Rarka Aditya adalah seorang anak lelaki biasa yang kehidupannya tidak pernah menemukan sesuatu hal yang spesial, namun semua itu berubah saat dia bertemu anak bernama Diani Agatha. Disekitar anak itu, Rarka Aditya mengalami kejadian-kejadian yang ba...
Meringkuk di pojok ruangan sambil menatap tv yang terus menyala di gelapnya ruangan ini. Memikirkan nasibku yang tidak jelas. Menjalankan misi, tetapi setelah selesai tidak kembali ke dimensiku sendiri.
Tanpa mengalihkan pandangan, aku mencoba meraih bungkus snack makanan yang sedari tadi menemaniku. Merasa tanganku memegang sesuatu yang lain aku akhirnya menoleh.
"Apa yang sedang kau lakukan...?, " seru sebuah suara.
"Wah...!, " secepat kilat aku menarik tanganku.
"Diani...?!, " ucapku akhirnya.
"Kenapa kau ada disini...?, kapan kau masuk...?"
Dia menatapku dan mengedipkan matanya.
"Baru saja..."
"Untuk apa kau kemari..., malam-malam begini..?"
"Menemanimu, ibumu bekerja bukan...?, hari ini adalah jadwal masuk malamnya..."
Hebat sekali...!, sebenarnya seberapa jauh hubungan Rarka D2 dengannya...?, dia bahkan sampai tahu jadwal ibunya bekerja.
"Apa kejadian seperti ini sudah biasa...?, " rasa penasaran masih menyelimutiku tentang hubungan mereka.
"Hem..benar, lagipula aku biasanya selalu mengecek apa kau sudah tidur atau belum, kadang kau lupa mengunci pintu rumah..."
Yup aku tak bisa berkata apa-apa lagi selain diam untuk saat ini.
*----*
Diani Agatha pov.
Ayolah...!, katakan sesuatu...diriku...!!, kau akan mengatakan kalau kau menyukai Rarka bukan, diriku...?!, aku benar-benar ingin mengatakannya, tapi bagaimana...?.
Jantungku tidak bisa berhenti berdetak, apakah dia mendengarnya...?, ah masa bodo!, pokoknya aku harus mengatakannya sekarang juga.
"Hmm Rarka...?"
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulutnya.
"Ak..aku sebenarnya, itu...anu...aku suk-.."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haaahh...!!, kenapa bisa begini...!, dia malah tertidur, dan lagi kenapa wajahnya dekat sekali...?!.
Ya sudahlah...lain kali saja kalau begitu, lagipula masih ada hari esok, aku tak perlu mengatakannya sekarang juga.
"Rarka.., " aku menggoncangkan tubuhnya.
Dia menyahut tetapi masih dengan keadaan mata yang terkatup rapat.
"Hmm.."
"Aku akan segera pulang, sebaiknya kau mengunci pintunya dan tidur di kamar."
"Hmm.."
Astaga, bisakah dia lebih menyebalkan lagi...?
"Ayo cepat bang-.."
"I..bu.."
Aku mendengarnya menyebut ibunya dengan suara parau.
"Ibu...kenapa kau...p**gi..?"
Hah...?, dia bermimpi dan mengoceh tidak jelas.
"Jangan pergi...!, hiks.."
Apapun itu, aku tidak percaya dengan yang kulihat ini, dia menangis dalam mimpinya seperti bayi.
"Rarka sadarlah...!, " aku mencoba mencengkram bahunya dan menggoncangnya lebih kuat.
Aku merasakan hawa panas pada tubuhnya. Dia ternyata demam, jadi itu sebabnya dia menjadi aneh.
Aku meraba dahinya untuk memastikan suhu tubuhnya dan dia terbangun.
"Apa yang sedang kau lakukan...?, " dia melotot ke arahku.
"A...aku kira kau demam jadi-.."
"Kau tidak berpikir untuk pulang hah...?!, sekarang sudah larut, sebaiknya kau pulang sekarang...!, " dia menunjuk ke arah pintu.
Dia mengomeliku lagi dan lagi, tidak peduli dengan sikapku terhadapnya, sekarang dia telah berubah, dia bukan lagi Rarka yang ku kenal.
"Maaf jika aku mengganggumu, kalau begitu aku pergi..."
Tanpa menoleh kearahnya aku berlalu dan pergi. Terasa sesuatu membasahi pipiku. Aku terus mempercepat langkahku yang tak ingin lagi berada di sana.
Kecewa, marah, sedih, semua tercampur menjadi kesatuan yang hebat dalam diriku. Sebenarnya apa yang merubahnya belakangan ini...?, aku terus berpikir jika aku melakukan kesalahan, tetapi aku tidak menemukan suatu apapun yang berati.
Apa artinya senyuman yang dulu dia tampilkan kepadaku selama ini..?, apa itu cuma kebohongan..?, entahlah aku hanya berharap aku tak lagi menjadi bebannya.
Aku melihat sorotan lampu jalan yang kabur di pandanganku, mungkin karena air mata ini pandanganku jadi kurang jelas. Tak jauh dari sana aku melihat sesosok berjaket hitam datang ke arahku, dengan langkah yang super cepat.
Siapa dia...?, mengapa dia berpenampilan mencurigakan begitu...?.
Another Dimensions to be Continue...
Author pov.
Gimana readers, apa masih inget sama cerita yang udah lama ga update ini...?😂😅, saya harap masih inget, belakangan ini saya di sibukan oleh tugas sekolah yang sebenarnya sekarang juga belum selesai...(curhat mbaknya😐).
Jadi maaf sebesar-besarnya karena baru sempat sekarang updatenya..🙇🙇🙇
Daaan jangan lupa klik vote dan follow ya readers semua... 😘😍😆