2. Keanehan si sadis

9.2K 337 13
                                        

Setelah membuang sampah eskrim yang baru saja dihabiskannya, Sougo beranjak dari duduknya. Manik merah kecokelatannya melihat Gintoki masuk ke dalam toko, mungkin untuk membeli beberapa keperluan, tampak tidak mempedulikan kemarahan Kagura tadi.

Sougo menghela napas, ia cukup paham dengan sifat Gintoki. Pria itu memang terkadang tampak bersikap keras dan menentang keinginan orang lain, tapi di balik sifat itu diam-diam ia menuruti permohonan orang lain yang sudah merengek terhadapnya.

Dari balik kaca toko yang besar, Sougo melihat Gintoki sedang menyusuri sebuah etalase. Memilih sikat gigi dan peralatan mandi lainnya yang memiliki diskon. Tampaknya pria bermata ikan itu belum menyadari dirinya. Ia lalu membalikkan tubuhnya, memasuki sebuah toko kue dan eskrim, bersebelahan dengan yang dimasuki Gintoki tadi. Pemilik toko menyambutnya, sedikit heran karena Sougo baru saja memasuki tokonya setengah jam yang lalu.

'Hmm ... aku tidak tahu rasa favoritenya. Ah terserah saja, monster cina itu akan memakan apa saja.' Sougo tersenyum, menunjuk eskrim dan beberapa potong kue yang akan dibelinya.

"Tolong di bungkus dengan rapi untuk kuenya bibi," ucap Sougo, ia mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam dompetnya.

"Baiklah. Sepertinya ini untuk seseorang. Apakah kue ini juga perlu di oleskan tabasco seperti biasanya anak muda?" tanya bibi pemilik toko. Ia sangat ingat, pemuda dihadapannya ini pernah memesan kue yang di lumuri dengan tabasco. Dirinya yang heran hanya dapat menuruti permintaan aneh pelanggannya, dan ia sadar pemuda itu bermaksud menjahili seseorang.

Sougo tertegun mendengar pertanyaan itu. Benar juga, bukankah ia suka sekali menjahili si gadis China? Tapi kali ini ia menggeleng mendengarnya. Ia tidak mau membuat si China tersiksa karena tabasco.

Hari yang aneh. Aneh karena sikapnya Okita Sougo yang tidak seperti biasanya.

>>>>>

'Hah ... dasar bocah sialan. Kalau ia benar-benar marah, kenapa ia tidak pulang saja?' Gintoki mendengus melihat Kagura yang berdiri di bawah pohon, di taman dan bisa tertangkap dalam pandangannya.

'Mencoba merajuk heh ...?!' sungut Gintoki dalam hati. Meskipun ia merasa kesal, ia menghitung uang yang tersisa di dalam dompetnya setelah membayar semua barang-barang yang dibelinya di kasir.

'Hah ... hanya cukup membeli satu eskrim yang paling murah. Bocah itu nanti tidak akan mendapatkan makan malam.'

Gintoki kembali bersungut-sungut, ia melangkah malas keluar dari toko dengan membawa dua kantung belanja miliknya. Ia bermaksud mampir sebentar ke toko sebelah untuk membeli eskrim.

"Hey danna." Gintoki refleks menoleh. Mata ikan matinya menangkap sosok Okita Sougo, menyapanya sambil mengunyah permen karet di mulut.

"Oh kau mengagetkanku, Soichiro-kun."

"Sougo desu," balas Sougo malas, seperti biasa pria berambut silver ini selalu asal memanggil namanya. Nama lengkapnya Okita Sougo, bukan Okita Soichiro.

"Oh iya danna ini untukmu." Sougo tanpa basa-basi memberikan kantung plastik yang di bawanya.

Kening Gintoki berkerut samar, menerimanya. Lebih heran lagi saat ia tahu isi yang berada di dalamnya adalah sekotak kue dan beberapa eskrim.

"Nani Okita-kun? Ini pasti salah satu dari trik sadismu bukan?"

"Sebenarnya aku bermaksud menyimpan makanan ini di markas. Tapi karena aku masih memiliki jam patroli jadi ku berikan saja kesembarang orang. Yah ... sebelum es di dalamnya mencair," jelas Sougo asal.

Lie (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang