Adik Kesayangan

74 5 0
                                        


Rama memeluk erat adik barunya yang baru saja tiba bersama Ayahnya. Sudah lama sekali Rama menginginkan seorang adik yang bisa dia ajak bermain bersama.
Kala itu usianya masih 10 tahun sedangkan adiknya baru menginjak usia 7 tahun.
Rama kecil sangat bahagia atas kehadiran anggota keluarga baru nya. Layaknya seorang kakak ia sangat mencintai adiknya. Melindungi adiknya dengan segenap raganya.

Rama dan Rayyan hidup dan tumbuh bersama dengan baik. Keduanya saling menjaga dan menyayangi tanpa memandang status Rayyan yang hanya sebagai anak angkat yang diambil dari panti asuhan oleh Ayahnya.

Dengan tertatih Rama berjalan keluar dari ruang kerja Ayahnya. Langkahnya terasa berat, luka di bibir dan wajahnya masih membekas sejak perkelahiannya dengan beberapa anak yang mencoba menganggu Rayyan di sekolah.
Tidak peduli seberapa banyak rasa sakit yang ia dapatkan hari ini, ia tetap bersyukur bahwa adiknya baik baik saja sebelum mereka mencoba menyentuhnya.

" kakak.." Rayyan yang sejak tadi menunggu Rama di luar segera menghampiri Rama begitu Rama keluar dari ruang kerja Ayahnya.

" bagaimana? Apa kau baik baik saja?" Tanya Rayyan yang masih mengenakan seragam SMP nya.

"Memangnya aku kenapa? Tentu saja aku baik " jawab Rama sambil tersenyum untuk meredakan kekhawatiran dihati Rayyan.

Rayyan mengikuti Rama hingga kekamarnya.

" Ayah pasti memukulmu kan?" Tebak Rayyan begitu sampai dikamar Rama.

" tidak apa. Kau tidak perlu cemas, luka luka ini akan segera kering dan sembuh"

" maafkan aku..."

" kenapa diam saja saat mereka menindasmu? Aku kan sudah mengajari mu bagaimana caranya berkelahi..ah kau bisa mati jika aku tak segera datang"

"Maafkan aku kakak...aku selalu menyusahkanmu. Membuatmu berada dalam masalah yang sulit...membuatmu selalu dipukul oleh Ayah. Aku benar benar minta maaf. Aku bodoh karna tidak bisa melindungi diriku sendiri.aku selalu bergantung padamu.." Rayyan terlihat sangat kesal dengan dirinya sendiri. Air matanya mengalir membasahi pipinya.

" hei...jangan menangis. Jangan khawatir..akan tiba saatnya kau bisa melindungi dirimu sendiri. Lagi pula..selama aku menjadi kakakmu, aku akan terus melindungimu. Jadi ..agar aku bisa terus melindungimu tetaplah jadi adikku apapun yang terjadi "

Rayyan senang mendengar ucapan Rama, yang selalu berhasil menenangkan hatinya. Ia merasa jauh lebih baik sekarang. Selain hidupnya, Rama adalah satu satunya yang berarti untuknya.
Begitu juga Rama sangat mencintai Rayyan sebagai adik kesayangannya.

Namun perasaan saling menyayangi itu sirna ketika secara tidak sengaja Rama mengetahui kebenaran atas adiknya.
Bahwa Rayyan bukanlah anak yatim piatu yang Ayahnya ambil dari panti asuhan. Rayyan adalah anak yang masih mempunyai kedua orang tua utuh. Rayyan adalah anak dari Ayah yang membesarkannya selama ini. Ayah yang sudah mempertemukannya dengan Rama.
Ya..Rayyan adalah anak dari Ayah Rama dengan perempuan lain. Perempuan yang hidupnya masih ditanggung hingga sampai saat ini.

Hati Rama hancur saat itu juga. Ia tak pernah menyangka sebelumnya..Rayyan adalah adik tirinya yang masih satu Ayah dengannya. Rayyan lahir dari rahim seorang wanita yang sudah menghancurkan keluarganya.

" jadi ..kau akhirnya tau " ucap sang Ibu yang sudah sejak setahun terakhir ini mengucilkan diri dikamar.

" inikah yang membuatmu begini bu? Kau mengabaikan kami..menarik diri dari lingkungan dan lebih memilih menyendiri dikamar? Sejak kapan? Apa sudah lama kau tau tentang ini?" Cecar Rama yang duduk bersimpuh dihadapan Ibunya yang tampak kacau dan sedih.

See You GoodbyeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang