27. Do You will Marry Me?

6.5K 268 71
                                        

'Kagura...menikahlah denganku.'

Kagura menelan ludahnya dengan gugup, membasahi kerongkongannya yang terasa kering akibat mendengar ucapan Sougo barusan. Pemuda sadis ini...melamarnya? Apakah ia tidak sedang bermimpi?

Diam-diam, Kagura mencubit punggung tangannya sendiri, membuat ia memekik kecil merasa sakit akibat ulahnya. Kagura meringis, ini bukan mimpi, ini kenyataan. Sedangkan Sougo hanya dapat menahan senyum melihat tingkah Kagura.

"J-jangan bercanda sadis. Kau b-bohong bukan?"

Shit! Kagura mengumpat dalam hati. Kenapa suaranya terdengar gagap seperti ini? Kagura tersentak saat Sougo kembali menyentuhnya, memegang dagu mungilnya, memaksanya mendongak dan bertemu pandang dengan wajah yang menurutnya bajingan, tapi sialnya selalu mengganggu benaknya.

"Lihat aku...apa aku sekarang terlihat bercanda?" Nada suara itu...terdengar sangat lembut, berbanding terbalik dengan sorot mata Sougo yang kali ini terlihat tajam, dan ekspresi wajahnya yang tampak serius.

Kagura kembali meneguk ludahnya dengan gugup. Ia menyingkirkan tangan Sougo yang berada di dagunya, menolak bersitatap dengan pemuda itu. Seperti yang di katakan Sougo, Kagura tidak menemukan kebohongan dibalik wajah itu.

"T-tapi...bukankah ini terlalu cepat aru~."

"Kita sudah lama saling mengenal, dan sudah tahu sifat masing-masing. Terlalu cepat bagaimana?"

"M-mustahil pria dewasa sepertimu menyukai gadis berumur 16 tahun sepertiku aru~."

"Aku bahkan sudah lama menyukaimu, sejak kau berumur 14 tahun."

Kagura membelalakkan matanya, ia menatap Sougo. Serius? Sudah selama itukah? Pemuda itu balas menatapnya, tetap dengam ekspresi seriusnya. Kagura kembali memutuskan kontak matanya dengan Sougo, ia meremas tepi pakaiannya. Ugh, debaran di jantungnya makin menggila.

"Lolycon," desis Kagura pelan.

"Aku bukan lolycon," dan Sougo mendengar ucapan Kagura barusan.

"Kau aneh menyukai gadis kasar dan rakus sepertiku."

"Justru sifat itulah yang membuatku tertarik denganmu."

Kagura tersentak saat Sougo yang tadinya berdiri sekarang duduk bersimpuh di bawahnya, kedua tangan Sougo menggenggam lembut kedua tangannya. Kagura kembali merona, ia melihat kedalam manik merah Sougo yang menatapnya lekat. Terkesan lembut dan serius di waktu bersamaan.

"Bagaimana kalau aku menolak?"

Sougo menggeleng tegas. "Kau yakin akan menolaknya? Padahal hati dan tubuhmu sudah menjadi milikku. Kita tinggal mengikat janji suci saja."

"A-apa maksud...." Kagura terdiam saat ia mengingat malam itu. Malam dimana tubuhnya dan Sougo menyatu. Hal itu membuat wajah Kagura kontan merona hebat, seperti apel merah.

"K-kau...percaya diri sekali kau mengatakan hatiku sudah menjadi milikmu. Aku tidak menyukai-mu aru~," ucap Kagura setelah berhasil menenangkan dirinya, walaupun wajahnya masih memerah.

"Ucapanmu kuanggap sebagai kebalikannya," balas Sougo santai.

Sougo tersenyum simpul mendengar penyangkalan Kagura, berbanding terbalik dengan wajahnya yang terlihat memerah malu. Menggemaskan. Sungguh gadis ini sangat menggemaskan saat berada dalam mode tsundere.

"Kau tidak bisa berbohong china. Kalau kau tidak menyukaiku, kenapa kau kemarin merasa sedih?" pancing Sougo, membuat Kagura mengingat pertengkaran mereka kemarin, yang entah kenapa terasa memalukan bagi Kagura untuk saat ini.

Lie (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang