"Taichou kenapa membawa anjing yorozuya itu ke sini?" tanya Yamazaki heran sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, ia mengambil tempat duduk di sebelah Sougo.
"Kenapa? Karena ini klinik hewan yang paling dekat Zakki," jawab Sougo sambil mengambil ponselnya di saku seragamnya. "Dan sialnya juga pengemudi mobil yang menabrak anjing ini sudah kabur. Karena ini kecelakaan yang tidak disengaja dan hanya menyangkut hewan, kita tidak bisa membesarkan masalah ini."
'Artinya biaya perawatan anjing ini di tanggung sendiri? Ah aku jadi kasihan dengan danna,' batin Yamazaki.
Sedangkan Sougo sibuk mencari kontak nomor Gintoki. Ketua Yorozuya punya ponsel? Tentu saja, meskipun Gintoki pernah bilang kalau ia tidak membutuhkan ponsel, pada kenyataannya ia juga membutuhkan alat komunikasi itu, begitu juga dengan Shinpachi. Hanya Kagura yang tidak ada, dua minggu yang lalu Kagura tidak sengaja menghancurkan ponsel barunya. Membuat Gintoki marah, dan menunda memperbaiki ponsel gadis itu selama sebulan.
Saat itu Sougo yang sering menjahili Kagura lewat ponsel merasa kecewa. Hiburannya berkurang. Ingin membelikan gadis itu ponsel, tapi ia tidak punya alasan yang cocok.
"Tapi taichou. Bukankah klinik di sini klinik hewan yang paling mahal?" tanya Yamazaki ragu-ragu.
"Mau bagaimana lagi. Keadaan anjingnya si China sudah sangat parah. Ia harus mendapatkan pertolongan secepatnya."
Sougo berdiri, agak menjauh dari Yamazaki, ponselnya ia tempelkan ketelinga.
"Jangan bicara lagi. Kau tunggu sebentar. Aku mau memberitahu danna."
Tanpa menunggu jawaban Yamazaki, Sougo lalu menghubungi Gintoki. Beberapa detik setelah mendengar suara 'tuuut' yang panjang, akhirnya oknum di seberang sana yang ia hubungi mengangkat telephone.
"Moshi-moshi dengan maid yang bertugas di Yorozuya. Kalau kau mencari bos kami yang tampan tapi single dan masih ada peluang untuk bisa mendapatkannya. Maaf ia sedang pergi dengan dua pembantunya yang tidak berguna, dan kebetulan ponselnya tertinggal."
Sougo memasang tampang datar mendengar celotehan Gintoki di seberang sana. Hampir selalu begini kalau ia, Hijikata, atau Kondo menghubungi Yorozuya. Terkadang kalimat pembukanya malah mengatakan 'kalau kau hendak menagih hutang pemilik ponsel sedang pergi.'
"Danna ini aku," ucap Sougo malas.
"Soichiro-kun?"
"Sougo desu. Seharusnya danna melihat dulu namaku di ponsel danna. Atau jangan-jangan danna tidak menyimpan nomorku?"
"Oh ya, aku memang tidak menyimpan nomormu. Untuk apa aku menyimpan nomor bocah sadis? Begitu juga dengan nomornya mayo freak dan gorilla tukang stalker itu."
"Hah ... terserahlah." Sougo menghela napas dengan malas.
"Omong-omong ada perlu apa kau menghubungiku?"
"Aku menemukan anjing kalian yang tertabrak mobil."
Sedetik dua detik. Hening di antara mereka. Sougo dapat mendengar suara bergesek di seberang sana, seperti ada yang berusaha mengambil alih ponsel Gintoki. Saat itu, Sougo baru menyadari sesuatu kalau ponsel Gintoki dalam keadaan loud speaker. Orang di dekat Gintoki bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Sadist ... jangan bercanda aru~. Kalau kau mengatakan lelucon mengerikan tentang Sadaharu, aku tidak akan memaafkanmu kuso gaki."
Tanpa sadar, seulas senyum tipis terkulum di bibir Sougo saat mendengar suara cempreng nan kawaii itu. Ah ... ini suara yang ingin di dengarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lie (Completed)
FanfictionRated T+/M Okikagu sweet and sexy romance Sebuah perjanjian dan kesalahpahaman terjadi membuat mereka memutuskan untuk menjalani hubungan palsu. PERINGATAN : Chapter yang mengandung adegan lemon akan saya beri peringatan. Jadi harap yang di bawah u...
