24. Kepulangan Nobume

6K 205 17
                                        

Budayakan vote sebelum membaca. Happy reading😊

>>>>>

"Lepaskan, aku bisa bergerak sendiri."

Sougo mengabaikan protes Kagura saat ia menggendong gadis itu ala bridal style. Pemuda itu membaringkan tubuh Kagura dengan hati-hati di atas futon yang sudah ia bentangkan. Ia menutup tubuh polos Kagura dengan selimut.

"Jangan protes, aku tahu selangkanganmu masih sakit," ucap Sougo dengan senyum menggoda. "Atau kau mau melanjutkannya keronde berikutnya?" lanjutnya.

"Diam kau do-s mesum." Kagura memajukan tubuhnya, hendak meninju Sougo, tapi ia mengernyit saat bagian bawah tubuhnya terasa nyeri, tanpa sadar ia mengeluarkan erangan kesakitan.

Sougo terkekeh melihat Kagura yang kini sibuk mengumpat dengan wajah memerah malu. Sougo lalu berdiri, memakai seluruh pakaiannya. Lalu ia membuka sebuah kardus yang berada di sudut ruangan kamarnya, mengeluarkan sehelai pakaian dari dalam situ.

"Karena pakaianmu tadi sudah robek, sebaiknya kau memakai ini saja." Sougo kembali menghampiri Kagura yang kini menyandarkan punggungnya ditembok.

Kagura mengamati kimono berwarna krem yang di berikan Sougo, keningnya berkerut halus.

"Itu punya aneue. Pakaian kesukaannya. Aku menyimpan baju-baju favorite-nya sebagai bentuk kenanganku terhadapnya," jelas Sougo.

Kagura menyentuh kimono itu. Harum, meskipun itu pakaian yang lama tersimpan, Sougo merawatnya dengan baik. Manik birunya menatap Sougo dengan ragu.

"Apa tidak apa-apa aku memakai ini aru~?" tanya Kagura.

"Tidak apa-apa, pakai saja."

"Tapi...bukankah ini milik kakakmu? Orang yang penting dalam kehidupanmu sadis. Aku merasa tidak pantas memakainya aru~."

Sougo tertegun mendengar ucapan Kagura. Padahal mereka sudah berhubungan intim, tapi...apa tindakannya tadi tidak membuat Kagura berfikir kalau Sougo memganggapnya istimewa? Atau mungkin, gadis ini malah betfikir ia biasa melakukan sex? Ugh, Sougo harap bukan opsi kedua yang benar.

"Sudahlah, pakai saja china. Apa kau mau menginap malam ini dengan keadaan telanjang? Kalau begitu, aku tidak yakin untuk tidak menyerangmu lagi."

"Kau gila, aku sudah sangat kesakitan sekarang ini," bentak Kagura dengan wajah memanas.

Sougo tersenyum kecil.

"K-kau tadi bilang apa sadis? Menginap?"

Sougo mengangguk, ia membelai rambut Kagura yang tergerai tanpa cepolannya.

"Malam ini kau tidur disini."

"T-tidak mau aru~."

"Kalau begitu, pulang saja sendiri sambil menahan rasa sakitmu."

"Dasar do-s sialan."

Sougo tergelak saat Kagura memukul lengannya. Baginya sangat menyenangkan menggoda Kagura. Ia tidak akan pernah bosan untuk menjahili gadis itu. Sougo lalu bangkit berdiri.

"Kau mau kemana aru~?"

"Aku haus, mau mengambil minum. Tenang, aku akan mengambilkan jus untukmu."

Seperginya Sougo, Kagura kembali mengamati kimono milik Mitsuba. Gadis itu sangat heran, kenapa Sougo mengizinkannya memakai pakaian kakaknya? Ia lalu memandangi pantulan tubuhnya lewat cermin di kamar Sougo, dalam cahaya rembulan yang menelisik masuk lewat jendela, manik birunya bisa dengan jelas melihat siluet tubuhnya.

Lie (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang