🔞Warning!!!🔞
>>>>>
"D-diam kau baka sadis," balas Kagura, berusaha terdengar ketus. Tapi wajahnya kini memerah sempurna, membuat Sougo merasa gemas sendiri melihatnya.
Ah ... sejak kapan Kagura tampak manis dan menggemaskan dimatanya?
"Aku tidak mau diam." Sougo bangkit berdiri di hadapan Kagura, sedikit merundukkan tubuhnya untuk mensejajarkan tingginya. "Bagaimana kalau kau mendiamkan sendiri bibirku? Dengan menciumku."
//sumpeh...Sougonya OOC banget, kesannya jadi mesum. Sorry minna-san😫😫//
"Eh ...?" Kagura mengkedip-kedipkan kedua matanya. Ok daya tangkapnya lagi dalam mode off, membuat ia tidak bisa menangkap maksud perkataan Sougo dengan cepat.
Sougo menyentuh dagu mungilnya. "Kau tahu ...? Bibirmu membuatku ketagihan."
"HAH ...?" Kagura berseru kaget mendengar ucapan Sougo, tubuhnya sontak merasa merinding. Mengabaikan wajah geli Kagura, Sougo mendekatkan wajahnya. "Sadaharu gigit sadis mesum ini ...."
"Aufh."
"Gya ... apa-apaan ini." Sougo berseru kaget saat pandangannya terasa gelap, kepalanya juga pusing dan ia merasa cairan lengket serta berbau amis dan terasa hangat mengalir di lehernya.
"Rasakan! Itu akibatnya karena mengerjaiku aru~." Kagura melangkah mundur, melepaskan diri dari Sougo. Ia tertawa licik melihat Sadaharu menggigit Sougo, memasukkan kepala pemuda itu ke dalam mulutnya. Darah terlihat mengalir dari sadis itu, Sadaharu menggigitnya.
Kagura lalu menjentikkan jemarinya, memberi tanda agar Sadaharu melepaskan Sougo. Pemuda itu mendengus, ia menyeka darah di keningnya.
"Tch kalau saja aku tahu kalau ia juga menggigitku, sebaiknya aku membiarkannya saja waktu itu." Sougo mengambil tisu yang tersedia di atas meja, membersihkan darahnya.
"Kau masih saja membahas hal itu aru~. Apa gunanya perjanjian ini kalau kau masih mengungkitnya." Kagura menyedekapkan tangannya, menatap kesal Sougo yang kini duduk tenang di atas sofa.
"Aku haus china." Sougo melemparkan tisu yang penuh darahnya ke wajah Kagura, mengabaikan Kagura yang memakinya karena perbuatannya.
"Lalu ...?" Kagura menaikkan kedua alisnya.
Sougo mendecak, ia mengelus bulu Sadaharu yang putih. Meskipun Sadaharu tadi menggigitnya, anjing besar ini juga mau bermanja dengannya, mungkin Sadaharu ingat dengan penyelamatnya.
"Apa kau tidak di ajari danna bagaimana caranya menyambut tamu? Harusnya kau menghidangkan minuman. Astaga, aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau seandainya kau menjadi istriku, kau bukan tipe istri yang ideal." Sougo menghela napas memasang tampang menyebalkan.
Kagura mendecak. "Menjadi istrimu? Jangan bermimpi sadis. Kata istri bagimu pasti menjadi budak aru~. Aku tidak akan pernah mau menjadi budakmu, status ini saja membuat aku tersiksa."
Sougo menaikkan sebelah alisnya saat mendengar ucapan Kagura. Kenapa gadis itu bisa mengartikan maksud yang berbeda dari ucapannya? Ah ... apa karena sifat bajingan -nya selama ini yang suka menjadikan para gadis sebagai budaknya? Karena itulah Kagura bisa menangkap salah dalam ucapannya. Sougo terkekeh dalam hati, mungkin ini karma baginya sehingga dicap bajingan oleh gadis yang disukainya.
"Kau mau kemana?" tanya Sougo melihat Kagura yang melangkah keluar dari ruang tengah.
"Aku merasa haus setelah mengomelimu aru~," jawab Kagura tanpa menoleh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lie (Completed)
FanfictionRated T+/M Okikagu sweet and sexy romance Sebuah perjanjian dan kesalahpahaman terjadi membuat mereka memutuskan untuk menjalani hubungan palsu. PERINGATAN : Chapter yang mengandung adegan lemon akan saya beri peringatan. Jadi harap yang di bawah u...
