Kadang tak apa, terlambat.
"Apakah hanya saya yang belum serius benar memikirkan perkara cinta?"
"Apakah hanya saya yang belum berpikir soal ini?"
Tidak apa-apa kan?
"Berapa usia target Fakhi?" Tanyanya.
"28-29 tahun, bagaimana?" Jawab saya.
"Kalau tidak dapat bagaimana?"
Saya tertawa, "Ya, mumpung biasa saja. Mumpung belum cemas, tidak perlu mempercepat kecemasan,"
Lalu sahabat saya yang lain melempar tawa ke arah saya, "Kayak dia mau nikah saja."
Dan saya ikut tertawa. "Bisa jadi,"
#TentangDilemaMendewasa
Maksud saya, setiap orang punya kecemasan masing-masing. Tergantung standar hidup dia, konsep diri, norma keluarga, masyarakat dan banyak faktor lainnya.
"Ga perlu mempercepat kecemasan,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Ngemil Makna
Non-Fiction[Rank #1-Makna] For the meaning of life differs from man to man, from day to day and from hour to hour. What matters, therefore, is not the meaning of life in general but rather the specific meaning of a person's life at a given moment. (Viktor E...
