan dia mengambil kesempatan untuk memberi penjelasan pada Donald yang terlihat begitu angkuh dan keras kepala.
"Tersangka pembunuhan Calista Johnson sama seperti dengan pembunuhan Direktur Bank Asing Shreveport. Sidik jari Damarco terdapat pada pisau yang digunakannya menusuk Calista Johnson 19 tahun lalu. Sidik jari yang sama juga terdapat pada pentungan yang membunuh direktur itu."
Donald mengepalkan tinjunya di bawah meja. "Lalu...? Bukankah Damarco sendiri terbunuh..."
"Untuk menutup jejak! Karena sidik jari yang sama itu akhirnya kasus 19 tahun lalu terkuak dimedia! Lagipula Damarco terbunuh di kepolisian kita! Ada pihak yang merasa terancam akan keberadaan Damarco yang kini dikaitkan dengan pembunuhan Calista Johnson!" Chestong berhenti sejenak, menentang pandang mata Donald. "Damarco bekerja di bawah seseorang atau kelompok. Kami sedang menyelidiki motif kedua pembuhan itu, mencari benang merah keduanya."
Donald mengurut batang hidungnya. Dia mulai kesal. Mata cokelatnya memandang Cheston dengan jengkel. "Kau mulai seperti dua detektif bodoh itu! Mempercayai bahwa kedua pembunuhan itu saling berkaitan!"
Cheston berdiri dari duduknya. Dia menatap atasannya itu dengan emosi tertahan. "Karena saya sudah bertemu dengan anak dari Calista Johnson! Dia mengatakan bahwa pembunuh ibunya adalah Damarco ." Setelah berkata seperti itu, Cheston memberi hormat dengan gagah dan berlalu dari ruangan itu dengan tegap.
Hening sejenak di dalam ruangan itu. Berkas kasus Old Baton Rouge masih di atas meja itu. Komisaris Daniel Wilson menatap Donald.
"Apa dia sudah tahu?" Komisaris Daniel bertanya lambat di ruangan sunyi itu.
Donald yang melembari berkas Old Baton Rouge itu menghempaskannya di atas meja. Keadaan ruangan itu sunyi. Dia menatap berkas itu dengan tajam. Di berkas itu tercetak jelas polisi mana saja yang mengusut kasus itu di bawah pimpinan Cheston Stone.
"Dua detektif itu persis kedua ayah mereka!" tukas Donald tajam. Tangannya menjangkau telepon yang berada di dekatnya. "Elliot Wood dan Bobby Harold!"
~~~Oo~~~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.