Sore itu, hujan turun dengan derasnya. Dibawah atap student hall orang-orang berkumpul hanya untuk sekedar meneduh dan menikmati jatuhnya air hujan. Sepasang headset terpasang di telingaku dan memutarkan lagu payung teduh, entahlah, aku hanya inginkan sebuah ketenangan dalam hujan ini.
"Engga pulang? Ujannya udah mulai reda noh", suara irena terdengar dari belakang badanku, suaranya samar dengan adanya bunyi lagu dan rintik hujan yang masih membasahi student hall.
"Kamu tau ga, apa pelajaran yang bisa diambil dari hujan? Apa yang bisa dirasakan saat senja datang? Apa yang bisa kita pahami saat hari berganti menjadi malam?",
"Engga, emang ada gitu? Bukannya hujan bikin basah, banjir, dan masih banyak lagi, kadang juga bisa bikin masuk angin, kalo senja sama hari yang berganti malam emang udah seharusnya kaya gitu ya tiap hari?",
"Hujan itu mengajariku banyak hal, mulai dari orang bilang satu persennya air dan sisanya adalah kenangan, itu bener juga, dan banyak deh, tapi ada satu yang masih aku kenang sampai sekarang dari hujan, dia tetap berusaha untuk turun ke tanah meski dia tahu sakitnya jatuh berkali kali, dari senja, kita bisa dapat beberapa kiasan, dia selalu datang disaat kita membutuhkan dan disaat ketenangan yang kita rasakan menjadi lebih baik, ya gampangnya sih kamu bisa ngerasain ketenangan saat senja datang, walau kadang, keadaannya sering kali ga dibutuhin, kalo hari yang berganti jadi malam, itu artinya kita masih hidup untuk beberapa jam kedepan, setelahnya, biarkan Tuhan dan waktu yang tau",
"Sok puitis, ada apa tiba-tiba bilang gitu? Galau lagi? Galau mulu, ga ada hal lain yang bisa kamu lakukan apa?",
"Engga sok puitis, gak ada apa-apa ko, kalem weh, gak galau juga, ada ko hal yang bisa dilakuin, banyak pula, tapi ya, jalanin aja",
"Eh, aku belom selesai soal cerita yang kemarenan, aku mau lanjutin jawaban dari pertanyaan kamu",
"Hah? Yang mana? Aku aja sampe lupa saking lamanya", seputar pertanyaan hanya untuk mengingat, karena sudah hampir tiga hari aku tidak bertemu dengannya.
"Yaelah, baru juga tiga hari ga ketemu, itu loh yang gimana kalo kamu ada rasa sama yang baru, tapi kamu belom bisa move sama yang lama, hmm gini aja deh gampanya, aku jelasin secara singkat, kalo aku ya, aku pengen sendiri dulu, sampai pada akhirnya aku beneran bisa move dari yang lama, biarin semua penginggalan di masa lalu sampai hilang, nah kalo udah, kita baru cari yang baru, kalo masih yakin sama yang kamu cinta duluan tapi",
"Weh, kamu kesurupan apaan? Tiba-tiba bisa jawab macem gitu, oh jadi gitu, dari penjelasan kamu sih aku ngerti apa yang harus aku lakukan, thanks ya",
"Sama-sama, eh btw, ujannya udah reda, aku duluan ya, mau nubes, banyak tugas soalnya, kamu bantuin lah, jadi senior pelit amat ngajarin aku",
"Iya nanti aku bantuin sebisa aku, kalo aku gabisa ya bantu doa aja dan semangat, moga cepet kelar tubes dan semua tugas-tugas kamu hehe",
Dan kemudian kami berpisah, dia pergi meninggalkan student hall dan pulang ke kosannya, sedangkan aku kembali ke kampus hanya untuk sekedar mengingat kembali apa yang sudah terjadi di kampus ini.
