Yogyakarta, 2 Agustus 2018
"Mbak Iza kapan bisa ketemu nih?" kata saya melalui jejaring chat online bernama WhatsApp saat tiba-tiba teringat Mbak Iza. Sosoknya membekas istimewa. Bukan karena paras mukanya bak artis-artis papan atas. Lebih dari itu, muka itu muka yang terbiasa berwudhu, menimbulkan gemericik ketenangan setiap orang yang memandangnya. Selain itu, setiap pertemuan dengannya menggurat pelajaran berharga. Saya merasa butuh nasihat darinya barang satu atau dua hal. Haus akan sepatah dua patah katanya.
Percakapan terakhir saya adalah ketika saya meyakinkan Mbak Iza untuk menerima tawaran pengisi sharing di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor Putri di Mantingan. Awalnya, Wisnu, salah satu alumni Program Kaderisasi Ulama (PKU) Gontor ribut mencari orang untuk mengisi sharing tentang dakwah kampus di UGM di ISID Gontor Putri. Awalnya ditawarkan ke saya, karena saya janji menemani penelitian seorang mahasiswa asing dari Serbia membuat saya tidak bisa bergerak keluar dari kampus.
Meskipun saya tidak yakin bisa menemuinya dalam waktu dekat-dekat ini, sebab Mbak Iza sedang sibuk mempersiapkan wisuda para santrinya pada waktu yang bersamaan saya juga sedang berada dalam persiapan presentasi penelitian di Malaysia. Tapi rasanya sudah tak terbendung ingin bertemu, sekadar meneguk inspirasi.
Teringat fragmen-fragmen pertemuan dengannya, pada mulanya kami dipertemukan di sebuah wadah kelompok studi Psikologi Islam, saat itu ia menjabat sebagai ketuanya, sementara saya adalah anak baru yang baru masuk. Dari situ yang lama-lama beberapa kali berdiskusi dengan beliau, selaiknya mahasiswa baru yang masih tidak tahu apa-apa.
Selang beberapa tahun seusai Mbak Iza lengser dua periode kemudian, saya hampir jarang bertemu. Pernah sih suatu hari yang panas, saya bertemu dengannya di sudut perpustakaan. Sudah 2 hari ini kita satu meja dalam posisi yang berhadap-hadapan. Dalam dua hari itu, sempat terjadi percakapan tentang kehidupan.
"Mbak Iza skripsinya tentang apa?" tanya saya basa-basi. Ia tersenyum, " Tentang penghapal Al-Quran, dek. Dibimbing Bu Shofi."
"Oh, kuantitatif mbak?" Wah, memang minat beliau sangat kuat dalam hal itu.
"Iya, doain ya dek, ini subjeknya agak ga memenuhi probability sampling," Probability sampling adalah sebuah metode pengukuran dalam statistika yang memiliki persyaratan minimal 60 data. Sementara penghapal Alquran adalah populasi khusus. Tidak segampang kita mencari populasi mahasiswa.
"Tentu, Mbak. InshaAllah saya doakan," kata saya sungguh-sungguh.
"Fakhi sendiri sedang apa?" katanya balik bertanya.
"Nulis laporan penelitian, mbak, hehe," jawab saya sambil nyengir. Sebenarnya saya agak bosan menjawab kalau saya lagi menulis laporan penelitian, kayaknya kerjaan saya itu-itu aja hehe. Seringkali saya harus pura-pura menulis yang lain, seperti menjawab, 'oh, nulis-nulis aja, kadang curhat,"
Mbak Iza mengangguk-angguk. "Adik mau jadi dosen ya?" kata Mbak Iza ke saya. Saya menggeleng, "Nggak tahu mbak, yang jelas, saya pengen sekolah terus. Soal pekerjaan saya belum pikirkan,"
"Kalau Mbak Iza gimana rencananya habis lulus? Mbak akan sekolah lagi?" tanya saya. Pada saat bertanya itu, saya sebenarnya berusaha untuk menghindari pertanyaan soal masa depan. Saya paling tidak nyaman kalau ditanya cita-cita, sebab, saya senang belajar dan meneliti. Sesederhana itu. Tanpa ambisi menjadi akademisi atau dosen.
"Mbak Iza merasa tidak ada yang menarik selain bergaul dengan Al-quran," ujar Mbak Izah sambil tersenyum. Saya mengamati tatapan mata beliau bercahaya.
"Maksudnya mbak?" Saya menggali lebih dalam lagi.
"Mbak Iza sebenarnya ingin punya pesantren Al-quran. Namun, untuk sampai kesana, Mbak harus punya partner yang kuat dan modal yang cukup," Begitu mendengarnya, saya hanya bisa nyeletuk kecil, "Wah cari jodoh aja mbak,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Ngemil Makna
Non-Fiction[Rank #1-Makna] For the meaning of life differs from man to man, from day to day and from hour to hour. What matters, therefore, is not the meaning of life in general but rather the specific meaning of a person's life at a given moment. (Viktor E...
