10. Kebohongan Sougo

3.4K 263 18
                                        

Kagura menggosok-gosokkan kedua tangannya dengan tak sabar saat melihat Ikumatsu menata potongan daging, telur dan sayuran di atas ramen pesanan mereka, sebentar lagi ramen itu akan terhidang di depannya. Ramen buatan Ikumatsu memang sangat nikmat.

Kagura tak sadar, tingkahnya itu membuat Sougo tersenyum simpul. Bagi Sougo tampak lucu dan menggemaskan sekali. Mengabaikan harum ramen yang menggugah selera, Sougo lebih memfokuskan dirinya untuk memandangi ekspresi Kagura saat ini.

'Aku tidak salah lihat bukan? Okita tersenyum lembut melihat leader?' Katsura yang melihat pemandangan aneh di depannya hanya dapat menggosok-gosok kedua matanya dengan kuat. Berharap ia hanya salah lihat. Hey, mustahil si sadistic prince ini bisa tersenyum lembut untuk Kagura yang notabene saingan beratnya.

Sougo mengambil ponselnya yang berada di balik seragam Shinsengumi, mengarahkan lensa kameranya ke Kagura tanpa disadari gadis itu. Ia harus mengabadikan ekspresi itu, agar ia bisa terus melihatnya.

"Eh ...?!" Kagura refleks menoleh saat merasakan kilatan cahaya blitz menyinari wajahnya. Ia mengerutkan keningnya melihat sudut bibir Sougo terangkat dengan ponsel di tangannya. "Apa yang kau lakukan aru~?"

"Oh ini ...." Sougo memandangi hasil fotonya dengan senyum yang terlihat menyebalkan di mata Kagura seakan mengejeknya. "Aku hanya mengabadikan wajah jelekmu dengan ekspresi jelekmu. Lumayan bisa untuk menakuti Hijikata, soalnya ekspresi jelekmu ini cukup menyeramkan seperti hantu," ejekan Sougo itu sukses memunculkan urat emosi di wajah Kagura.

"Teme ... apa maksudmu?" Kagura berusaha mengambil ponsel Sougo, tapi pemuda itu malah mengangkat tangannya tinggi-tinggi agar Kagura tidak bisa mencapainya. "Kemarikan ponselmu, baka sadis."

"Kau mau apa?" tanya Sougo dengan wajah datarnya.

"Akan kuhancurkan ponselmu sampai menjadi serpihan kecil aru~"

"Hee mana mungkin aku mau menyerahkannya." Sougo terus mengangkat tangannya tinggi-tinggi, Kagura kesal ia berusaha mengambil ponsel itu dari Sougo.

"Ekhem." Dehaman Ikumatsu membuat Kagura menoleh, perhatiannya menjadi teralihkan sepenuhnya melihat 6 mangkuk ramen yang diletakkan wanita itu. 1 porsi milik Sougo yang rasanya ekstra pedas, sampai-sampai warna kuahnya merah menyala. Sedangkan 5 mangkuk lainnya diletakkan di hadapan Kagura. Ya, gadis yato itu memesan 5 porsi ramen berukuran junbo. Sougo yang melihatnya hanya menghela napas pasrah, nafsu makan klan Yato memang bagaikan monster.

Kagura mengambil sumpit, lalu gadis itu berkata dengan penuh semangat. "Ittadakimasu."

'Cuman makanan yang bisa mengalihkan perhatiannya.' Sougo menyembunyikan ponselnya di balik seragam.

Seperti Kagura, ia mulai menikmati ramennya. 'Enak sekali, pujian Zaki memang benar,' batin Sougo berkata.

"Apa pedasnya kurang?" tanya Ikumatsu, ia meletakkan bubuk cabai di dekat Sougo.

"Ah tidak, ini sudah pas."

"Yokatta, aku senang mendengarnya." Ikumatsu tersenyum melihat Kagura dan Sougo menikmati ramen buatannya dengan lahap, ia lalu melayani pelanggan lain yang baru saja datang, di bantu dengan Katsura.

"Uhuk-uhuk ...."

Sougo membuka air mineral dalam kemasan yang berada di dekatnya memberikannya kepada Kagura. Gadis itu tanpa berkata apa-apa langsung meneguk air itu.

"Makanya jangan makan dengan terburu-buru," tegur Sougo setelah batuk Kagura hilang.

Muka gadis itu agak memerah, dan di sekitar mulutnya basah karena air. Sougo mengambil tisu d idekatnya lalu mengusap bibir gadis itu.

Lie (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang