hati yang berlabuh

44 2 0
                                        


" menikahlah denganku maka akan kukembalikan kehidupan Rama. Hartanya, jabatannya termasuk Ayah nya. Aku akan kembalikan semuanya asal kau mau menikah denganku"

Indy menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskannya perlahan, kepalanya terasa pusing memikirkan masalah ini.
Tak pernah ia sangka sebelumnya ia akan terjebak dengan hubungan yang rumit ini.
Hatinya benar benar terbagi tak bisa mengerti dan memahami siapa laki laki yang sebenarnya ada dihatinya, Rayyan yang selama ini menjadi mimpinya atau Rama yang tiba tiba hadir dan mengubah kehidupan Indy.

" aku bukan tidak bisa memilih, aku juga bukannya plin plan dan menginginkan keduanya, aku hanya takut...takut salah memilih. Bagaimana jika akhirnya aku tidak bahagia dengan pilihan ku? Bagaimana jika hanya air mata yang aku dapatkan?" Ucap Indy pada dirinya sendiri.

Hatinya kembali goyah sejak kedatangan Rayyan malam itu. Rayyan berjanji akan mengembalikan apa yang sudah ia ambil dari Rama jika Indy mau menikah dengannya dan mungkin itu salah satu hal yang bisa membuat Rama bahagia.

" Indy kau disini?" Tanya Rama yang tiba tiba saja datang menghampiri Indy yang tengah menatap keluar jendela apartementnya.

" Rama"

" kau sedang memikirkan apa?" Tanya Rama seraya membelai lembut rambut panjang Indy.

" Rayyan. Aku memikirkan dia"

Jawaban Indy sukses membuat Rama merasa tidak nyaman.

" untuk apa? Bukannya kita sudah membahasnya kemarin? Kau akan meninggalkannya kan?"

" malam ini...adalah waktunya aku memberi jawaban atas lamaran Rayyan 3 bulan yang lalu. Aku sudah berjanji akan memberi jawabannya"

" baiklah. Kau boleh menemuinya malam ini tapi biar aku yang antar"

Sesuai keinginan Rama, akhirnya mereka tiba disebuah cafe bernuansa klasik. Rencananya Indy akan memberi jawaban atas lamaran Rayyan 3 bulan yang lalu.

" Rama aku minta maaf" ujar Indy sebelum turun dari mobil Rama.

" untuk apa?"

" untuk semuanya, karna aku kau kehilangan semuanya. Jabatan di Perusahaan, kepercayaan Ayahmu, bahkan karna aku hubungan mu dengan Rayyan semakin memburuk"

" sudahlah Indy, bagiku semua itu tidak penting lagi. Yang terpenting sekarang adalah kau memilihku"

" bagaimana jika aku tidak bisa? Bagaimana jika aku pergi dan kau kembali menjadi Rama yang dulu dengan semua yang kau miliki? Anggap aku tidak pernah ada dihidupmu"

Rama tersenyum kecut, rasanya ia bosan dengan pembahasan seperti ini yang membuatnya semakin takut kehilangan Indy.

" apa itu artinya...kau tetap akan bersama Rayyan?"

" Entahlah, aku sendiri tidak tau. Rasanya aku ingin pergi saja...dan tidak pernah hadir dalam kehidupan kalian. Dan lagi kenapa aku harus memilih satu diantara kalian sedangkan aku mungkin bisa bahagia dengan laki laki lain dengan kehidupan yang normal seperti orang orang pada umumnya"

" Oke, aku mengerti ini berat untukmu. Aku tidak ingin menjadikan ini beban, kalau begitu kau boleh memilih sesuai hatimu. Siapa yang benar benar kau cintai. Mungkin kau akan bahagia dengan pilihanmu nanti"

Indy mengangguk pelan, mencoba menenangkan gejolak dihatinya. Malam ini akan menentukan hidupnya.

" kalau begitu aku masuk dulu ya. Rayyan sudah menunggu didalam" pamit Indy yang kemudian beranjak turun dari mobil Rama dan bergegas memasuki cafe.

Sesuai perjanjian sebelumnya, Rayyan sudah menunggu Indy di sebuah meja yang terletak dipaling ujung. Sebuah tempat yang cukup private tanpa ada gangguan dari pengunjung yang lain.

See You GoodbyeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang