Budayakan vote sebelum membaca... Happy reading😊
>>>>>>
Ruangan Sougo terletak di tengah-tengah markas, membuat Kagura harus melangkah lama menyusuri markas Shinsengumi, mengikuti Yamazaki di belakang. Kagura merasa agak risih, karena beberapa pasang mata memandanginya. Bukan ... bukan karena mereka naksir terhadap Kagura. Mereka semua merasa sangat penasaran. Kenapa kapten divisi satu Shinsengumi berpacaran dengan gadis rivalnya?
"Nah ... kita sampai, Kagura-san." Yamazaki berhenti melangkah tepat di depan sebuah ruangan. "Kau masuk saja."
Kagura memandangi Yamazaki. "Kau tidak masuk?" Sorot Kagura seolah mengatakan ; 'Temani aku untuk menemui sadis.'
Yamazaki menggaruk pipinya yang tak gatal, sadar dengan arti tatapan Kagura. "Etto ... banyak tugas yang menantiku." Ia bohong, hari ini ia diliburkan, tapi jelas ia tidak mau menemani Kagura. Bukankah kapten divisi satu ingin berduaan dengan gadis ini?
Kagura menghela napas saat Yamazaki berlalu pergi. Hufth ... kenapa ia harus bingung seperti ini? Kagura lalu mengatupkan bibir, memantapkan hatinya. Perlahan jemari lentiknya menggeser sedikit pintu geser kamar Sougo.
Dan di sana, Kagura melihat Sougo tengah berbaring di futon dengan ditemani Kondo yang duduk di sampingnya. Rasa tegang yang membungkus dirinya tadi perlahan pudar saat tahu bukan hanya ia dan Sougo yang berada di sana.
Tapi itu hanya sesaat.
"Hmm ... kue-kue bingkisan ini enak sekali Sougo." ucap Kondo. Ia tengah menikmati kue yang didapatkan Sougo dari para penggemarnya.
"Sepertinya kue ini buatan sendiri, aku sering mendapatkannya. Dan yah ... memang enak."
"Ha-ha-ha untung saja para penggemarmu tidak seperti Tae-chan yang hanya bisa menciptakan dark matter."
"Kondo-san, ia bisa menghajarmu kalau ia mendengarnya."
Kagura mengatupkan rahangnya, ia mendengar percakapan kedua pria itu. Dan kenapa hatinya kembali merasa panas. Tiba-tiba pandangan Sougo terarah kepintu.
"China, kenapa kau tidak masuk?"
Kagura tersentak, Sougo ternyata sudah menyadari keberadaannya. Kondo ikut menoleh ke arah pintu, ia tersenyum.
"Akhirnya kau datang Kagura, Sougo tadi uring-uringan sendiri karena menunggumu."
"Aku tidak seperti itu, Kondo-san," kilah Sougo cepat.
Kondo tertawa, ia menepuk pelan kepala Sougo. Lalu ia beranjak keluar dari kamar pemuda itu, Kondo mendorong bahu Kagura. "Masuklah."
Sougo mengerutkan keningnya melihat Kagura yang masih berdiri di depan pintu kamarnya yang sudah menutup. Gadis itu terlihat ... aneh? Tampak bimbang dan kesal.
"Kenapa kau masih berdiri di sana?" tanya Sougo. Perlahan ia berusaha duduk di atas futon, menyandarkan punggungnya di tembok kamar. Kepalanya kembali berdenyut sakit, tapi ia berusaha menahannya.
"Kelihatannya kau sehat-sehat saja aru~," ucap Kagura ketus. Ia akhirnya duduk di dekat Sougo.
Sougo mendengus. "Seenaknya saja kau menuduhku, aku lebih suka berkeliaran di jalan dibandingkan bergelung dalam selimut."
"Oh ya?" Kagura menaikkan sebelah alisnya, lengkap dengan senyum terkesan meledek. "Bukannya sebaliknya? Kau itu polisi pemalas aru~. Aku sering melihatmu tiduran di taman."
Tanpa berkata-kata, Sougo meraih tangan Kagura, menempelkan telapak tangan gadis itu ke keningnya. Kagura tersentak, kulitnya Sougo terasa sangat panas. Manik merah kecokelatan pemuda itu kini menatap Kagura.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lie (Completed)
FanfictionRated T+/M Okikagu sweet and sexy romance Sebuah perjanjian dan kesalahpahaman terjadi membuat mereka memutuskan untuk menjalani hubungan palsu. PERINGATAN : Chapter yang mengandung adegan lemon akan saya beri peringatan. Jadi harap yang di bawah u...
