PART 17

4.8K 164 6
                                        

Author POV

Keesokan harinya tisha berangkat sendiri karena adit sudah berangkat duluan, ya dalam artian adit ninggalin tisha buat kesekolah. Tisha jalan santai di lorong sekolahnya dan sempat papasan dengan adit dan abangnya namun hanya tisha acuhkan, karena masih dalam keadaan bad mood. Tisha langsung masuk kelas dan melihat adel yang sedang senyum-senyum sambil memainkan hpnya. Tanpa memperdulikan adel, tisha langsung duduk di bangkunya sambil membenamkan wajahnya di lipatan tangan yang ditaruhnya di atas meja.

"kenapa tadi adit berangkat sendiri gak bareng sama lo?" tanya adel yang membuat tisha mengangkat kepalanya

"tau" sahut tisha membuat adel malas bertanya lebih banyak karena pasti akan mendapat sahutan yang sama seperti biasanya.

Lagi, karena merasa tidak akan mendapat sahutan dari adel, akhirnya tisha menelungkupkan kepalanya lagi di lipatan tangannya yang masih berada di atas meja, sambil menunggu bel pelajaran berbunyi.

***

Bel istirahat berbunyi, membuat seluruh siswa segera menuju kantin termasuk tisha dan adel. Namun saat melewati wc adel berbelok karena ingin mencuci tangan dan menyuruh tisha untuk duluan jalan kekantin dan akan menyusul setelah selesai. Saat melewati depan perpustakaan ada yang menarik tisha ke dalam membuat ia dengan sangat terpaksa harus masuk perpustakaan. Tisha di tarik oleh seseorang hingga kepojokan perpustakaan karena disitu sangat sepi dan jarang anak-anak untuk membaca di pojok perpustakaan.

"kita langsung keintinya aja, gue sering liat lo dateng sama balik bareng adit, emang lo siapanya adit?" ucap gadis dengan surai panjang sebahu yang berada di depan tisha yang tisha ketahui namanya adalah bella karena ia melirik nametag yang ada di dada gadis tersebut.

"kayanya kalian tau deh siapa gue" sahut tisha malas

"gue emang tau lo itu siapa, lo adeknya akbar most wanted sekolah ini. Tapi bukan berarti lo bisa kemana-mana sama anak-anak satu geng mereka kan?" sahut gadis dengan rambut ikat kuda yang tisha ketahui namanya putri.

"emangnya salah?" tanya tisha

"salah besar. Emangnya lo gak bisa apa bareng sama akbar atau lo berangkat sendiri atau naik taksi aja sekalian?" tanya bella

"kan akbar dia sama pacarnya masa iya gue harus sama mereka gue bukan nyamuk mereka lagi?" tanya tisha lagi.

"kok lo nyolot sih ditanya baik-baik" sahut putri tak sabaran.

"kan kalian yang nyolot perasaan" ucap tisha malas. Namun bukan sahutan yang didapat tisha melainkan sebuah tamparan di pipi sebelah kanannya sampai sudut bibirnya mengeluarkan darah. Tisha hanya menghembuskan nafas berat agar tidak terpancing emosi dan balik menampar kedua kaka kelas dihadapannya saat ini. Bisa menjadi masalah besar jika seorang tisha yang terkenal cuek sesekolahan masuk berita mading karena ketahuan menampar kakak kelas dan harus berakhir dia berada di ruang konseling. Ruang yang sangat ia hindari saat masih bersekolah.

"jadi mau kalian apa?" tanya tisha

"jauhin adit!" ucap bella

"kenapa juga gue harus jauhin adit?aditnya aja gak masalah kalo gue berangkat sama balik bareng dia. Kenapa juga kalian yang repot sih disini" tanya tisha

"karena lo gak ada apa-apanya dibanding pacar adit" sahut putri

"jadi kalian babu-babunya pacar adit?" tanya tisha. Plak satu tamparan didapatkannya lagi di pipi kanannya. Membuat pipi sebelah kanannya bertambah merah dan luka disudut bibirnya semakin nyeri.

"jaga omongan lo ya, kita cuman jagain adit dari cewe murahan kaya lo" sahut bella

"mungkin lo gak cuman jagain adit tapi diantara kalian berdua ada yang suka sama adit,tapi adit udah keburu pacaran sama temen kalian yang lebih beruntung. sampai kalian seposesif ini sama adit padahal kalian bukan siapa-siapa adit. Buang-buang tenaga kalian aja kali jagain adit, adit bisa kali jaga diri sendiri." Ucap tisha. Setelah menyelesaikan ucapannya tisha langsung keluar perpustakaan dan langsung menuju kelasnya dan tidak jadi menuju kantin, walaupun ia sebenarnya lapar. Biarlah malam ini ia akan menahan sakit maagnya lagi.

***

Tisha membuka pintu apertemennya dan melihat adit yang sedang menonton tv namun tvnya hanya sebagai pajangan, ia sedang serius membaca buku yang entah apa judulnya. Tisha tidak menghiraukan adit dan langsung masuk ke kamar untuk mengganti bajunya dan menuju dapur untuk mengambil minum.

"gue udah masak, mending lo makan dari pada nahan sakit kaya biasanya. Gue denger dari adel lo tadi gak makan di kantin" ucap adit tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang ia baca.

"hmm" sahut tisha.

Tisha memakan makanannya dalam keadaan diam dan dengan cepat karena dia sangat lelah berpikir seharian ini tentang ucapan bella kakak kelasnya yang bilang bahwa adit memiliki pacar. Kenapa selama ini ia tidak tau, entahlah setelah mendengar itu hati tisha menjadi nyeri, entah perasaan apa yang dirasakan tisha terhadap adit saat ini, ia pun bingung dengan perasaannya sendiri. Sangking asyiknya melamun di meja mekan tisha tidak menyadari bahwa adit tengah berdiri dihadapannya. Tisha tersadar dari lamunannya karena merasa sakit disudut bibirnya yang ditekan oleh adit.

"bibir lo kenapa?" tanya adit dingin

"gapapa" sahut tisha tak kalah dingin. Mendengar sahutan tisha yang seperti itu membuat adit jengkel dan semakin menekan sudut bibir tisha menggunakan jarinya.

"aaaakk" teriak tisha karena merasa sakit saat sudut bibirnya ditekan.

"kenapa lo tekan sih, kan sakit" tanya tisha sambil menjauhkan tangan adit dari sudut bibirnya.

"makanya kalo ditanya itu jawab yang bener, biar orang tau kenapa" ucap adit sambil menjauh dari hadapan tisha, berniat mengambil baskom berisi air dan handuk untuk mengompres sudut bibir tisha yang masih memar dan berwarna sangat merah.

"sini gue kompresin" ucap adit sambil menarik kursi untuk duduk dihadapan tisha.

"gausah gue bisa sendiri" ucap tisha cuek sambil ingin mengambil baskom berisi air dari tangan adit.

"ga biar gue aja" ucap adit dingin membuat tisha mengurungkan niatnya untuk mengambil baskom dan handuk tersebut.

Adit mulai mengkompres sudut bibir tisha dengan hati-hati, dan membuat tisha menatap adit dengan dalam.

"aaakkk" teriak tisha lagi

"lo gak bisa ngompres apa?" tanya tisha

"bisa. cuman gue jengkel aja gue nanya gak lo jawab-jawab malah ngelamun. Emang lo ngelamunin apa? Jorok ya?" tanya adit

"enak aja, pikiran gue masih suci lagi" ucap tisha

"cih pasti juga pernah nonton film bokep" sahut adit. Yang dibalas dengan pukulan di bahu adit. Setelah memukul bahu adit tisha langsung berdiri untuk menuju kamar mereka. Dan adit menuju depan tv karena ia ingin melanjutkan membaca buku yang sedang ia baca tadi.



Akhirnya update hehe. maafin karena kelamaan:). happy reading.

Be LovedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang