20 ~ Baju Cap Tinta

78 0 0
                                        

Hari ini, saya pakai baju dengan salah warna kesukaan saya. Warna coklat dan hitam. Baju ini menurut saya potongannya enak banget. Selain itu, kainnya adem, jadi enak di tengah suhu panas kayak sekarang. Kainnya agak mengkilat jadi kesannya ga kasual. Suka deh. Kemudian dipasangin sama jerudung item, warna kesukaan juga.

Dan tiba-tiba, baju itu tertumpahi tinta spidol! Di bagian depannya. Di beberapa spot. Saya terhenyak. Terpaku. Tertahan. Terdiam. Terbelalak. Terpekik. Terdilema.

Langit gonjang ganjing. Jeder!

Saya segera memekik (ya teriak dulu lah), lalu bergegas ke kamar mandi. Karena saya dari ruang sidang 2 (ex-paud) maskam UGM, kebayang dong ya jaraknya ke kamar mandi. Pasti itu tinta udah meresap, kering ketiup angin, makin susah deh dihilangkan. Aaarrrh.

Selama perjalanan (panjang) ke kamar mandi itulah saya merasa ditegur oleh Allah. Mungkin karena saking senengnya Ama baju itu, saya sampai lupa kalau itu milik Allah juga. Jadi, harusnya mengucap syukur kepada Allah. Saya juga lupa kalau Allah lah Maha Memiliki Segala Sesuatu. harusnya pas ada ciptaan Allah yang indah kita segera memuji asmaNya.

Allah seakan mau nunjukin ke saya, hati2 dengan hati kita, untung ditegur sekarang, ga di neraka. Saya sepanjang perjalanan hanya bisa mohon ampun.

Memang, benar, segala keindahan datangNya dari Allah. Kita sering lupa dan ga berterima kasih dan memuji namaNya. Padahal, Allah lah pemilik segala sesuatu.

Ngemil MaknaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang