BAB 3

9.2K 618 24
                                        

Elliot menaiki tangga kepolisian New Orleans dengan melompati dua anak tangga sekaligus. Dia membuka ikatan dasinya dan membiarkan benda itu tergantung sembarangan di leher dan dadanya. Dia mendorong pintu kaca itu dengan kasar dan melangkah lebar-lebar melewati tiap lorong menuju ruang interogasi seperti yang dikatakan Bobby di dalam pesan. Di depan sebuah mesin pembuat teh, Bobby tampak sudah menunggunya dan sedang menikmati teh di dalam gelas styrofoam.

Bobby bersiul melihat wajah tampan Elliot terlihat garang kontras bersama kemeja putihnya yang rapi dengan dasi yang tergantung lemas di kerahnya dengan tanpa ikatan sempurna. Bobby memperhatikan dirinya sendiri yang masih dengan setelan jas sempurnanya sementara Elliot sudah persis seperti preman.

Melihat Bobby berdiri santai menunggunya, Elliot lewat begitu saja sambil berkata datar. "Kita temui keparat itu di ruang interogasi."

Bobby menyadari bahwa menemukan pembunuh Calista Johnson adalah motivasi terbesar Elliot menjadi detektif polisi menggantikan ayahnya, Timothy Wood. Sejak pria muda itu sudah dapat meninggalkan cara berpikir dunia kanak-kanaknya, Bobby melihat bagaimana Elliot bekerja keras menggali semua bukti-bukti pembunuhan 19 tahun lalu melalui semua data-data milik ayahnya. Dari seorang anak laki-laki yang bertubuh kurus jangkung berkemauan keras kini Elliot berubah menjadi pria bertubuh atletis dan ketangkasan yang amat luar biasa di kepolisian yang membuat Bobby kagum. Tekad baja Elliot mengungkap kasus pembunuhan yang tak terungkap menjadikan dirinya sosok yang hebat sebagai seorang detektif polisi di divisi Cyber Crime.

"Aku mendapatkan kiriman email dari petugas autopsi tentang sidik jari tersangka," Bobby berkata ketika mereka berada di dalam lift menuju lantai bawah tanah yang terdapat ruangan interogasi bagi penjahat kriminal besar.

Elliot yang sedang menarik lepas dasinya yang terbuka, menoleh Bobby. "Aku memang penasaran dari mana keyakinanmu bahwa dia adalah pembunuh yang sama atas diri Calista Johnson, ibu Alex?"

Bobby mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto sidik jari yang ada pada pisau 19 tahun lalu yang digunakan membunuh Calista Johnson berdampingan dengan foto sidik jari yang terdapat pada sebuah pentungan besi yang digunakan untuk membunuh saat ini. Keduanya sama persis.

Elliot menatap itu dengan pandangan tajam.

Bobby memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya. "Setiap manusia di dunia memiliki sidik jarinya sendiri dan tidak ada yang sama." Bobby mengacungkan ponselnya. "Tentu saja dengan sidik jari tersangka kali ini."

TING!!

Pintu lift terbuka. Elliot dan Bobby melangkah keluar dari lift. Mereka berdua menuju ruangan khusus untuk melihat langsung keadaan di dalam ruang interogasi yang berupa ruangan yang dilapisi kaca untuk melihat tersangka di ruangan lainnya. Sebelum mereka memasuki ruangan itu, Elliot menoleh Bobby.

"Apakah kita mendapatkan ijin melihat interogasi? Bagaimanapun ini bukan kasus kita," tanya Elliot. Dia dan Bobby berada di Divisi Cyber Crime dan bukan bagian dari Divisi Kriminal meski Cyber Crime di bawah naungan divisi tersebut.

Bobby mendorong pintu berat itu dan mengedipkan matanya pada Elliot. "Kita mendapatkan ijin bahkan kau bisa menginterogasi tersangka."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
RUNAWAY BRIDE (WESTERN VERSION) (TERBIT) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang