Misca pov
Semua serba putih, saat pertama kali aku membuka mata. Aku tidak mengingat apa-apa. Kenapa aku bisa berada disini. Kurasa perih ditangan kiriku. Ku rasa hembusan nafas seseorang disampingku.
"Hoaamm"
"Misca kamu udah sadar. Dokteerrr dokteerr" aku sangat mengenal suara itu. Siapa lagi kalau bukan kak Arin. Berarti dia yang semalaman menjagaku disini.
Tidak lama kemudian dokter datang dan memeriksa keadaanku.
"Bagaimana dok?" tanya kak Arin
"Pasien sudah baikan, tapi belum bisa pulang dulu karna keadaannya masih pucat, mungkin karna darah yang keluar terlalu banyak sehingga membuat pasien lemas" kata dokter dan kemudian keluar.
"Kak Arin, aku udah baikan kan? Kalo gitu aku mau pulang aja" ucapku
"Gak bisa Misca, kamu masih pucat, mending istirahat aja dulu hari ini, besok baru pulang" ucap Kak Arin
Aku hanya pasrah dan menganggu kan kepala.
"Morning everybody" ucap Kak Siska dan Kak Nisa yang datang.
"Nih makanannya" ucap kak Siska menyodorkan ke kak Arin.
"Oke thank you nanti gue ganti uangnya" ucap kak Arin
"Gimana keadaan kamu Misca?" tanya kak Siska
"Udah baikan kata dokter tapi belum boleh pulang dulu" ucapku
"Misca, ini sarapan dulu, aku suapin" ucap Kak Arin
"Gak usah kak. Aku bisa makan sendiri, mending kak Arin pergi sekolah aja" ucapku
"Aku gak sekolah, aku mau nemenin kamu disini" ucap kak Arin
"Nisa gue titip absen ya" ucap kak Arin lagi pada kak Nisa
"Siap Rin. Yaudah kita berangkat dulu, byeee" ucap kak Nisa dan berjalan keluar bersama kak Siska.
"Sini makan, aaak buka mulutnya" ucap kak Arin sambil menyodorkan bubur. Aku langsung menerima suapan kak Arin. Hingga akhirnya kenyang juga.
"Kak Arin gak makan?" tanyaku
"Gue makan dirumah aja. Gue mau balik rumah dulu ya, mau mandi. Nanti gue balik lagi. Mau nitip apa?" ucap kak Arin
"Gak usah kak. Yang penting kakak jangan lama-lama aja" ucapku sambil tersenyum.
"Sip, gue cabut dulu"
Setelah kak Arin pulang, tidak lama ada yang masuk.
"Hai miscacuuuu" yap! Siapa lagi kalo bukan syifa.
"Syifa kamu gak sekolah?" tanyaku
"Tenang aja aku udah ijin kok mau nemenin kamu" ucap syifa santai
"Kamu udah sarapan?" tanya syifa lagi
"Udah" jawabku singkat
"Kenapa kamu bisa kayak gini? Aku aja baru tau tadi pagi. Aku dapat berita dari anak-anak katanya gara-gara kak Arin kamu sampai di lukai sama preman pake pisau lagi"
"Itu semua bukan karna kak Arin. Aku cuma mau nolongin kak Arin. Kalo nggak preman itu bakal bawa kak Arin" ucapku
"Biarin aja, itu urusan dia" ucap syifa
"Syif kok kamu ngomong kek gitu sih. Kalo aja ada orang yang lewat selain aku pasti akan lakuin hal yang sama juga" ucapku
"Iya iya, aku minta maaf" ucap syifa

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta terlambat (Gxg)
Roman pour Adolescentsjangan sia-siain orang yang tulus mencintaimu karena belum tentu kamu akan mendapat orang yang begitu tulus seperti DIA.