Ekhem...peringatan...
Ya...ini peringatan dari author untuk chapter ini, sekian😅
.
.
.
Kagura mendudukkan dirinya di bangku taman, ia meletakkan kantung plastik yang dibawanya. Gadis itu menghela napas, manik birunya menatap langit yang sudah gelap.
Ia tidak menyangka, ia main seharian di istana bersama Soyo. Ia bahkan sempat makan malam di istana sebelum pulang. Sebenarnya, Soyo menawarkan diri agar ia pulang dengan diantar mobil istana. Tapi Kagura menolak, lebih nyaman baginya untuk berjalan kaki.
Soyo juga sempat mengajaknya untuk menginap di istana, tapi lagi-lagi Kagura menolak. Seharian ini ia bermain di istana, bisa-bisa Gintoki atau Shinpachi mengkhawatirkannya.
'Manga shoujo menarik juga ternyata.' Kagura melihat isi kantung plastik yang dibawanya. Ada lima buah manga shoujo di sana, Soyo meminjamkannya.
Kagura ingat dengan sebuah adegan dalam manga yang di bacanya, saat tokoh utama prianya melakukan kabedon terhadap heroine -nya lalu mereka berciuman. Entah kenapa saat mengingat scene itu membuat Kagura berdebar dan teringat dengan Sougo yang sudah melakukan kabedon terhadapnya sebanyak dua kali.
Gadis itu mengerang pelan dan menepuk-nepuk kedua pipinya, berusaha mengusir bayangan Sougo dalam pikirannya. Mustahil pangeran sadis itu mau menciummya, Sougo hanya berniat menjahilinya fikirnya.
'Ah ya, jam berapa sekarang?' Manik biru Kagura berusaha melihat jam di taman dalam cahaya remang-remang, ia mendecak saat sadar jam itu mati. Kagura merogoh sakunya, mengeluarkan ponsel, lalu menghidupkan ponselnya yang tadi ia matikan.
'Hah?!' Kagura membelalakkkan matanya, terkejut melihat 136 missed call di ponsel barunya. 5 kali dari Gintoki, 3 kali dari Shinpachi, dan sisanya dari Okita Sougo. Bukan itu saja, Kagura nyaris mengeluarkan sumpah serapah melihat 157 e-mail yang dikirim Sougo, spam bertuliskan china atau emoticon babi.
'Sadis sudah gila,' batin Kagura tak habis pikir. Kenapa Sougo sampai melakukan hal seperti ini? Hanya membuang-buang waktu saja, Kagura bersumpah akan mengomeli pemuda itu kalau mereka bertemu.
Gadis itu terkejut saat ponselnya bergetar. Pangeran sadis itu kembali menelephonenya, dengan kesal Kagura menekan tombol merah. Menolak panggilan pemuda itu.
"Kenapa kau tidak mengangkatnya?"
Kagura nyaris melompat karena sangking terkejutnya saat mendengar suara itu, ia refleks menoleh. Tubuhnya terasa tegang saat manik birunya mendapati sosok Okita Sougo. Tunggu! Kenapa ia merasa takut seperti ini? Harusnya ia mengomeli pemuda itu seperti apa yang ia rencanakan tadi, tapi saat ia melihat raut kesal Sougo dan sorot kesal di manik merahnya, Kagura menjadi bungkam.
Pemuda itu melangkah mendekat, ponsel yang tadi ia tempelkan ke telinga kini di masukkan kedalam saku.
"Jawab pertanyaanku china."
"Tch. Itu tidak penting sadis. Sudah jangan menggangguku, aku mau pulang aru~."
Kagura akui, ia takut melihat Sougo yang sekarang ini. Tanpa menatap Sougo, Kagura bangkit berdiri, mengambil tas plastiknya, lalu bergegas meninggalkan Sougo.
Tapi Sougo tak kalah cepat, ia menahan pergelangan tangan Kagura.
"Sadis lepaskan!"
"Aku akan mengantarmu pulang," ucap Sougo dengan nada dingin. Kagura hanya diam, tidak menerima ataupun menolak tawaran Sougo. Ia membiarkan Sougo menggamit tangannya, dan mengambil alih kantung plastiknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lie (Completed)
FanfictionRated T+/M Okikagu sweet and sexy romance Sebuah perjanjian dan kesalahpahaman terjadi membuat mereka memutuskan untuk menjalani hubungan palsu. PERINGATAN : Chapter yang mengandung adegan lemon akan saya beri peringatan. Jadi harap yang di bawah u...
