Penyelidikan tentang kematian Calista menemukan jalan buntu. Semua dugaan tertuju pada Greg Johnson yang menghilang entah ke mana. Dugaan itu diperkuat dari semua keterangan para tetangga bahwa Calista sering kali dipukuli oleh Greg Johnson. Pria itu memiliki tabiat buruk sebagai pemabuk dan biang masalah.Pihak kepolisian Baton Rouge memutuskan akan menutup kasus tersebut tetapi Timothy bersikeras bahwa itu bukan pembunuhan biasa. Dia mengatakan bahwa keluarga Johnson seperti sedang bersiap-siap akan bepergian sebelum peristiwa naas itu terjadi.
"Bisa saja Calista sedang berencana melarikan diri bersama anak perempuan mereka dan ketika itu Greg Johnson melihatnya. Mereka bertengkar hebat dan terjadilah pembunuhan itu," ucap Kepala Divisi Kriminal di Kepolisian Baton Rouge, Detektif Grissam Shoemaker.
Detektif Timothy Wood segera memajukan tubuhnya. "Bagaimana dengan pintu yang didobrak paksa? Anak perempuan mereka yang ditemukan di dalam lemari pakaian yang kini sedang mengalami trauma hebat? Apa anda masih berkata bahwa ini hanya pembunuhan biasa?" teriaknya tidak puas. Bagaimanapun Timothy berniat menemukan pembunuh ibu kandung Alexandra.
Grissam Shoemaker berteriak pula sambil memukul meja. "Kalau begitu tanya anak perempuan itu siapa yang membunuh ibunya!"
Mereka semua yang ada divisi itu merasa frustasi. Penyelidikan menemukan jalan buntu dan itu membuat siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut harus memutar otak. Sebenarnya Grissam juga tidak mau wanita muda itu mati penasaran. Tapi mereka terbentur oleh bukti kematian yang minim.
"Kalau itu juga aku bisa bertanya padanya. Tapi anak itu mengalami trauma hebat yang membuatnya tidak mau berbicara!" balas Timothy kesal pada atasannya.
Terdengar suara pintu dibuka dan Patrick bergegas memasuki ruangan itu dengan membawa sebuah berkas di tangannya. Dia melihat bagaimana partnernya bersitegang dengan atasan mereka. Dia segera mendekati meja dan menyela di antara perang mulut keduanya.
"Berhentilah saling berteriak. Kasus ini ada kemajuan meski cuma sedikit!" Suara Patrick yang keras membuat kedua pria itu menghentikan percakapan panas mereka.
Timothy menatap Patrick yang tampak duduk di kursi sampingnya. Tampak sebuah berkas terletak di atas meja. Sebuah map merah yang bertuliskan kasus Nyonya Johnson.
"Apa yang kau ketahui?" tanya Grissam Shoemaker lelah.
Tampak Patrick tersenyum tipis. Dia memajukan tubuhnya dan menunjuk berkas di atas meja. "Ayo kita buang jauh-jauh dugaan pembunuhan seorang suami pada isterinya. Greg Johnson kemungkinan besar tidak membunuh isterinya meskipun dia seorang pengecut besar tapi dia tidak mungkin membunuh Calista," jelas Patrick menggebu-gebu.
Alis Timothy berkerut. "Mengapa kau begitu yakin?"
Patrick membuka berkas di atas meja itu. Dia menatap kedua orang itu dengan lekat. "Sebelum pembunuhan itu terjadi ada seorang tetangga yang melihat 4 buah mobil sedan hitam terparkir di depan rumah keluarga Johnson. Rupanya orang ini termasuk orang yang senang bergosip sehingga dia lebih memperhatikan mobil-mobil itu dan pria-pria berjas hitam yang keluar tergesa-gesa dari rumah keluarga Johnson..."
"Pria berjas hitam?" potong Timothy dan mengangguk.
"Dan kau takkan pernah bisa menebak bahwa kematian Calista hanya selang 55 menit saja dari kematian Anuleeka Rochester atau Madam Lyncoln," Patrick menatap Timothy dan Grissam Shoemaker penuh arti.
Kini Grissam membuka mulutnya. Dia menggaruk pelipisnya mendengar penjelasan Patrick. "Aku tidak mengerti arah bicaramu. Anuleeka Lyncoln resmi dilaporkan dari keluarganya bahwa dia bunuh diri..."
"Apakah anda tahu siapa Anuleeka?" tanya Patrick pelan.
Grissam bertukar pandang dengan Timothy. "Siapa yang tidak mengenal isteri kedua si Mafia Besar Terrance Lyncoln..." Timothy membelalakkan matanya. Dia memandang Patrick dengan tidak percaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RUNAWAY BRIDE (WESTERN VERSION) (TERBIT)
AksiSUDAH TERBIT CETAK DAN EBOOK DI PLAYSTORE. PART DIHAPUS DAN TERSISA PART 1-30. Alexandra Johnson adalah seorang wanita yang membangun karir ceremerlangnya sebagai designer lampu terkenal di Louisiana terutama di New Orleans mau pun di luar negeri...
