Chapter 36: Day 3 (Should I give up?) Greyson's POV

447 29 1
                                        

(Day 3)

..

Greyson's POV

Hari ini, mom, dad, Alexa ikut pengetesan darah. Semoga saja darah salah satu dari mereka cocok untuk Layla, sebelum semuanya terlambat.

..

Di sana terdapat orangtua Layla dan Elle, seperti biasa mereka menjenguk Layla.

..

"Hey Elle, kami akan segera mengecek darah kami.. Doakan saja ya.." ujar Alexa. Elle hanya tersenyum.

.

.

(Skip)

Setengah jam berlalu.

Kami semua terpukul setelah mendengar bahwa darah keluargaku juga tidak ada yang cocok untuknya.

..

"Oh Tuhan. Siapa lagi? Keluarga besar kami mayoritas di Ontario, Kanada. Apa mungkin harus menelepon mereka satu-satu?" ujar Mr. Mary lemas.

"Mary, nanti kita cari lagi yang lain ya.. Kita akan kumpulkan orang sebanyak-banyaknya." ujar Mr. David. "No, mustahil David. Waktunya tinggal sebentar lagi.." jawab Mrs. Mary mulai menangis. Suasana menjadi hening. Mereka hampir menyerah.

..

Tapi mengapa hatiku terus berkata bahwa Layla masih akan tetap hidup?.. Semoga firasatku benar.. Aku yakin Layla pasti akan bangun, cepat atau lambat.

.

.

Mom dan dad terlihat sedih. Begitupun Alexa. Apalagi aku yang tidak dites darah sama sekali, hanya menunggu hasilnya. Menunggu Layla untuk bangun. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, dan aku masih merasa bersalah.

..

"Janji padaku, kau akan baik-baik saja sampai kau pulang." kata-kata Layla itu terus terngiang sebelum kejadian menyeramkan itu terjadi, kejadian saat Gathy meluapkan amarahnya dengan balas dendam.

Kini yang dalam bahaya adalah Layla.. Aku benci diriku. Kalau aku lebih berhati-hati saat itu, mungkin Layla tidak berakhir disini.

.

.

"Maafkan kami, David, Mary. Kami tidak bisa berbuat lebih.." ujar dad. "Scott, kau sudah berbuat lebih dari cukup bagi kami. Dengan menjenguk Layla saja kami sudah sangat senang.." jawab Mr. David. Mrs. Mary tersenyum, tapi aku tau bahwa jauh di dalam hatinya, ia sedang menangis.

Elle terisak, dan aku tau rasanya seorang kakak melihat adiknya tak berdaya.

.

.

"Permisi.." ujarku. Aku melangkah cepat menuju ruangan Layla. Aku membuka pintunya perlahan..

.

.

" Layla.. " bisikku. Kini detak jantungnya lebih lambat dari kemarin, dan aku semakin ngeri mengetahui hal itu. " Aku yakin kau pasti akan bangun kelak.. Aku tahu itu.." ujarku.

"Sisa waktu kita untuk saling bertemu di sekolah sebentar lagi, Layla. Ingat, kan? Sebentar lagi aku akan graduasi ke SMA. Aku ingin pergi ke prom bersamamu, dan aku tak akan pergi ke prom tanpamu. Entah bagaimana jadinya hari-hariku jika kau tidak ada.. " aku mulai menangis.

"Aku ingin membawamu ke Belanda saat kita sudah besar nanti, melihat bunga-bunga tulip yang indah, salah satu bunga kesukaanmu. Tapi sekarang dalam waktu dekat saja.. Kau diprediksikan akan.. Ugh." aku terhenti. Aku tak ingin menyebutkan kata itu.

"I love you, sweety.." ujarku sambil menggenggam tangannya erat. Tangannya juga ikut memucat.

"Kau tidak tahu bahwa aku menyukaimu sejak kecil, haha.." kini aku bercerita. "Sekarang? Aku sudah berhasil mendapatkanmu.. Aku ingin memiliki waktu yang lebih banyak untuk bisa bersamamu, dan .. Aku tau pasti kau akan sembuh. Entah siapa yang akan mendonorkan darahnya." lanjutku.

"Aku hanya bisa berdoa, Layla. I want to see you back in my arms..." ujarku. Aku tak henti-hentinya berbicara kepadanya , walaupun aku tau tidak akan ada respon darinya.

..

Setelah lama berada di ruangan Layla, Alexa menyuruhku pulang.

"Sorry, I have to go home, sweety. Sampai bertemu besok.. " ujarku. Aku mengecup keningnya.

.

.

Kini waktunya tinggal 1 hari lagi. Apakah ia akan hidup? Atau pergi meninggalkanku selamanya?

Aku hampir menyerah..

' Should I give up?

Should I let go?

My mind says yes,

but my heart says no.. '

Aku tidak akan menyerah, karena hatiku tau bahwa ia akan segera bangun.

Semoga takdir Tuhan sejalan dengan firasatku..

.

.

.

Next? Vote / comment :)

..

Akankah Layla bangun keesokan harinya? Atau ia harus meninggalkan orang-orang yang ia sayang? ..

Find out in the next chapter->

Piano Love~ Greyson Chance love story [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang